POJOKSATU.id - Banyak guru merasa sudah aman setelah Tunjangan Profesi Guru (TPG) cair ke rekening.

Namun, di sistem pencairan bulanan yang kini berlaku, rasa aman tersebut bisa menipu.

Perubahan jam mengajar atau pembelajaran di tengah jalan justru menjadi salah satu penyebab paling fatal yang dapat membatalkan TPG, meski sebelumnya sudah dibayarkan.

Baca Juga: Nahloh Menaker Yassierli Disemprot DPR! Ditanya Mana Aksi Nyata Hentikan PHK?

Fenomena ini kerap terjadi karena praktik yang dikenal di lapangan sebagai arisan jam.

Konsep Arisan Jam yang Masih Dianggap Biasa

Arisan jam adalah praktik pembagian atau pergantian jam mengajar antar guru agar sama-sama terlihat memenuhi syarat.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan dari Menkes, Sedikitnya 28 Juta Warga Indonesia Diperkirakan Alami Gangguan Mental

Biasanya terjadi di sekolah dengan jumlah guru lebih banyak dibanding rombongan belajar.

Pada praktiknya, satu guru divalidkan terlebih dahulu.

Setelah TPG cair, jamnya dialihkan ke guru lain agar ikut valid.

Baca Juga: Pengendara Motor Nyaris Celaka Terperosok Lubang di Jalan Syekh Quro Karawang

Pola ini dulu dianggap “aman-aman saja” karena pencairan dilakukan per triwulan atau bahkan per semester.

Kenapa Dulu Aman, Kini Justru Berbahaya

Perubahan kebijakan pencairan TPG menjadi per bulan mengubah segalanya.

Sistem kini membaca data secara lebih ketat dan berulang.

Setiap bulan, Info GTK mengecek ulang kesesuaian jam mengajar, rombel, dan penugasan guru.

Akibatnya, perubahan jam sekecil apa pun langsung terbaca sebagai perubahan pembelajaran.

Guru yang awalnya valid bisa berubah menjadi tidak valid di bulan berikutnya.

Baca Juga: Black Box dan Rekaman Pilot Pesawat ATR 42-500 Milik IAT Ditemukan Tidak Rusak di Kedalaman 150 Meter

Efek Langsung ke Validasi Bulanan

Ketika jam mengajar diubah, sistem menganggap guru tersebut tidak lagi memenuhi syarat pada bulan berjalan. Dampaknya sangat nyata:

1. TPG bulan berikutnya tidak dibayarkan

2. Hak bayar bisa terhenti tanpa rapel

Baca Juga: Kepala Daerah Apresiasi Digitalisasi Layanan BKN, Dinilai Permudah Tata Kelola dan Karier ASN

3. Guru baru menyadari setelah dana tidak masuk

Yang lebih berbahaya, praktik arisan jam sering merugikan lebih dari satu guru sekaligus karena data pembelajaran menjadi tidak konsisten.

Contoh Nyata di Sekolah

Di sebuah SD, hanya tersedia satu rombel kelas 1, tetapi ada dua guru kelas.

Baca Juga: Kunjungi SMAN 2 Karawang, Sri Rahayu Ajak Siswa Bijak Mengelola Teknologi

Guru A divalidkan di bulan Januari dan menerima TPG. Pada Februari, jam kelas dialihkan ke guru B agar ikut valid.

Hasilnya, sistem membaca perubahan tersebut.

Guru A menjadi tidak valid dan TPG Februari tidak cair. Guru B pun tidak langsung aman karena pembelajaran dianggap tidak stabil.

Dua-duanya dirugikan.

Kasus serupa juga terjadi di SMP pada guru mapel yang jamnya dibagi agar beberapa guru bersertifikat terlihat cukup.

Pencegahan yang Harus Dilakukan

Agar TPG tidak batal, langkah pencegahan mutlak dilakukan sejak awal semester, antara lain:

1. Menetapkan pembelajaran secara konsisten

2. Tidak mengubah jam mengajar demi pemerataan

Baca Juga: Cek Nominalnya! Gaji Pensiunan Janda atau Duda PNS Cair Februari 2026 via Taspen, Segini Kisaran Besarannya

3. Memastikan SK sesuai kondisi riil

4. Menolak praktik tukar jam tanpa dasar kuat

Guru juga perlu berani berdiskusi dengan operator dan pimpinan sekolah tentang risiko administratif yang ditimbulkan.

Baca Juga: Prabowo Cabut 28 Perusahaan Kehutanan hingga Tambang Tapi Surat Tak Kunjung Datang, Nasib Izin Perusahaan Dipertanyakan

Dalam sistem TPG bulanan, sekali guru valid, seharusnya tidak diganggu-ganggu lagi pembelajarannya.

Perubahan jam bukan solusi, melainkan bom waktu yang bisa membatalkan hak profesional guru.

Memahami bahaya arisan jam adalah kunci agar TPG tidak hanya cair sekali, tetapi aman hingga akhir semester tanpa kejutan yang merugikan.***