POJOKSATU.ID - Di tengah warga membersihkan rumah pascabanjir, dua pucuk senjata api rakitan aktif ditemukan tersimpan rapi di dalam sebuah karung beras.

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menyisakan temuan mengejutkan.

Temuan berbahaya itu langsung diserahkan kepada kepolisian dan kini tengah dalam penyelidikan mendalam.

Baca Juga: Dari Tanggap Darurat hingga Pemulihan, BRI Perkuat Peran BUMN Peduli di Sumatera

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengungkapkan, dua senjata api rakitan tersebut diamankan oleh Polres Bener Meriah pada Rabu 17 Desember 2025.

Pengamanan berawal dari laporan masyarakat yang menemukan benda mencurigakan saat membersihkan rumah mereka yang terdampak banjir.

Aris mengatakan, Dua senjata api rakitan yang diserahkan masing-masing berupa senjata laras panjang menyerupai SSI berpelontar dan senjata laras pendek menyerupai FN Colt.

Baca Juga: Profil Ade Kuswara Kunang, Bupati Muda PDIP dengan Aset Puluhan Hektare yang Kini Terjerat OTT KPK

"Keduanya masih dalam kondisi aktif dan layak digunakan,” ujar Aris, dikutip dari Tirto.id, 20 Desember 2025.

Tak hanya senjata, polisi juga mengamankan 19 butir amunisi revolver kaliber 38 Special (SPC).

Dari jumlah tersebut, tujuh butir masih aktif, dua butir berupa proyektil, serta sepuluh lainnya merupakan selongsong bekas pakai.

Baca Juga: Bayar Seragam ASN 2026 Pakai Uang Negara atau Pribadi? Ini Jawaban Resminya

Fakta ini menambah kekhawatiran aparat, mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan jika senjata tersebut jatuh ke tangan yang salah.

Berdasarkan keterangan warga, senjata api itu ditemukan tersimpan dalam karung beras yang diletakkan di atas plafon dapur rumah.

Lokasi penyimpanan yang tersembunyi memunculkan pertanyaan besar terkait kepemilikan dan tujuan penyimpanan senjata tersebut.

Warga yang menemukan mengaku tidak mengetahui asal-usul senjata dan memilih langsung melaporkannya ke polisi demi menghindari risiko.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Intelkam Polres Bener Meriah Iptu Fadhllulillah segera mengerahkan personel ke lokasi penemuan.

Baca Juga: NUPTK Belum Terbit Meski Lulus PPG, Simak Pengaruhnya terhadap Hak Guru dan Solusi Administratifnya

Guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bahan keterangan.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami masih mendalami dari mana senjata ini berasal, siapa pemiliknya, dan untuk kepentingan apa ini disimpan. Penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh,” kata Aris.

Baca Juga: Warna Baru Seragam ASN 2026! Khaki-Hitam untuk PNS dan PPPK, Benarkah? Ini Aturan Resminya

Penemuan ini menambah daftar persoalan keamanan yang kerap muncul pascabencana.

Situasi darurat sering kali membuka fakta tersembunyi, termasuk keberadaan barang-barang ilegal yang sebelumnya luput dari pengawasan.

Aparat menilai temuan senjata api rakitan aktif ini sebagai sinyal serius yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga: Ucapan Megawati Soal BMKG Bikin Ramai Sebut BMKG Itu Saya yang Bikin, Netizen Langsung Kaya Engga Percaya!

Kapolres Bener Meriah mengapresiasi sikap warga yang proaktif dan kooperatif dalam menyerahkan senjata api ilegal tersebut.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Aris mengatakan, Keberhasilan pengamanan dua senjata api rakitan ini adalah bukti nyata kuatnya kerja sama Polri dan masyarakat.

"Kami mengimbau warga agar segera melaporkan jika menemukan barang berbahaya atau mencurigakan,” tegas Aris.

Polres Bener Meriah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan, khususnya di wilayah pascabencana.

Untuk memastikan tidak ada potensi ancaman keamanan yang berkembang di tengah proses pemulihan daerah.***