POJOKSATU.id — Para lulusan SMA/SMK hingga S1 yang sedang menantikan pembukaan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2026 disarankan mulai menyusun strategi sejak sekarang.

Salah satu langkah yang kerap dianggap efektif untuk memperbesar peluang lolos adalah dengan membidik kementerian atau lembaga negara yang peminatnya relatif sedikit.

Pengalaman pada seleksi CPNS 2024 lalu menunjukkan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sempat mengungkap daftar instansi dengan jumlah pelamar yang tidak terlalu banyak.

Baca Juga: Perusahaan dan Peserta Harus Paham, Kemnaker Perketat Pengawasan Program Magang Nasional Usai Temuan Pelanggaran

Menariknya, meski peminatnya tergolong rendah, sejumlah kementerian dan lembaga tersebut justru menawarkan kisaran gaji yang cukup menggiurkan.

Bahkan, pada jabatan tertentu, penghasilan CPNS bisa mencapai lebih dari Rp12 juta per bulan.

Memilih instansi yang sepi peminat dinilai menjadi strategi realistis bagi calon pelamar CPNS 2026, terutama bagi mereka yang menginginkan peluang lolos lebih besar sekaligus penghasilan stabil dengan jenjang karier yang jelas.

Baca Juga: Laporan Gratifikasi 2025 Naik Tajam, KPK Catat Hadiah dari Peserta Magang ke Mentor Ikut Dilaporkan

Meski demikian, hingga awal tahun ini pemerintah belum menyampaikan pengumuman resmi terkait jadwal maupun formasi pendaftaran CPNS 2026.

Walaupun belum dibuka, para calon pelamar tetap disarankan memanfaatkan waktu untuk melakukan persiapan lebih awal.

Mulai dari rutin berlatih soal Computer Assisted Test (CAT), memahami ambang batas nilai kelulusan, hingga menyiapkan berbagai dokumen administrasi yang biasanya menjadi syarat utama pendaftaran CPNS.

Baca Juga: SUPER FLU Ramai Dibicarakan, Ternyata Hanya Label Media, Ini Penjelasan Medis H3N2 Subclade K

Sebagai bahan pertimbangan, berikut gambaran 10 kementerian dan lembaga yang tergolong sepi peminat pada seleksi CPNS 2024, lengkap dengan kisaran gaji yang dapat menjadi acuan bagi pelamar CPNS 2026.

Sekretariat Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia membuka sekitar 38 formasi dengan jumlah pelamar kurang lebih 292 orang.

Besaran gaji di instansi ini cukup bervariasi, tetapi untuk lulusan S1, penghasilan tertinggi dapat mencapai Rp12,5 juta per bulan.

Sekretariat Jenderal MPR RI menyediakan sekitar 25 formasi dan diikuti sekitar 306 pelamar.

Baca Juga: Ramai Super Flu Merebak, Menkes Minta TIDAK USAH PANIK, Ini Data Lengkap Influenza A Versi Kemenkes

Pada jabatan tertentu, seperti Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi, gaji yang diterima berada di kisaran Rp2,79 juta hingga Rp5,4 juta per bulan.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi membuka 61 formasi dengan jumlah pelamar sekitar 311 orang.

Untuk lulusan S1, kisaran gaji rata-rata berada pada rentang Rp9,67 juta hingga Rp12,29 juta per bulan.

Baca Juga: MA Tunjuk Wapres Delcy Rodriguez Presiden Sementara Venezuela, Anggap Presiden Diculik

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyediakan 65 formasi dengan jumlah pelamar sekitar 314 orang.

Pada jabatan seperti Fasilitator Pemerintahan, gaji yang ditawarkan berkisar antara Rp3 juta hingga Rp6 juta per bulan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN membuka cukup banyak formasi, yakni sekitar 500 posisi, dengan jumlah pelamar sekitar 397 orang.

Untuk jabatan Peneliti Ahli Muda, penghasilan yang diterima berada di rentang Rp7 juta hingga Rp11 juta per bulan.

Baca Juga: NRG Terhambat Karena Sinkronisasi Data, Ini Dampaknya ke Jadwal TPG 2026 dan Saran Menyikapinya

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila membuka 53 formasi dengan jumlah pelamar sekitar 570 orang.

Kisaran gaji cukup beragam, misalnya untuk Auditor Ahli Pertama yang menerima penghasilan sekitar Rp8,89 juta hingga Rp9,93 juta per bulan.

Sementara itu, jabatan Penata Kelola Hukum dan Perundang-undangan memiliki kisaran gaji sekitar Rp6,96 juta hingga Rp7,38 juta.

Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional membuka 86 formasi dengan jumlah pelamar sekitar 731 orang.

Baca Juga: Belum Terakomodasi, Guru Honorer Lobar Desak PPPK Paruh Waktu Tahap II

Kisaran gaji di instansi ini berada di rentang Rp6,71 juta hingga Rp8,06 juta per bulan.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme membuka 194 formasi dengan jumlah pelamar sekitar 773 orang.

Gaji yang ditawarkan berkisar antara Rp5,5 juta hingga Rp8 juta per bulan.

Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial menyediakan 145 formasi dengan jumlah pelamar sekitar 848 orang.

Baca Juga: Cek Daerahmu! Ini Daftar Daerah yang Lantik PPPK Paruh Waktu 2026

Gaji CPNS di lingkungan Setjen KY berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp9 juta per bulan.

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan membuka 86 formasi dengan jumlah pelamar sekitar 946 orang.

Jika dinyatakan lolos, CPNS di kementerian ini berpeluang memperoleh gaji hingga sekitar Rp9 juta per bulan.

Baca Juga: Bukan Dicabut, Ini Alasan JHT PPPK Paruh Waktu Belum Bisa Cair

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa kementerian dan lembaga yang relatif sepi peminat tidak selalu identik dengan gaji rendah.

Strategi memilih instansi yang tepat bisa menjadi pertimbangan penting bagi calon pelamar yang ingin meningkatkan peluang lolos pada seleksi CPNS 2026.***