POJOKSATU.ID - Pemerintah kembali menyiapkan penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap 1 yang dijadwalkan mulai cair pada awal Februari 2026.
Dalam penyaluran kali ini, kelompok lanjut usia (lansia) menjadi sasaran utama penerima bantuan, khususnya warga yang telah berusia 60 tahun ke atas.
Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan, terutama lansia yang secara ekonomi dan fisik membutuhkan dukungan lebih besar.
Program bansos tahap 1 ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar lansia, mulai dari pangan, kesehatan, hingga kebutuhan harian lainnya.
Baca Juga: Terungkap! Ini Sejarah Pendataan Sosial Ekonomi BPS yang Jadi Dasar BLT dan PKH
Berdasarkan pola penyaluran bansos tahun-tahun sebelumnya, bantuan untuk lansia umumnya masuk dalam skema bantuan sosial reguler yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah diperbarui oleh pemerintah daerah.
Fokus utama bansos tahap 1 Februari 2026 adalah lansia berusia minimal 60 tahun.
Namun, tidak semua lansia otomatis menerima bantuan.
Baca Juga: Tak Terima Jadi Tersangka, Richard Lee Gugat Polda Metro Jaya Lewat Praperadilan
Pemerintah tetap menerapkan sejumlah kriteria, seperti kondisi ekonomi, status tinggal, serta kepemilikan penghasilan tetap.
Lansia yang hidup sendiri, tidak memiliki penghasilan, atau tinggal bersama keluarga tidak mampu menjadi prioritas penerima.
Penyaluran bansos lansia ini juga bertujuan menekan angka kemiskinan ekstrem di kalangan usia lanjut.
Dalam banyak kasus, lansia menjadi kelompok yang rentan kehilangan akses pendapatan, terutama setelah tidak lagi produktif secara ekonomi.
Oleh karena itu, bansos diharapkan menjadi bantalan sosial yang mampu menjaga kualitas hidup mereka.
Mekanisme pencairan bansos tahap 1 diperkirakan tetap menggunakan dua skema utama, yakni melalui rekening bank Himbara dan penyaluran langsung oleh petugas resmi bagi wilayah tertentu.
Bagi lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas, pemerintah daerah biasanya menyiapkan skema khusus agar bantuan dapat diterima tanpa harus datang ke lokasi jauh.
Baca Juga: Cek Wilayah Golongan 2! PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026 Segera Disalurkan, Jakarta hingga Bali Masuk
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk aktif memastikan data kependudukan lansia di lingkungan masing-masing telah terdaftar dan valid.
Pembaruan data menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi kesalahan penyaluran.
Keluarga lansia disarankan rutin berkoordinasi dengan perangkat desa atau kelurahan setempat.
Selain meringankan beban ekonomi, bansos lansia juga diharapkan mampu meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan psikologis para penerima.
Baca Juga: Pemerintah Ungkap Fakta Mengejutkan BLT Kesra Bukan Bansos Reguler, Terancam Tak Cair Lagi 2026
Bantuan yang diterima dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, obat-obatan, hingga keperluan kesehatan lainnya yang kerap menjadi kebutuhan utama lansia.
Dengan dimulainya penyaluran bansos tahap 1 pada awal Februari 2026, pemerintah berharap tidak ada lansia yang terlewat dari perhatian negara.
Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memastikan kelompok usia lanjut tetap hidup layak, sehat, dan bermartabat.***




