POJOKSATU.id - Tidak sedikit guru bersertifikasi yang bertanya-tanya mengapa Tunjangan Profesi Guru (TPG) Januari 2026 belum juga cair, padahal merasa sudah memenuhi syarat.

Kondisi ini kerap menimbulkan keresahan, terutama ketika rekan sejawat di sekolah lain sudah menerima tunjangan.

Padahal, dalam banyak kasus, penyebab TPG tertunda bersifat teknis dan berkaitan langsung dengan status SKTP serta validitas data di Info GTK.

Baca Juga: Carry Over TPG Triwulan 3 dan 4, Kapan Cair? Ini Penjelasan Resmi dan Jadwal Realistisnya

Memahami titik-titik krusial ini penting agar guru tidak salah menilai dan bisa segera melakukan perbaikan.

Arti Status Warna SKTP yang Perlu Dipahami Guru

SKTP memiliki indikator warna yang mencerminkan status kelayakan pencairan TPG.

Status hijau menandakan SKTP telah terbit dan memenuhi syarat administratif.

Baca Juga: DPR Angkat Suara 'Rendahnya Gaji Guru Honorer Adalah Bentuk Pelanggaran HAM!'

Sebaliknya, warna abu-abu menunjukkan SKTP belum terbit karena masih ada data yang belum valid atau belum memenuhi ketentuan.

Selama SKTP masih berstatus abu-abu hingga batas waktu cut off, TPG tidak akan diproses untuk pencairan bulan berjalan.

Inilah alasan utama mengapa banyak guru belum menerima TPG Januari meski merasa semua syarat sudah terpenuhi.

Hubungan Info GTK dan Pembayaran TPG

Info GTK menjadi basis utama penilaian kelayakan pembayaran TPG.

Data yang ditampilkan di Info GTK menjadi rujukan sistem dalam menerbitkan SKTP.

Jika Info GTK belum hijau atau masih memuat catatan tertentu, otomatis SKTP tidak akan terbit.

Karena itu, pengecekan Info GTK secara berkala bukan sekadar formalitas, melainkan langkah wajib bagi guru bersertifikasi untuk memastikan hak TPG tetap aman.

Dampak Jam Mengajar dan Linearitas Sertifikasi

Dua aspek yang paling sering menjadi penghambat adalah jam mengajar dan linearitas.

Guru harus memenuhi jumlah jam mengajar sesuai ketentuan, serta mengajar mata pelajaran yang linear dengan sertifikat pendidik yang dimiliki.

Baca Juga: Viral Tabrak Lari di Solo, Terungkap Pelaku Kabur Usai Gagal Culik Perempuan di Sukoharjo

Ketidaksesuaian jam mengajar atau ketidaklinieran mata pelajaran akan langsung berdampak pada status SKTP.

Meski guru aktif mengajar, sistem tetap mengacu pada data formal yang tercatat.

Kesalahan yang Sering Diabaikan Guru

Ada beberapa kesalahan yang kerap luput dari perhatian guru.

Misalnya, perubahan jadwal mengajar yang belum diperbarui di sistem, data rombongan belajar yang belum sinkron, atau status wali kelas yang belum tercatat dengan benar.

Selain itu, keterlambatan koordinasi dengan operator sekolah juga sering menjadi penyebab data tidak segera valid.

Kesalahan kecil ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa menunda pencairan TPG hingga bulan berikutnya.

Cara Mengecek dan Memperbaiki Sebelum Terlambat

Langkah pertama yang harus dilakukan guru adalah memastikan Info GTK sudah berstatus hijau tanpa catatan.

Jika masih ada masalah, segera koordinasikan dengan operator sekolah untuk memperbaiki data Dapodik.

Guru juga perlu memastikan jam mengajar, rombel, dan mata pelajaran yang diampu sudah sesuai ketentuan.

Pengecekan sebaiknya dilakukan jauh sebelum batas cut off bulanan agar masih ada waktu untuk perbaikan.

Dengan langkah proaktif ini, risiko TPG tertunda bisa diminimalkan.***