POJOKSATU.id - Wacana pembukaan CPNS 2026 kembali menyedot perhatian publik.

Meski jadwal resminya belum diumumkan pemerintah, antusiasme calon pelamar sudah terasa sejak awal.

Menariknya, di tengah persaingan ketat CPNS, tersimpan peluang emas yang kerap luput dari perhatian.

Baca Juga: Kasus Guru Honorer Muaro Jambi Jadi Alarm Nasional, Di Mana Batas Disiplin dan Kekerasan Anak

Yakni kementerian dan lembaga yang sepi peminat, tetapi menawarkan gaji hingga Rp12 juta per bulan.

Data seleksi CPNS sebelumnya menunjukkan bahwa tidak semua instansi pemerintah diserbu pelamar.

Ada sejumlah kementerian yang justru minim pendaftar, padahal dari sisi kesejahteraan dan jenjang karier, peluangnya cukup menjanjikan.

Baca Juga: Kabar Baik Putra-Putri Papua! CPNS Mimika 2026 Siapkan 80 Persen Kuota OAP


Gaji Tinggi, Tapi Peminat Minim

terdapat 10 kementerian dan lembaga pusat yang pada seleksi CPNS sebelumnya tercatat sepi peminat.

Kondisi ini bisa menjadi strategi cerdas bagi pelamar CPNS 2026 untuk meningkatkan peluang lolos.

Beberapa instansi tersebut bahkan menawarkan total penghasilan hingga Rp12 juta.

Baca Juga: CPNS 2026 Buka Formasi untuk Lulusan SMA Tanpa Tes Fisik Ketat, Ini Daftar Jabatan dan Mekanismenya

Hal tersebut disesuaikan dengan jabatan, kelas jabatan, serta tunjangan kinerja yang berlaku.

Fakta ini mematahkan anggapan bahwa instansi favorit selalu menjadi pilihan terbaik.

Daftar 10 Kementerian Sepi Peminat

Berikut beberapa instansi yang dikenal relatif sepi pelamar, namun memiliki kompensasi yang kompetitif:

1. Sekretariat Jenderal Komnas HAM

2. Kementerian PANRB

3. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Baca Juga: Semut Membandel di Dapur? Ini Cara Alami Mengusirnya Tanpa Bahan Kimia

4. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)

5. Sekretariat Jenderal Wantannas

6. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

7. Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial

8. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

9. Sekretariat Jenderal MPR RI

10. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Baca Juga: Kabar Gembira! PIP TK 2026 Cair untuk 888 Ribu Siswa, Masing-masing Terima Rp450 Ribu Diutamakan untuk Penerima PKH dan Keluarga Tidak Mampu

Instansi-instansi tersebut umumnya membutuhkan tenaga analis, perencana, auditor, hingga peneliti.

Namun tidak selalu menjadi incaran utama pelamar CPNS.

Kenapa Bisa Sepi Peminat?

Ada beberapa alasan mengapa kementerian tersebut kurang diminati.

Mulai dari kurangnya informasi di kalangan pelamar, nama instansi yang dianggap kurang populer, hingga persepsi bahwa jenjang kariernya terbatas.

Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, banyak posisi strategis di kementerian tersebut.

Baca Juga: BARU 20 Hari, Dana MBG Sudah Tembus Rp18 T! Publik Heboh, BGN Beberkan Penyebabnya

Ditambah lagi memiliki tunjangan kinerja tinggi dan peluang pengembangan kompetensi yang luas.


Strategi Jitu Agar Peluang Lolos Lebih Besar

Menghadapi CPNS 2026, pelamar tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengerjakan soal.

Strategi memilih instansi menjadi faktor krusial.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

Baca Juga: Berikut Cara Cek PIP Kemendikdasmen Lewat SIPINTAR Enterprise, Ini caranya!

- Menghindari instansi favorit dengan pelamar ratusan ribu

- Menganalisis data peminat CPNS sebelumnya

- Menyesuaikan latar belakang pendidikan dengan formasi yang spesifik

- Fokus pada instansi yang sesuai kompetensi, meski kurang populer

Baca Juga: ASN Palangka Raya Dikejar Deadline, BKPSDM Minta SKP Selesai 4 Hari! Ini Tujuannya

Dengan strategi tersebut, persaingan bisa ditekan dan peluang lolos semakin realistis.

Tetap Tunggu Pengumuman Resmi

Meski peluang terbuka, calon pelamar tetap diminta menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait pembukaan CPNS 2026.

Sambil menunggu, persiapan sejak dini seperti latihan soal SKD, melengkapi dokumen, dan memetakan instansi tujuan menjadi langkah bijak.

Jika CPNS 2026 dibuka, kementerian sepi peminat bisa menjadi jalan alternatif bagi mereka yang ingin lolos tanpa harus berhadapan dengan persaingan ekstrem.***