POJOKSATU.id – Universitas Pakuan (UNPAK) merupakan perguruan tinggi swasta di Kota Bogor yang lahir dari proses sejarah panjang dan berakar kuat pada nilai kearifan lokal.
Kampus ini merupakan kelanjutan dari Universitas Bogor (Unbo) yang telah berkiprah hampir dua dekade hingga tahun 1980, sebelum kemudian bertransformasi menjadi Universitas Pakuan.
Perjalanan menuju Universitas Pakuan tidak terlepas dari proses fusi sejumlah perguruan tinggi swasta pada tahun 1977.
Akademi Pariwisata, IKIP PGRI, Akademi Bahasa Asing, Akademi Sekretaris Manajemen Internasional, serta Akademi Ilmu Agama Islam.
Baca Juga: GAWAT! Gaji PPPK Paruh Waktu Aceh Barat Terancam, Anggaran Pemkab Kurang Rp 4 Miliar
Seluruh institusi tersebut berada di bawah badan penyelenggara Yayasan Perguruan Tinggi Bogor (YPTB).
Tonggak penting sejarah UNPAK terjadi pada 1 November 1980, ketika Universitas Bogor resmi berganti nama menjadi Universitas Pakuan.
Perubahan ini dilakukan di bawah naungan Yayasan Kartika Siliwangi Pembina Universitas Pakuan (YKS-PUP), menggantikan YPTB, dan disahkan secara hukum melalui akta notaris.
Nama “Pakuan” sendiri merujuk pada identitas historis dan kultural Tatar Sunda yang berpusat di Bogor.
Pada awal berdirinya sebagai Universitas Pakuan, kampus ini memiliki empat fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Sastra.
Baca Juga: Panggung Isra Mikraj Diisi Goyangan Erotis di Banyuwangi, Ketua Panitia Gercep Klarifikasi
Perkembangan pesat terjadi setahun kemudian dengan dibukanya Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta program diploma di bidang teknik survei dan pemetaan.
Seiring perjalanan waktu, jumlah program studi di Universitas Pakuan terus bertambah.
Berdasarkan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah jurusan berkembang hingga mencapai 21 jurusan pada akhir 1990-an.
Dinamika kelembagaan juga terjadi pada tahun 2002, ketika YKS-PUP resmi berganti nama menjadi Yayasan Pakuan Siliwangi (YPS) dan berdiri mandiri secara organisatoris.
Memasuki era 2000-an, Universitas Pakuan semakin memantapkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif.
Baca Juga: Bocoran Isi RUU ASN, Kriteria Konversi PPPK jadi PNS, Ini Penjelasannya
Seluruh program studi berhasil memperoleh izin operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Disusul pembukaan sejumlah program baru, termasuk program magister, pendidikan guru sekolah dasar, serta berbagai program diploma berbasis kebutuhan dunia kerja.
Identitas dan nilai Universitas Pakuan tercermin kuat dalam lambang institusinya.
Lambang berbentuk perisai segi lima melambangkan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sedangkan elemen meru, bunga tanjung, dan daun paku menyiratkan orientasi spiritual, semangat kemajuan, serta representasi tahun berdirinya universitas.
Kombinasi warna kuning, hijau, dan putih menjadi simbol Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan UNPAK.
Baca Juga: TERJAWAB! Hanya Kepala SPPG yang Bakal Diangkat Jadi PPPK, Ini Kata Kepala BKN Sumut
Dalam pengembangannya, Universitas Pakuan menetapkan visi menjadi Asian Reference Universitypada tahun 2037, dengan karakter unggul, mandiri, dan berlandaskan nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh.
Visi ini menegaskan komitmen UNPAK untuk tidak tercerabut dari akar budaya lokal, sekaligus mampu bersaing di tingkat regional Asia.
Misi universitas ini yaitu pendidikan unggul, penelitian berorientasi publikasi bereputasi, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama strategis dengan dunia usaha dan industri.
Universitas Pakuan terus meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Baca Juga: Maraknya Pemutusan Kontrak PPPK, AP3KI Minta KemenPAN-RB dan DPR Bertindak Tegas, Ini Lengkapnya
Di tengah arus globalisasi pendidikan tinggi, Universitas Pakuan hadir sebagai kampus yang memadukan kearifan lokal, nilai kebangsaan, dan visi internasional.
Sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus menjaga jati diri Bogor dan Jawa Barat dalam lanskap pendidikan nasional dan Asia. ***




