POJOKSATU.id - Peluang lulusan SMA/SMK dan sederajat untuk menjadi ASN kembali terbuka.

Menjelang seleksi CPNS 2026, sejumlah instansi pemerintah mulai memberi sinyal akan membuka formasi yang bisa dilamar lulusan SMA/SMK tanpa syarat tinggi badan.

Informasi ini menjadi kabar baik bagi calon pelamar yang selama ini terkendala syarat fisik, terutama tinggi badan.

Baca Juga: Kok Bisa PPPK Paruh Waktu Lotim Tetap Digaji, Tapi Tak Masuk Belanja Pegawai? Lalu Masuk Kemana?

Pada seleksi sebelumnya, ketentuan tersebut kerap menjadi penghambat bagi lulusan SMA yang ingin mendaftar CPNS.

Kini, arah kebijakan rekrutmen ASN dinilai mulai lebih inklusif.

Khususnya untuk jabatan yang bersifat administratif dan teknis non-lapangan.

Baca Juga: PENTING! NIP PPPK Paruh Waktu Jadi Penentu Status dan Gaji! Begini Cara Ceknya Lewat MOLA BKN


Instansi Mulai Siapkan Formasi untuk Lulusan SMA

Instansi pemerintah mulai mengusulkan formasi CPNS 2026 yang tidak mensyaratkan tinggi badan.

Khususnya untuk posisi yang tidak membutuhkan kemampuan fisik khusus.

Formasi ini umumnya berada di sektor pelayanan administrasi, pengolahan data, hingga operator teknis.

Baca Juga: PENTING! NIP PPPK Paruh Waktu Jadi Penentu Status dan Gaji! Begini Cara Ceknya Lewat MOLA BKN

Jabatan-jabatan tersebut lebih menekankan kompetensi dasar, ketelitian, dan kemampuan kerja administratif, bukan kekuatan fisik.


Formasi yang Diperkirakan Tanpa Syarat Tinggi Badan

Mengacu pada tren seleksi CPNS sebelumnya dan bocoran awal persiapan instansi, beberapa formasi yang dibuka untuk lulusan SMA tanpa syarat tinggi badan yaitu:

1. Tenaga administrasi

2. Operator komputer

3. Staf layanan publik

4. Pengelola arsip

5. Petugas teknis non-lapangan

Baca Juga: Kajari Kota Bekasi Peringatkan Wajib Pajak: Siap Ditindak Jika Bandel

Formasi tersebut biasanya tersedia di kementerian, lembaga non-kementerian, maupun pemerintah daerah.

Meski demikian, penetapan akhir tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah.


Kenapa Syarat Tinggi Badan Mulai Dihapus?

Penghapusan syarat tinggi badan dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses dan keadilan dalam rekrutmen ASN.

Baca Juga: Bantah jadi Selingkuhan, Quevins Akui Pernah Diajak Karaokean Bareng Ricky Harun, Menjauh usai Ketahui sang Artis Punya Istri, Simak Pernyataannya

Tidak semua jabatan membutuhkan standar fisik tertentu, sehingga syarat tersebut dianggap tidak relevan untuk posisi administratif.

Selain itu, pemerintah juga ingin menjaring talenta muda dari berbagai latar belakang pendidikan.

Dimaksudkan agar pelayanan publik semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: Korban Kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Basarnas: Jasadnya Ada di Kontur Tebing yang Sangat Terjal

Kebijakan ini sekaligus membuka peluang lebih luas bagi lulusan SMA di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pekerjaan formal.

Tetap Tunggu Pengumuman Resmi CPNS 2026

Meski sinyal pembukaan formasi ini sudah mulai terlihat, calon pelamar tetap diimbau menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

Khususnya dari Kementerian PANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Seluruh informasi resmi nantinya akan diumumkan melalui portal SSCASN, termasuk:

Baca Juga: Gerakan Zakat ASN dan Warga Riau Berdampak Nyata, 12.000 Siswa SMA Terima Seragam Sekolah Gratis dari Baznas

- Jadwal pendaftaran CPNS 2026

- Daftar instansi dan formasi

- Syarat pendidikan dan ketentuan khusus

Pelamar juga disarankan mulai mempersiapkan dokumen penting seperti ijazah, KTP, dan akun SSCASN sejak dini.


Peluang Besar bagi Lulusan SMA

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka CPNS 2026 bisa menjadi momentum penting bagi lulusan SMA dan sederajat untuk masuk dunia ASN.

Baca Juga: Silang Merah di Dapodik Bukan Biang Masalah, Ini Fakta Teknis yang Sering Disalahpahami Operator Sekolah

Tanpa syarat tinggi badan, seleksi akan lebih menitikberatkan pada kemampuan akademik dan kompetensi dasar, bukan faktor fisik semata.

Hal ini diharapkan mampu menciptakan sistem rekrutmen yang lebih adil dan relevan dengan kebutuhan birokrasi modern.***