POJOKSATU.id - Video seorang kepala desa yang nekat mandi lumpur di tengah jalan berlubang mendadak menggegerkan jagat media sosial.
Aksi tak biasa itu dilakukan Selamat Riadi, Kepala Desa Bonder, Lombok Tengah, yang sudah kehabisan cara untuk memprotes kerusakan jalan di wilayahnya.
Jalan yang menjadi akses utama warganya itu dibiarkan rusak parah bertahun-tahun, tanpa satu pun langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah.
Baca Juga: Kapolres dan Bupati Karawang Cek Perbaikan Jalan Tanjungpura–Galuh Mas
Dalam video yang viral, terlihat Selamat, bertelanjang dada, berdiri di kubangan lumpur sambil menyiramkan air berlumpur ke tubuhnya.
Sesekali ia bahkan berbaring di tengah genangan seperti sedang ‘berendam’ di spa lumpur ala pedesaan. Namun tentu saja, aksi itu jauh dari candaan.
Di sekelilingnya, puluhan pemuda desa ikut mendampingi sang kades sebagai bentuk dukungan dan solidaritas.
Baca Juga: Kapolres dan Bupati Karawang Cek Perbaikan Jalan Tanjungpura–Galuh Mas
Mereka tampak geram, kecewa, sekaligus ingin mempertontonkan betapa parahnya kondisi jalan yang tiap hari mereka lewati.
Kepada warga dan sejumlah media, Selamat membenarkan bahwa aksi itu dilakukan pada Sabtu (20/12/2025).
Ia mengungkapkan rasa frustrasinya karena berbagai upaya menyuarakan keluhan warga soal kerusakan jalan tak pernah mendapat tanggapan memadai dari pemerintah daerah.
Baca Juga: THR TPG Guru 2025 Cair Bertahap, Ini Tanda-Tanda Proses Sudah Masuk Tahap Akhir
Alih-alih aksi demonstrasi yang dipenuhi spanduk dan pengeras suara, Selamat memilih cara ekstrem yang sulit diabaikan mandi lumpur langsung di titik jalan yang rusak.
Setiap kendaraan yang melintas pun otomatis memperhatikan aksinya.
Beberapa pengendara sempat melambatkan laju kendaraan untuk memastikan apa yang sedang terjadi, karena pemandangan itu terlalu janggal untuk dilewatkan begitu saja.
Yang membuat warganya makin kecewa, jalan tersebut sebenarnya sudah berkali-kali diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.
Baca Juga: Kapolres dan Bupati Karawang Cek Perbaikan Jalan Tanjungpura–Galuh Mas
Namun usaha mereka tak pernah bertahan lama. Hujan, beban kendaraan berat, dan kondisi tanah membuat kerusakan kembali muncul.
Di sisi lain, Selamat menuturkan masih belum mendapat kejelasan resmi mengenai status jalan itu.
Informasi yang beredar menyebut ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang sedang dalam proses peningkatan status menjadi jalan provinsi.
Baca Juga: THR TPG 100 Persen 2025 Dipastikan Cair, Ini Faktor Daerah yang Menentukan Cepat atau Lambat
Proses administrasi yang tak kunjung rampung itu diduga membuat penanganan menjadi mandek di tengah jalan.
Setelah video viral, komentar warganet justru semakin memanaskan suasana.
Banyak yang menilai tindakan ekstrem sang kades adalah bukti bahwa komunikasi pemerintah dengan desa tidak berjalan baik.
Baca Juga: Kapolres dan Bupati Karawang Cek Perbaikan Jalan Tanjungpura–Galuh Mas
Namun sebagian netizen juga menyampaikan kritik lain jika benar jalan itu berada di wilayah desa, bukankah dana desa bisa digunakan untuk melakukan perbaikan darurat?
Tidak sedikit yang bertanya-tanya soal transparansi pengelolaan keuangan desa serta alasan mengapa warga harus terus memperbaiki secara swadaya.
Sementara ada dana resmi yang bisa dimanfaatkan.
Perdebatan di media sosial pun semakin melebar.
Ada yang membela kades karena berani turun langsung ke lumpur demi memperjuangkan hak warganya. Ada juga yang menilai aksi mandi lumpur itu terlalu teatrikal.
Terlepas dari pro dan kontra, satu hal jelas video tersebut sukses menggugah perhatian publik dan menyorot tajam kondisi infrastruktur di daerah itu.
Baca Juga: Kapolres dan Bupati Karawang Cek Perbaikan Jalan Tanjungpura–Galuh Mas
Warga kini menunggu tindak lanjut pemerintah agar jalan vital tersebut tidak lagi menjadi kubangan lumpur yang membahayakan.***




