POJOKSATU.ID - Perum Bulog kembali menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke wilayah Papua Raya pada Desember 2025.

Penyaluran ini dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas harga beras sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Papua Raya menjadi salah satu prioritas penyaluran SPHP mengingat tantangan distribusi dan fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi, terutama menjelang akhir tahun.

Bulog memastikan penyaluran dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kondisi geografis dan kesiapan infrastruktur di masing-masing daerah.

Baca Juga: Paket Pangan Murah Jelang Desember 2025! Ini Daftar Wilayah Jawa Barat yang Sudah Dijangkau Bulog

Berdasarkan skema penyaluran Bulog, wilayah Papua Raya yang sudah dan mulai menerima beras SPHP mencakup Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat.

Di tingkat kabupaten dan kota, distribusi difokuskan pada pusat-pusat permukiman dan wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi.

Daerah yang menjadi sasaran penyaluran antara lain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Mimika, Nabire, Jayawijaya, Yahukimo, Manokwari, Sorong, serta sejumlah kabupaten lain yang masuk dalam jalur distribusi Bulog setempat.

Penyaluran dilakukan melalui pasar tradisional, kios pangan, serta mitra penjualan resmi Bulog.

Baca Juga: Kena PHK Tak Lagi Nol Rupiah! Ini Manfaat JKP Uang Tunai 60 Persen Gaji Selama 6 Bulan

Beras SPHP yang disalurkan merupakan beras medium dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah agar tetap terjangkau masyarakat.

Program ini bertujuan menahan laju kenaikan harga beras di tingkat konsumen, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.

Untuk jumlah penerima, Bulog menargetkan ratusan ribu kepala keluarga di wilayah Papua Raya sebagai sasaran manfaat.

Berdasarkan pola distribusi sebelumnya, setiap kabupaten dan kota mendapatkan alokasi sesuai jumlah penduduk dan kebutuhan konsumsi.

Penyaluran dilakukan dalam beberapa tahap sepanjang Desember 2025.

Setiap titik distribusi SPHP diperkirakan melayani ribuan hingga puluhan ribu penerima manfaat, tergantung pada luas wilayah dan kepadatan penduduk.

Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah, dinas pangan, serta aparat setempat untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

Baca Juga: Tak Perlu Antre! Klaim JHT Online via Lapak Asik, Ini Syarat dan Waktunya

Bulog menegaskan bahwa stok beras nasional, termasuk untuk wilayah Papua Raya, dalam kondisi aman.

Cadangan beras pemerintah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan gangguan distribusi akibat cuaca maupun kondisi geografis.

Masyarakat diimbau membeli beras SPHP hanya di titik resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan.

Pemerintah daerah juga diminta aktif melakukan pengawasan agar tidak terjadi penyelewengan atau penjualan di atas harga eceran yang ditetapkan.

Baca Juga: Tambahan DAU Disahkan, TPG THR 100 Persen 2025 Masuk Tahap Akhir Pencairan

Dengan penyaluran SPHP ini, pemerintah berharap stabilitas harga beras di Papua Raya dapat terjaga hingga akhir tahun.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan pangan masyarakat di wilayah paling timur Indonesia.***