POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Berau resmi memasuki era baru digitalisasi kehadiran pegawai.
Melalui aplikasi iPresensi, seluruh ASN dan PPPK di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini diwajibkan beralih.
Dari sistem fingerprint konvensional menuju sistem absensi digital berbasis GPS yang lebih transparan dan efisien.
Sistem ini menjadi salah satu inovasi terbesar Diskominfo Berau dalam reformasi birokrasi daerah.
Mengingat selama bertahun-tahun absensi pegawai masih mengandalkan perangkat fingerprint yang rentan rusak, boros anggaran perawatan, dan tidak terintegrasi secara real time.
Dengan iPresensi, Pemkab Berau berharap kehadiran ASN tercatat lebih akurat sekaligus menghindari praktik manipulasi yang selama ini sulit dideteksi.
Baca Juga: Pamapta Polres Karawang Tangani Temuan Pria Gantung Diri di Purwasari
iPresensi Mulai Dipakai ASN Berau, Apa Sebenarnya Sistem Ini?
iPresensi adalah aplikasi absensi digital berbasis gawai (smartphone) yang dikembangkan Diskominfo Berau.
Berfungsi untuk mencatat kehadiran ASN melalui verifikasi lokasi dan waktu secara otomatis.
Sistem ini mencatat presensi real time yang langsung tersimpan di server OPD.
Baca Juga: BPBD Ingatkan Para Pendaki Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem
Sehingga pimpinan dapat memantau kehadiran pegawai kapan pun tanpa perlu mengumpulkan data manual.
Menurut laporan resmi, hingga awal 2025, sekitar 60 persen OPD di Berau sudah menerapkan iPresensi, yang mencakup ± 6.000 ASN dan PPPK.
Mengapa iPresensi Dibuat dan Apa Alasannya?
Sebelumnya, absensi ASN masih mengandalkan fingerprint yang memerlukan:
- perangkat khusus,
- biaya pemeliharaan tahunan,
- penggantian alat ketika rusak,
- dan pencatatan manual yang memakan waktu.
Baca Juga: RSUD Jatisari Gelar Skrining TB Massal di Pisangsambo
iPresensi menggantikan semua itu dengan pendekatan digital yang jauh lebih murah dan mudah diakses, cukup melalui smartphone yang dimiliki pegawai.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan bahwa penerapan iPresensi memberikan banyak keuntungan bagi ASN maupun OPD.
“Absensi digital ini membuat proses pendataan jauh lebih cepat dan akurat. Pegawai cukup menggunakan handphone yang mereka miliki."
"Selain lebih murah, proses pengawasan kehadiran juga jauh lebih mudah.” dikutip dari BerauTerkini, 6 Desember 2025.
Pernyataan ini menegaskan bahwa iPresensi bukan sekadar aplikasi baru, tetapi fondasi baru untuk tata kelola kehadiran ASN yang lebih transparan.
Cara Kerja iPresensi, Absen dengan GPS, Bukan Lagi Sidik Jari
Berbeda dari fingerprint yang hanya mencatat kehadiran di alat tertentu, iPresensi bekerja sepenuhnya melalui ponsel.
Fitur utama iPresensi meliputi:
1. Verifikasi Lokasi Berbasis GPS
Pegawai hanya dapat absen di lokasi yang sudah ditentukan sistem. Ini mencegah titip absen atau manipulasi kehadiran.
2. Real-Time Tracking
Absensi dicatat secara langsung dan terkirim otomatis ke dashboard pimpinan OPD.
3. Integrasi Data Otomatis
Tidak ada lagi input manual atau risiko salah data.
Baca Juga: Sidang Pendidikan Gibran Memanas, Penggugat Tak Punya Ahli tapi Tuntut Rp 125 Triliun!
4. Hemat Biaya Operasional
Tidak perlu perangkat presensi fisik, menghemat anggaran OPD yang sebelumnya dialokasikan untuk perawatan fingerprint.
Mengapa Banyak ASN Berau Mulai Beralih ke Sistem Ini?
Penerapan sistem absensi digital memberikan dampak nyata terhadap:
1. Transparansi Kehadiran
Tidak ada lagi kehadiran fiktif atau pegawai yang tercatat hadir tanpa berada di kantor.
2. Disiplin Pegawai Lebih Terkontrol
Dengan presensi real time, pimpinan bisa langsung melihat siapa yang datang tepat waktu dan siapa yang terlambat.
3. Efisiensi Administrasi
Laporan kehadiran dapat diunduh kapan saja, tanpa perlu rekap manual.
4. Modernisasi Birokrasi
Berau menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan absensi digital berbasis aplikasi.
Tantangan Implementasi, Tidak Semua Mulus
Meski inovatif, iPresensi masih menghadapi beberapa kendala:
Baca Juga: 13 ASN DIPECAT SEKALIGUS! Zudan Ketok Palu Tanpa Ampun, Ini Daftar Pelanggarannya!
1. Masalah Jaringan di Daerah Blankspot
Beberapa wilayah di Berau belum memiliki sinyal stabil sehingga membutuhkan sistem presensi alternatif.
2. Adaptasi Pegawai
ASN yang tidak familiar dengan aplikasi digital perlu pendampingan agar bisa menggunakan iPresensi dengan benar.
3. Potensi Penyalahgunaan GPS
Seperti terjadi di daerah lain, ada kemungkinan oknum mencoba memakai GPS palsu (fake GPS), sehingga pengawasan tetap harus diperketat.
Menggantikan Fingerprint, Efisiensi Besar untuk Pemerintah Daerah
Bagi OPD, transisi dari fingerprint ke iPresensi berarti:
- anggaran pengadaan fingerprint tidak diperlukan lagi,
- tidak ada biaya perawatan mesin,
- tidak ada lagi antrean panjang di depan alat fingerprint,
- data kehadiran pegawai kini seragam dan terpusat.
Digitalisasi absensi juga mendukung rencana implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Berau.
Ke depan, iPresensi berpotensi menjadi standar nasional jika terbukti efektif di Berau.***




