POJOKSATU.id - Hasil seleksi administrasi Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat 2025 resmi dirilis, menandai tahapan penting bagi ribuan pelamar yang mengikuti rekrutmen melalui laman SSCASN.
Dari total 13.429 pelamar yang mendaftar, sebanyak 13.171 orang dinyatakan memenuhi kualifikasi pendidikan pada formasi yang mereka tuju.
Sementara itu, 256 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi, namun tetap diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Di tengah pengumuman tersebut, tidak sedikit peserta yang menemukan status berbeda pada halaman SSCASN mereka yakni “Data anda belum diverifikasi oleh Instansi yang anda pilih, mohon untuk menghubungi instansi yang anda pilih”.
Status ini menimbulkan banyak pertanyaan, terutama dari peserta yang khawatir dianggap gagal sejak awal.
Padahal, arti status tersebut tidak otomatis mengarah pada penolakan.
Status “belum diverifikasi” menunjukkan bahwa dokumen pendaftaran pelamar belum dicek oleh instansi yang mereka tuju dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos), sebagai penyelenggara seleksi PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat 2025.
Artinya, berkas pendaftaran masih berada pada tahap pending dan belum melalui proses validasi resmi oleh verifikator instansi.
Kondisi ini umum terjadi pada masa awal pengumuman ketika proses verifikasi instansi belum sepenuhnya selesai atau ketika pembaruan data di sistem SSCASN mengalami keterlambatan.
Dalam beberapa kasus, instansi juga melakukan verifikasi secara bertahap sehingga sebagian pelamar sudah mendapatkan status akhir, sementara sebagian lainnya masih menunggu giliran.
Kemensos tahun ini membuka 3.003 formasi untuk PPPK Tenaga Kependidikan yang akan ditempatkan di 166 Sekolah Rakyat jenjang SD, SMP, SMA, hingga sekolah terintegrasi.
Formasi tersebut mencakup posisi Wali Asuh, Wali Asrama, Operator Sekolah, Pengelola Keuangan, dan Tenaga Administrasi.
Baca Juga: Tak Lolos PPPK Paruh Waktu? Pemerintah Buka Pendataan Non ASN 2025 untuk Semua Honorer
Besarnya jumlah pelamar serta pemerataan penempatan di ratusan sekolah menyebabkan proses verifikasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Karena itu, status “belum diverifikasi” lebih menggambarkan situasi administratif yang masih berjalan, bukan hasil akhir seleksi.
Peserta yang mendapatkan status tersebut diminta untuk menghubungi instansi terkait.
Tujuannya bukan untuk mempercepat verifikasi, melainkan memastikan apakah dokumen mereka memang belum diproses atau terdapat catatan tertentu yang perlu diperbaiki.
Peserta dianjurkan memantau pengumuman resmi Kemensos, mengecek kontak layanan atau helpdesk yang disediakan dalam pengumuman seleksi, serta terus memantau dashboard SSCASN selama masa sanggah berlangsung pada 9–11 Desember 2025.
Untuk periode jawaban sanggah oleh instansi sendiri dijadwalkan pada 9–12 Desember 2025.
Beberapa peserta melaporkan bahwa setelah menghubungi instansi, mereka diminta menunggu karena proses verifikasi masih berlangsung.
Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa status “belum diverifikasi” memang bukan keputusan kelulusan, melainkan kondisi sementara dalam proses administrasi.
Status ini dapat berubah setelah verifikator Kemensos menyelesaikan pemeriksaan berkas.
Peserta diimbau tidak panik, karena masih terdapat ruang waktu untuk pembaruan data hingga seluruh proses verifikasi administrasi selesai sesuai jadwal.
***



