POJOKSATU.id - Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses pendidikan digital di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang kini mulai direalisasikan adalah pengiriman internet satelit gratis ke satuan pendidikan yang berada di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Program ini menyasar sekolah-sekolah yang selama ini belum memiliki akses internet memadai, bahkan sama sekali belum terjangkau jaringan.
Program internet satelit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025.
Dengan fokus utama memperluas konektivitas pendidikan, khususnya di daerah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.
Baca Juga: 3 Manajer Investasi dengan Reksadana Pasar Saham Terbaik
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap tidak ada lagi kesenjangan digital antarwilayah, terutama dalam dunia pendidikan yang kini semakin bergantung pada teknologi dan akses informasi daring.
Sekolah Sasaran Diprioritaskan di Wilayah 3T
Tidak semua sekolah otomatis menerima bantuan internet satelit ini.
Berdasarkan informasi resmi dari Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kementerian Pendidikan, data sekolah sasaran bersumber dari Dapodik yang telah melalui proses verifikasi dan validasi oleh dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota setempat.
Baca Juga: Polsek Klari Siagakan 150 Personel Amankan Malam Tahun Baru 2026
Sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T menjadi prioritas utama, terutama satuan pendidikan yang tercatat belum memiliki koneksi internet atau mengalami keterbatasan akses jaringan.
Dengan mekanisme ini, pemerintah memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh sekolah yang paling membutuhkan.
Pengiriman Dilakukan Bertahap oleh Penyedia
Pengiriman perangkat internet satelit (Starlink) tidak dilakukan secara serentak, melainkan bertahap oleh pihak penyedia.
Proses pengiriman dilakukan langsung ke satuan pendidikan penerima tanpa melalui perantara.
Pihak penyedia akan menghubungi kepala satuan pendidikan melalui nomor telepon yang terdaftar aktif di Dapodik.
Karena itu, sekolah diminta memastikan data kontak kepala sekolah benar dan dapat dihubungi.
Adapun jadwal pengiriman dilakukan pada:
Hari: Senin hingga Minggu
Waktu: Pukul 08.00–17.00 waktu setempat
Baca Juga: Apa Itu E-PLKK BPJS Ketenagakerjaan? Ini Fungsi Penting yang Jarang Diketahui
Sekolah juga diminta menyiapkan tim penerima serta lokasi serah terima di lingkungan satuan pendidikan agar proses distribusi berjalan lancar.
Yang terpenting, tidak ada pungutan biaya apa pun hingga perangkat internet satelit diterima di sekolah.
Sebaran Penerima Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Program ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, dari pendidikan usia dini hingga pendidikan nonformal.
Baca Juga: Update Harga Bahan Pokok 31 Desember 2025, Naik, Stabil, atau Malah Turun?
Berdasarkan data resmi, total sekolah penerima mencapai 8.625 satuan pendidikan, dengan rincian sebagai berikut:
PAUD: 168 sekolah
SD: 6.868 sekolah
SMP: 950 sekolah
SMA: 166 sekolah
SMK: 81 sekolah
PKPLK: 21 sekolah
PNFI: 11 satuan pendidikan
Dominasi penerima pada jenjang SD menunjukkan bahwa pemerintah memprioritaskan penguatan fondasi pendidikan dasar di wilayah dengan keterbatasan akses digital.
Sebaran Penerima Berdasarkan Wilayah
Secara geografis, penerima bantuan internet satelit tersebar hampir di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di wilayah timur dan daerah kepulauan.
Baca Juga: Call 175 BPJS Ketenagakerjaan Bisa untuk Apa Saja? Ini Fungsi dan Jaminan Kerahasiaannya
Berikut sebarannya:
Papua: 1.872 sekolah
Sumatera: 1.608 sekolah
Nusa Tenggara Timur (NTT): 1.580 sekolah
Baca Juga: Belajar Bertahun-tahun Tapi Terhenti karena Ijazah Tertahan, Masalah Pendidikan Terus Berulang
Kalimantan: 1.232 sekolah
Sulawesi: 1.060 sekolah
Maluku: 892 sekolah
Jawa: 21 sekolah
Minimnya penerima di Pulau Jawa menunjukkan bahwa program ini benar-benar difokuskan untuk daerah yang selama ini tertinggal dalam hal infrastruktur internet.
Langkah Penting Agar Sekolah Tidak Terlewat
Agar tidak terlewat sebagai penerima atau mengalami kendala saat pengiriman, pihak sekolah disarankan melakukan beberapa langkah penting:
1. Memastikan data Dapodik terbaru dan valid, terutama alamat sekolah dan nomor kontak kepala satuan pendidikan.
2. Aktif memantau komunikasi, baik melalui telepon maupun koordinasi dengan dinas pendidikan setempat.
3. Menyiapkan lokasi dan tim penerima, sehingga perangkat bisa langsung diterima dan diamankan.
4. Tidak melayani permintaan biaya, karena seluruh proses pengiriman dilakukan secara gratis.
Langkah-langkah ini penting agar sekolah tidak kehilangan kesempatan mendapatkan fasilitas strategis yang dapat menunjang proses belajar mengajar.
Dorong Transformasi Digital Pendidikan
Kehadiran internet satelit di sekolah-sekolah wilayah 3T diharapkan menjadi pintu masuk transformasi digital pendidikan yang lebih merata.
Dengan koneksi internet, sekolah dapat mengakses platform pembelajaran digital, sumber belajar daring, pelatihan guru, hingga sistem administrasi pendidikan berbasis teknologi.
Lebih jauh, program ini juga mendukung visi besar pendidikan bermutu untuk semua, tanpa terkecuali, sebagaimana menjadi komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul di seluruh pelosok negeri.
Informasi resmi dan perkembangan lanjutan terkait program ini dapat dipantau melalui kanal resmi Kementerian Pendidikan, khususnya laman Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen.***



