POJOKSATU.id- Nama Dharma Pongrekun kembali menjadi perhatian publik setelah imbauannya agar masyarakat siap menghadapi kondisi darurat selama tujuh hari viral di media sosial.

Pernyataan tersebut menuai beragam respons, dari dukungan hingga kekhawatiran berlebihan.

Di tengah ramainya perbincangan itu, publik juga menyoroti sisi lain dari sosok Dharma, yakni laporan harta kekayaannya sebagai figur publik.

Baca Juga: Honorer Naik Status Jadi PPPK Paruh Waktu, Tapi Gaji Kok Turun Drastis?

Dharma merupakan purnawirawan jenderal bintang tiga Polri yang pernah menduduki posisi strategis di bidang keamanan negara.

Termasuk sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Latar belakang tersebut membuat setiap pernyataannya kerap ditafsirkan dengan sudut pandang keamanan dan intelijen.

Baca Juga: Nama Jokowi Terseret Isu Pansus Haji, Eks Menag Yaqut Diklaim Diungsikan ke Prancis untuk Hindari Panggilan

Tak heran, imbauan kesiapsiagaan yang ia sampaikan berkembang menjadi isu nasional.

Seiring viralnya pernyataan tersebut, data harta kekayaan Dharma juga ikut menjadi perhatian.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2024.

Baca Juga: Nama Jokowi Terseret Isu Pansus Haji, Eks Menag Yaqut Diklaim Diungsikan ke Prancis untuk Hindari Panggilan

Total kekayaan Dharma tercatat sekitar Rp10,9 miliar. Laporan ini disampaikan saat ia maju sebagai calon kepala daerah dan bersifat terbuka untuk publik.

Dalam LHKPN tersebut, sebagian besar kekayaan Dharma berasal dari aset tanah dan bangunan.

Beberapa aset tercatat berlokasi di Jakarta Selatan, antara lain tanah dan bangunan dengan luas ratusan meter persegi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Sebagian aset tersebut dilaporkan sebagai hasil hibah, sementara lainnya merupakan hasil perolehan sendiri.

Baca Juga: Honorer Naik Status Jadi PPPK Paruh Waktu, Tapi Gaji Kok Turun Drastis?

Nilai tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar dalam total kekayaannya.

Selain aset properti, Dharma juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin.

Di antaranya adalah mobil Toyota Fortuner, Toyota Avanza, serta sepeda motor Honda CB150.

Baca Juga: Dari Wakil Kepala BSSN hingga Imbauan 'Panik' 7 Hari! Jejak Intelijen Dharma Pongrekun Jadi Sorotan Publik

Nilai kendaraan ini secara keseluruhan jauh lebih kecil dibandingkan aset tanah dan bangunan, namun tetap tercantum secara rinci dalam laporan resmi.

Tak hanya itu, dalam laporan yang sama, Dharma juga mencantumkan kas dan setara kas dengan nilai puluhan juta rupiah.

Tidak tercatat adanya utang dalam jumlah signifikan yang mengurangi total kekayaannya, sehingga nilai harta bersihnya tetap berada di kisaran Rp10,9 miliar.

Baca Juga: Dari Wakil Kepala BSSN hingga Imbauan 'Panik' 7 Hari! Jejak Intelijen Dharma Pongrekun Jadi Sorotan Publik

Keterbukaan data kekayaan ini menjadi relevan di tengah ramainya pernyataan Dharma soal kesiapsiagaan publik.

Di satu sisi, ia mengajak masyarakat untuk mandiri dan siap menghadapi situasi darurat.

Di sisi lain, laporan LHKPN menunjukkan aspek transparansi dirinya sebagai figur publik yang aktif menyampaikan pandangan di ruang terbuka.

Kombinasi antara rekam jejak di sektor keamanan, pesan kesiapsiagaan yang viral.

Serta keterbukaan data aset inilah yang membuat nama Dharma Pongrekun terus menjadi sorotan.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa setiap pernyataan tokoh publik akan selalu dibaca berdampingan dengan latar belakang dan kondisi faktual yang melekat pada dirinya.***