POJOKSATU.id - Program Pemagangan Nasional Tahun 2025 memasuki fase akhir dari sisi rekrutmen.

Pelaksanaan Batch III menandai selesainya seluruh tahapan pendaftaran, seleksi, dan penetapan peserta untuk tahun anggaran 2025, dengan total peserta yang dinyatakan lolos sejak Batch I hingga Batch III mencapai 102.697 orang.

Angka tersebut melampaui target nasional sebanyak 100 ribu peserta yang telah ditetapkan pemerintah sejak awal pelaksanaan Program Magang Nasional 2025.

Baca Juga: Rocky Gerung Anggap Presiden Prabowo Antikritik Mengatasi Persoalan Bencana Sumatera

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, Batch III yang dibuka pada 16 Desember 2025 berhasil menjaring 24.457 lulusan perguruan tinggi.

Dengan capaian ini, kuota nasional Program Magang Nasional 2025 dari sisi rekrutmen dinyatakan terpenuhi.

Namun, rampungnya rekrutmen tidak serta-merta berarti program magang telah berakhir sepenuhnya.

Program ini dirancang dengan durasi pemagangan selama enam bulan, sehingga khusus untuk peserta Batch III, pelaksanaan magang masih berjalan dan diproyeksikan baru berakhir sekitar pertengahan Juni 2026.

Baca Juga: SIMAK! PPPK Berhak Menerima THR Proporsional Jika Memenuhi 2 Syarat ini!

Peserta yang lolos seleksi berhak menerima upah bulanan sebesar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), disesuaikan dengan wilayah perusahaan penyelenggara tempat mereka menjalani pemagangan.

“Batch III ini melengkapi target 100 ribu peserta magang secara nasional. Menariknya, jumlah pelamar meningkat hampir sepuluh kali lipat dibandingkan kuota yang tersedia, sehingga rasio kompetisinya mencapai 1 banding 10,” ujar Yassierli.

Ia menilai tingginya animo pendaftar mencerminkan besarnya minat generasi muda terhadap program pemagangan sebagai jembatan menuju dunia kerja, sekaligus menunjukkan bahwa Program Magang Nasional masih relevan di tengah ketatnya persaingan lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Apakah Mahasiswa Dapat Libur Akhir Tahun? Begini Kebijakan di Perguruan Tinggi, Simak Jadwal Libur Nataru 2025

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, mengungkapkan bahwa Batch III mencatat tingkat partisipasi tertinggi sepanjang pelaksanaan Program Magang Nasional 2025.

Sebanyak 212.533 pelamar tercatat mendaftar, hampir tiga kali lipat dibandingkan batch sebelumnya.

Dari sisi penyelenggara, tercatat 9.408 perusahaan mendaftar sebagai mitra.

Setelah melalui proses verifikasi, 6.580 perusahaan ditetapkan sebagai perusahaan penerima peserta magang.

Baca Juga: Mulai 2026, Skema Gaji ASN 2026 Resmi Dibedakan, Ini Perbedaan PNS, PPPK Penuh Waktu, dan Paruh Waktu, Simak Rinciannya

Adapun kuota magang Batch III mencapai 31.627 orang, dengan peserta yang dinyatakan lolos seleksi sebanyak 24.457 orang.

Anwar menegaskan, keberhasilan capaian kuantitatif tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah berperan sebagai perumus kebijakan, kementerian dan lembaga memfasilitasi, dunia usaha dan industri menyediakan tempat magang, serta perguruan tinggi menyiapkan talenta yang kompeten.

Baca Juga: Siapa Saja yang Bisa Melihat Nilai TKA 2025? Pahami Hak Siswa, Ini Peran Penting Pihak yang Berwenang, Mitigasi Kebocoran Data Disiapkan

Meski rekrutmen Program Magang Nasional 2025 telah selesai, pelaksanaan di lapangan masih menyisakan sejumlah catatan penting, terutama dari pengalaman batch awal yang hingga kini masih berlangsung.

Berikut catatan yang harus dicermati:
1. Batasan Tahun Kelulusan Jadi Sorotan
Program Magang Nasional Kemnaker hanya membuka kesempatan bagi fresh graduate dengan batas kelulusan maksimal satu tahun terakhir sejak program dibuka.

Artinya, lulusan Agustus 2024 ke bawah tidak dapat mendaftarkan diri.

Baca Juga: PPPK Wajib Tahu! Ini Aturan THR Proporsional Sesuai Masa Kerja

Kebijakan ini menuai kritik karena dinilai belum sepenuhnya menjawab realitas tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi yang telah lebih dari satu tahun lulus namun masih menganggur dan membutuhkan akses pengalaman kerja.

2. Timeline Seleksi Dinilai Terlalu Mepet
Proses seleksi yang berlangsung cepat juga menjadi sorotan. Banyak peserta mengaku tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri, terutama bagi mereka yang harus berpindah kota dan mencari tempat tinggal baru.

Kondisi ini mendorong sebagian peserta memilih mengundurkan diri. Timeline yang terlalu singkat juga berpotensi memengaruhi kualitas penempatan, termasuk adanya posisi magang yang tidak selaras dengan latar belakang pendidikan peserta.

3. Kendala Teknis Website MagangHub
Lonjakan jumlah pendaftar turut berdampak pada performa website MagangHub. Keluhan terkait sistem yang sering mengalami gangguan hingga sulit diakses masih banyak disampaikan peserta.

Baca Juga: Malam Puncak Duta Kampus ITB 2025, Enam Mahasiswa Terpilih Jadi Representasi Resmi Kampus

Lebih jauh, adanya laporan akun pendaftar yang tertukar dengan akun milik orang lain memunculkan kekhawatiran serius terkait keamanan data pribadi peserta.

4. Dugaan Pungutan oleh Oknum Perekrut
Isu lain yang sempat mencuat adalah dugaan permintaan bayaran oleh oknum perekrut di perusahaan mitra.

Sejumlah peserta mengaku diminta sejumlah uang setelah dinyatakan lolos seleksi.

Praktik ini jelas bertentangan dengan prinsip Program Magang Nasional yang seharusnya bebas biaya dan berorientasi pada pengembangan kompetensi.

Jika tidak ditindak tegas, kepercayaan publik terhadap program ini bisa terkikis.

Baca Juga: Kabar Gembira PPPK Paruh Waktu, Benarkah Gaji Lebih Besar dari Honorer Lama? Simak Penjelasannya

Rekrutmen Program Magang Nasional 2025 memang telah ditutup. Namun, keberhasilan sesungguhnya baru bisa diukur ketika seluruh peserta, khususnya Batch III yang masih berjalan hingga 2026, benar-benar memperoleh pengalaman kerja yang layak, aman, dan relevan.

Di situlah evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar program besar ini tidak berhenti sekadar pada angka. ***