POJOKSATU.id - Transformasi digital di dunia ketenagakerjaan terus bergerak cepat. 

Salah satu inovasi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mencuri perhatian dengan menghadirkan fitur AI Interview Session. 

Platform AI Interview Session merupakan teknologi simulasi wawancara kerja berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu pencari kerja mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum menghadapi perekrut sesungguhnya.

Baca Juga: Geger di Luwu, Pria Afrika Nekat ke Indonesia untuk Menikahi Gadis yang Dikenalnya di Facebook

Melalui fitur ini, pengguna dapat mengikuti sesi wawancara interaktif berbasis suara. 

Sistem AI akan berperan sebagai pewawancara, mengajukan pertanyaan yang disesuaikan dengan kebutuhan rekrutmen, mulai dari pertanyaan umum hingga simulasi pertanyaan perilaku dan kompetensi kerja.

Tidak berhenti pada substansi jawaban, AI Interview Session juga memanfaatkan kamera perangkat pengguna untuk menganalisis aspek nonverbal. 

Baca Juga: Letnan Jenderal Fanil Tewas Kena Ledakan Bom, Peledak Dipasang di Bawah Mobilnya

Gestur tubuh, ekspresi wajah, hingga cara pengguna menjaga kontak mata menjadi bagian penting dari penilaian yang dilakukan sistem.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan praktik wawancara modern, di mana perusahaan tidak hanya menilai apa yang disampaikan kandidat, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya. 

Bahasa tubuh dan ekspresi dinilai mencerminkan kepercayaan diri, kesiapan mental, serta profesionalisme pelamar.

Baca Juga: Viral! Kades di Lombok Tengah Berendam di Kubangan Lumpur, Protes Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Netizen Justru Bertanya Kemana Dana Desa

Setelah sesi wawancara berakhir, sistem secara otomatis menyusun laporan evaluasi menyeluruh. 

Laporan tersebut memuat analisis ketepatan jawaban, struktur penyampaian, intonasi suara, hingga konsistensi gestur selama wawancara berlangsung.

“Setelah sesi berakhir, sistem akan memberikan evaluasi menyeluruh, mulai dari ketepatan jawaban hingga rekomendasi pengembangan diri yang perlu dilakukan pengguna sebelum menghadapi wawancara yang sebenarnya,” jelas Azarya Aditya, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Informatika UM, bersama timnya berhasil mengembangkan IntervYou.

Baca Juga: THR TPG Guru 2025 Cair Bertahap, Ini Tanda-Tanda Proses Sudah Masuk Tahap Akhir

Rekomendasi yang dihasilkan tidak bersifat umum. 

AI akan memberikan saran spesifik yang dapat langsung diterapkan pengguna, seperti memperbaiki cara membuka jawaban, mengurangi gerakan tubuh berlebihan, atau meningkatkan kejelasan artikulasi saat berbicara.

Bagi pencari kerja pemula maupun lulusan baru, fitur ini menjadi sarana latihan yang aman tanpa tekanan. 

Baca Juga: Wakapolres Karawang Cek Pos Pam KM 62, Pastikan Nataru Aman

Sementara bagi profesional berpengalaman, AI Interview Session dapat dimanfaatkan untuk mengasah kembali kemampuan komunikasi dan adaptasi terhadap standar rekrutmen yang semakin kompetitif.

Inovasi ini juga diharapkan memberikan dampak signifikan bagi pencari kerja di Jawa Timur. 

Dengan akses latihan wawancara berbasis teknologi, kesenjangan kesiapan antara pelamar daerah dan pasar kerja global dapat ditekan secara bertahap.

Baca Juga: Viral! Momen Tak Biasa Disekolah, Dua Petugas Damkar Datang untuk Ambil Rapor Siswi

Di tengah persaingan kerja yang kian ketat, kehadiran Platform IntervYou bukan sekadar inovasi teknologi. 

Lebih dari itu, fitur ini menjadi ruang belajar yang membantu pencari kerja mengenali potensi diri, memperbaiki kekurangan, dan melangkah ke ruang wawancara sesungguhnya dengan rasa percaya diri yang lebih kuat. ***