POJOKSATU.id - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selalu identik dengan persaingan ketat dan jutaan pelamar.
Namun kondisi berbeda justru terjadi pada formasi CPNS peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Setiap tahun, BRIN membuka ratusan formasi CPNS peneliti, tetapi banyak kursi yang tidak terisi karena minimnya pelamar yang lolos.
Fakta ini menjadi sorotan, mengingat BRIN merupakan lembaga riset terbesar di Indonesia dengan peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi nasional.
Ironisnya, di tengah kebutuhan peneliti yang tinggi, minat CPNS pada jalur ini masih tergolong rendah.
Ratusan Formasi CPNS Peneliti BRIN Kosong
BRIN secara rutin membuka sekitar 500 formasi CPNS peneliti setiap tahun.
Baca Juga: Kantor Polsek MBG Ludes Dibakar, Mobil dan Motor Dirusak Massa, Kapolres dalam Perjalanan ke TKP
Namun, jumlah pelamar yang berhasil lolos seleksi jauh dari kuota yang disediakan.
Dalam beberapa tahun terakhir, hanya sekitar 200 orang yang berhasil masuk, sementara sisanya dibiarkan kosong.
Kondisi ini diungkap langsung oleh pimpinan BRIN dalam forum resmi.
Baca Juga: Viral Aceh Timur! Solar Keluar dari Dalam Tanah, Warga Ambil Pakai Gelas Air Mineral Untung Banyak!
Kekosongan formasi tersebut bukan karena formasi fiktif, melainkan karena tidak terpenuhinya syarat oleh pelamar atau minimnya jumlah pendaftar yang sesuai kualifikasi.
Penjelasan Resmi BRIN
Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, mengakui bahwa rekrutmen CPNS peneliti masih menjadi tantangan besar bagi lembaganya.
Dikutip dari Indikator Bisnis, 14 November 2025, Agus Haryono menyatakan:
“Meskipun setiap tahun kami membuka sekitar 500 lowongan CPNS peneliti, yang masuk hanya sekitar 200 orang. Artinya, masih ada ratusan slot yang belum terisi,”.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa BRIN masih sangat membutuhkan sumber daya manusia di bidang riset.
Baca Juga: Prabowo Bangga 91 Emas SEA Games, Tapi Ngaku Pusing Bonus Atlet
Namun pasokan peneliti ASN belum sebanding dengan kebutuhan.
Kenapa CPNS Peneliti BRIN Sepi Peminat?
Ada beberapa faktor utama yang membuat formasi CPNS peneliti BRIN kurang diminati.
Salah satunya adalah syarat pendidikan yang tinggi, yakni minimal lulusan doktor (S3) untuk sebagian besar jabatan peneliti.
Selain itu, proses seleksi peneliti dinilai lebih ketat karena tidak hanya mengandalkan tes kompetensi dasar dan bidang.
Baca Juga: PPG Bukan Jaminan ASN, Namun Jadi Syarat Penting, Begini Penjelasan Sistem Rekrutmen Guru
Tetapi juga rekam jejak riset, publikasi ilmiah, serta kesesuaian keilmuan dengan kebutuhan BRIN.
Di sisi lain, banyak lulusan S2 dan S3 lebih memilih jalur non-ASN.
Seperti bekerja di universitas, lembaga riset swasta, atau institusi internasional yang menawarkan fleksibilitas dan remunerasi berbeda.
Baca Juga: Heboh Pascabanjir! Warga Aceh Temukan Dua Senjata Api Aktif Tersembunyi di Plafon Dapur
Padahal Karier Peneliti BRIN Menjanjikan
Meski sepi peminat, karier sebagai peneliti BRIN sebenarnya sangat menjanjikan.
Peneliti ASN memiliki jenjang karier fungsional yang jelas, kesempatan riset jangka panjang, serta akses pada fasilitas dan pendanaan penelitian negara.
Selain itu, peneliti BRIN juga memiliki peluang besar untuk terlibat dalam proyek strategis nasional dan kolaborasi internasional.
Bahkan pengembangan inovasi yang berdampak langsung pada kebijakan publik dan industri.
Status sebagai ASN juga memberikan kepastian karier, termasuk jaminan kesejahteraan, pengembangan kompetensi berkelanjutan, dan pengakuan profesional.
Peluang Besar bagi Calon CPNS Peneliti
Kondisi banyaknya formasi kosong justru menjadi peluang besar bagi calon CPNS peneliti yang memenuhi kualifikasi.
Persaingan yang relatif lebih longgar dibandingkan formasi CPNS lain bisa dimanfaatkan oleh lulusan doktor yang memiliki minat kuat di dunia riset.
BRIN juga terus mendorong peningkatan minat generasi muda terhadap karier peneliti melalui berbagai program pembinaan, kolaborasi kampus, dan skema riset nasional.
Baca Juga: Bayar Seragam ASN 2026 Pakai Uang Negara atau Pribadi? Ini Jawaban Resminya
Bagi calon ASN dengan latar belakang riset dan pendidikan tinggi, kondisi ini seharusnya menjadi peluang emas.
Di tengah ketatnya persaingan CPNS di sektor lain, jalur peneliti BRIN justru masih terbuka lebar bagi mereka yang siap berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi Indonesia.***




