POJOKSATU.id - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA atau UHAMKA merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah yang namanya diabadikan dari sosok besar bangsa.

Sosok tersebut bernama Prof. DR. Haji Abdul Malik Karim Amrullah yang lebih dikenal sebagai Buya HAMKA.

Penamaan ini disepakati oleh keluarga besar Buya HAMKA bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui nota kesepahaman tertulis.

Sebagai bentuk penghormatan atas keteladanan Buya HAMKA dalam semangat belajar sepanjang hayat.

Buya HAMKA dikenal sebagai pribadi multidimensi.

Baca Juga: Siapa Saja yang Bisa Daftar PPPK Kemenag 2026? Ini Daftar Lengkap Pesertanya

Ia adalah ulama yang intelektual, intelektual yang ulama, sastrawan dengan gaya khas, sekaligus wartawan dan mubaligh yang berpengaruh.

Spirit keilmuan Buya HAMKA yang otodidak, tuntas, dan konsisten menjadi landasan nilai bagi UHAMKA.

Dalam pengembangan pendidikan di perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

Ketokohan Buya HAMKA semakin diakui secara nasional ketika pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011.

Pengakuan ini memperkuat legitimasi nilai perjuangan dan pemikiran beliau sebagai inspirasi utama UHAMKA dalam membangun peradaban melalui jalur pendidikan.

Dalam perjalanannya, UHAMKA terus mengalami transformasi sebagai perguruan tinggi swasta yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga: Berapa Gaji PPPK Kemenag 2026? Ini Rincian Lengkap dari Golongan, Tunjangan hingga THR

Berkat komitmen seluruh sivitas akademika, UHAMKA berhasil meraih akreditasi UNGGUL berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor 290/SK/BAN-PT/AK-ISK/PT/VI/2022.

Capaian ini menegaskan posisi UHAMKA sebagai salah satu kampus Muhammadiyah yang diperhitungkan secara nasional.

Saat ini, UHAMKA mengelola 10 fakultas serta Sekolah Pascasarjana dengan jenjang pendidikan mulai dari Diploma III hingga Program Doktor.

Pengembangan program studi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, tanpa meninggalkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi utama.

Sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban berkemajuan dan mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin, UHAMKA merumuskan visi menjadi prophetic teaching university.

Visi ini menekankan pendidikan yang mencerdaskan secara spiritual, intelektual, emosional, dan sosial, sejalan dengan karakter kepemimpinan dan pemikiran Buya HAMKA.

Baca Juga: Resmi Jadi Harapan Honorer, PPPK Kemenag 2026 Segera Dibuka! Ini Bocoran Jadwal dan Syaratnya

Untuk mewujudkan visi tersebut, UHAMKA menjalankan misi yang terintegrasi.

Mulai dari penyelenggaraan pendidikan berbasis nilai keislaman dan sains, pembinaan kemahasiswaan yang inovatif, penguatan riset dan pengabdian masyarakat, hingga tata kelola perguruan tinggi berbasis kompetensi dan teknologi informasi.

Dari nama besar Buya HAMKA, UHAMKA terus menyalakan api keilmuan dan nilai kemanusiaan.

Di sanalah pendidikan tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi menumbuhkan insan pembelajar yang beriman, berilmu, dan siap memberi makna bagi peradaban.***