POJOKSATU.id - Upaya meningkatkan disiplin ASN biasanya identik dengan apel pagi, inspeksi mendadak, atau sanksi administratif.
Namun Pemerintah Kota (Pemko) Binjai memilih cara yang berbeda.
Alih-alih hukuman, ASN pria di lingkungan Pemko Binjai justru diwajibkan turun ke lapangan hijau untuk bermain sepak bola secara rutin.
Baca Juga: Usai Kontrak Tak Diperpanjang, Belasan PPPK Paruh Waktu Alami Syok Hingga Jatuh Sakit
Kebijakan ini langsung mencuri perhatian publik.
Di tengah citra birokrasi yang kerap dianggap kaku, Pemko Binjai menghadirkan pendekatan yang lebih segar dan manusiawi.
Sepak bola dijadikan sarana pembinaan kebugaran jasmani sekaligus penanaman disiplin dan kerja sama antarapegawai.
Baca Juga: Honorer Naik Status Jadi PPPK Paruh Waktu, Tapi Gaji Kok Turun Drastis?
ASN Pria Wajib Ikut Sepak Bola
Program sepak bola ini diikuti oleh ASN pria dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap pekan dan menjadi bagian dari agenda pembinaan pegawai.
Bagi Pemko Binjai, olahraga tidak dipandang sekadar aktivitas pengisi waktu luang.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Nganjuk Wajib Tahu! Selain Gaji Pokok, Ini Deretan Tunjangan yang Akan Diterima
Sepak bola dipilih karena mengandung banyak nilai positif, mulai dari sportivitas, kerja tim, kepemimpinan, hingga kedisiplinan mengikuti aturan permainan.
ASN yang mengikuti kegiatan ini diharapkan tidak hanya lebih sehat secara fisik.
Tetapi juga memiliki mental kerja yang lebih solid saat kembali menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Cara Berbeda Menanamkan Disiplin
Pendekatan ini dinilai unik karena disiplin tidak dibangun melalui tekanan, melainkan lewat kebiasaan positif.
Dalam sepak bola, setiap pemain dituntut datang tepat waktu, mematuhi aturan, bekerja sama dengan rekan setim, serta menjaga sikap di dalam dan di luar lapangan.
Nilai-nilai tersebut dianggap sejalan dengan etos kerja ASN.
Disiplin hadir bukan karena takut hukuman, melainkan karena tumbuh dari kesadaran dan kebiasaan yang dibangun bersama.
Kebijakan ini juga dinilai mampu memecah sekat antarkantor dan jabatan.
Baca Juga: Wakil Kepala BGN Jelaskan Kriteria Pegawai SPPG yang Akan Diangkat Menjadi PPPK
Di lapangan, semua ASN berdiri setara sebagai pemain, tanpa melihat struktur birokrasi.
Tujuan Kebugaran dan Kesehatan
Selain disiplin, aspek kebugaran menjadi tujuan utama.
Rutinitas kerja yang didominasi aktivitas di balik meja membuat sebagian ASN kurang bergerak.
Olahraga sepak bola dipandang efektif untuk menjaga stamina dan kesehatan jangka panjang.
Pemko Binjai berharap, ASN yang sehat secara fisik akan lebih produktif dan optimal dalam memberikan pelayanan publik.
Tubuh yang bugar juga diyakini berpengaruh pada konsentrasi, suasana hati, dan semangat kerja.
Dalam pemberitaan media lokal, Pemko Binjai menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pembinaan, bukan beban tambahan bagi pegawai.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kebugaran dan kedisiplinan ASN,” ujar perwakilan Pemko Binjai dikutip dari Mistar.id, 14 Januari 2026.
Respons ASN dan Publik
Kebijakan ini menuai beragam respons. Sebagian ASN menyambut positif karena dapat menyalurkan hobi sekaligus menjaga kesehatan.
Bagi mereka, sepak bola menjadi momen melepas penat setelah rutinitas kerja.
Di sisi lain, publik menilai langkah Pemko Binjai sebagai terobosan yang patut dicontoh.
Di tengah sorotan soal kinerja birokrasi, pendekatan berbasis olahraga dinilai lebih persuasif dibandingkan metode disiplin yang kaku dan formal.
Baca Juga: Viral Imbauan Siap 7 Hari, Kekayaan Dharma Pongrekun Rp10,9 Miliar dan Deretan Asetnya Ikut Disorot
Namun demikian, Pemko tetap menegaskan bahwa kegiatan ini tidak mengganggu jam kerja.
Serta tidak mengurangi kewajiban utama ASN dalam melayani masyarakat.
Birokrasi yang Lebih Manusiawi
Langkah Pemko Binjai mencerminkan upaya membangun budaya kerja yang lebih sehat dan manusiawi.
ASN tidak hanya dituntut disiplin, tetapi juga diperhatikan aspek kesehatan dan kebersamaan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembinaan pegawai tidak selalu harus melalui sanksi.
Kebiasaan positif yang dibangun secara kolektif justru dinilai lebih efektif dalam jangka panjang.
Jika konsisten dijalankan, program ini diharapkan mampu membentuk ASN yang tidak hanya disiplin di atas kertas.
Tetapi juga memiliki semangat kerja tim dan kondisi fisik yang prima.
Potensi Jadi Contoh Daerah Lain
Kebijakan sepak bola ASN di Binjai berpotensi menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Di tengah tantangan meningkatkan kinerja aparatur, pendekatan kreatif seperti ini bisa menjadi alternatif pembinaan yang lebih relevan dengan kebutuhan pegawai masa kini.***




