POJOKSATU.id - Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) kini tidak lagi menunggu tiga bulan seperti sebelumnya.

Sistem baru menetapkan TPG cair per bulan, mengikuti status validasi guru di Info GTK.

Sekilas kebijakan ini menguntungkan karena dana bisa diterima lebih cepat.

Baca Juga: Gaji Guru Honorer Rp300 Ribu, Ini Dampak Nyata Kebijakan Upah Rendah terhadap Kualitas Pendidikan Nasional

Namun di balik itu, tersimpan risiko besar yang belum sepenuhnya disadari banyak guru.

Perubahan sistem ini menuntut kehati-hatian ekstra.

Guru yang lengah terhadap data pembelajaran berpotensi kehilangan hak bayar, meskipun sebelumnya sudah dinyatakan valid.

Perbedaan Sistem Triwulan dan Bulanan

Pada sistem lama, TPG dicairkan per triwulan atau bahkan dirapel satu semester.

Baca Juga: Lulus PPG 2025 Tapi Masih Ragu Dapat TPG? Ini Kepastian Resmi untuk Penerima Tahun 2026

Artinya, perubahan data di tengah jalan sering kali tidak langsung berdampak karena pembayaran sudah dikunci di awal periode.

Berbeda dengan sistem bulanan.

Validasi dilakukan secara berkelanjutan.

Setiap bulan, sistem membaca ulang data guru di Dapodik dan Info GTK.

Jika terjadi perubahan yang memengaruhi kelayakan, maka TPG bulan tersebut bisa langsung tidak cair.

Keuntungan bagi Guru yang Cepat Valid

Sisi positif dari sistem baru ini adalah guru yang cepat valid dapat langsung menikmati pencairan TPG tanpa menunggu lama.

Guru yang sejak awal semester memenuhi semua syarat berpeluang menerima tunjangan layaknya gaji bulanan.

Baca Juga: Viral SD Negeri Tanpa Murid, Guru Malah Asyik Ngopi dan Dangdutan Tapi Sekolah Masih Terima MBG

Bagi sebagian guru, ini sangat membantu stabilitas ekonomi karena arus kas menjadi lebih rutin dan terprediksi.

Risiko Jika Data Berubah di Tengah Jalan

Namun, keuntungan tersebut berbanding lurus dengan risikonya.

Baca Juga: Cara Mengubah Background dan Gaya Foto Sebelum Upload Story Instagram, Biar Makin Estetik

Ketika ada perubahan data pembelajaran, seperti:

1. Jam mengajar berkurang

2. Pergantian guru kelas atau mapel

3. Penyesuaian rombongan belajar

4. Mutasi internal sekolah

maka status valid bisa langsung gugur.

Akibatnya, TPG bulan berjalan tidak dibayarkan, tanpa menunggu periode triwulan seperti sebelumnya.

Contoh Kasus Kehilangan TPG

Salah satu kasus yang sering terjadi adalah guru yang sudah cair TPG di bulan Januari, tetapi tidak menerima di bulan Februari.

Penyebabnya bukan karena kesalahan pribadi, melainkan adanya perubahan pembagian jam mengajar di sekolah.

Sistem membaca perubahan tersebut sebagai ketidaksesuaian data, sehingga hak bayar dihentikan.

Guru sering kali baru menyadari setelah dana tidak masuk rekening.

Strategi Menjaga Konsistensi Data

Agar TPG tetap aman, konsistensi data menjadi kunci.

Baca Juga: Cara Mengubah Background dan Gaya Foto Sebelum Upload Story Instagram, Biar Makin Estetik

Sekolah perlu memastikan pembelajaran tidak berubah-ubah, terutama demi kepentingan sesaat.

Guru juga harus aktif memantau data, bukan hanya menyerahkan sepenuhnya kepada operator.

Koordinasi antara guru, operator, dan kepala sekolah menjadi faktor penting agar data yang sudah valid tidak berubah di tengah semester.

Peran Guru dalam Pengawasan Data

Di sistem baru ini, guru tidak bisa lagi bersikap pasif.

Guru perlu:

1. Rutin mengecek Info GTK setiap bulan

2. Memastikan jam mengajar tetap sesuai SK

3. Menolak praktik tukar jam yang berisiko

4. Mengingatkan pihak sekolah jika ada potensi perubahan data

Dengan pemahaman yang baik, guru dapat melindungi haknya sendiri dan menghindari kerugian akibat perubahan sistem yang belum dipahami sepenuhnya.***