POJOKSATU.ID - Solidaritas aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, patut diapresiasi.
Dalam rangkaian perayaan malam tahun baru 2026, ASN di daerah tersebut berhasil menghimpun donasi sebesar Rp300 juta.
Untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penggalangan donasi itu dipusatkan di Banawa dan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh lintas agama, serta masyarakat umum.
Baca Juga: Prabowo Soroti Air Bersih di Aceh Tamiang, KSAD Sempat Kelabakan Saat Ditanya Biaya Bor
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perayaan akhir tahun dapat dimaknai sebagai momentum kepedulian dan kemanusiaan.
Instruksi Langsung dari Bupati Donggala
Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan, dirinya secara langsung menginstruksikan seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK.
Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala untuk ikut berpartisipasi dalam penggalangan donasi tersebut.
Ia menetapkan sumbangan minimal sebesar Rp20.000 per orang sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap saudara-saudara di wilayah Sumatra yang tengah tertimpa bencana.
Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026 Diprediksi Cair Lebih Awal, Data KPM Akan Dievaluasi
“Solidaritas antarsesama manusia sangat penting, khususnya bagi masyarakat yang sedang dilanda bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Vera dikutip dari ANTARA JATENG pada Kamis (1/1/2026).
Balas Kebaikan Saat Donggala Pernah Dibantu
Vera mengingatkan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala).
Pernah merasakan solidaritas yang sama ketika dilanda gempa bumi dan likuifaksi pada 2018 silam.
Saat itu, bantuan dari berbagai daerah, termasuk Aceh dan wilayah Sumatra, mengalir deras ke Sulawesi Tengah.
“Warga Aceh dan Sumatera banyak memberikan bantuan kepada kita saat bencana 2018. Sekarang giliran kita menunjukkan kepedulian,” kata Vera.
Donasi ASN dan Masyarakat Umum
Penggalangan dana tidak hanya melibatkan ASN, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum.
Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Donasi dikumpulkan melalui berbagai metode, baik secara digital menggunakan QRIS maupun secara konvensional.
Hasilnya, total dana yang terkumpul mencapai Rp300 juta hanya dalam satu rangkaian kegiatan malam tahun baru.
Doa Bersama Lintas Agama
Selain penggalangan dana, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan doa bersama lintas agama.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Syarat dan Dokumen Pendaftaran KIP Kuliah 2026
Doa bersama diikuti oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat sebagai simbol solidaritas spiritual bagi para korban bencana.
Menurut Vera, doa bersama ini menjadi pengingat bahwa musibah dapat menimpa siapa saja, sehingga empati dan persatuan menjadi hal yang utama.
“Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga doa dan dukungan moral untuk saudara-saudara kita di Sumatra,” ujarnya.
Makna Perayaan Akhir Tahun
Bupati Donggala menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin menunjukkan bahwa perayaan akhir tahun tidak semata-mata berisi hiburan.
Festival dan perayaan dapat dimanfaatkan sebagai sarana menumbuhkan empati, solidaritas, dan kepedulian kemanusiaan terhadap sesama.
Baca Juga: Prabowo Geram Kinerja Pemerintah Dicibir, Tegaskan Menteri Turun ke Lokasi Bukan Pencitraan
Penggalangan donasi oleh ASN Donggala yang berhasil menghimpun Rp300 juta menjadi contoh nyata solidaritas antardaerah di Indonesia.
Melalui instruksi Bupati Donggala dan partisipasi aktif ASN dan juga masyarakat.
Perayaan malam tahun baru 2026 dimaknai sebagai momentum kemanusiaan untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.***




