POJOKSATU.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan perekrutan 19.500 pegawai baru selama periode 2025–2029.

Strategi rekrutmen ini dilakukan secara “hybrid”, tidak hanya membuka peluang bagi lulusan sekolah kedinasan seperti Politeknik Keuangan Negara STAN, tetapi juga untuk lulusan SMA hingga sarjana umum.

Langkah ini menjadi jawaban Kemenkeu atas kebutuhan personel di unit strategis.

Seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), sekaligus mengganti pegawai yang pensiun atau keluar.

Baca Juga: 4 Mekanisme Penghapusan NIP Honorer Jatim, SPMT PPPK Mulai Berlaku 1 Januari 2026!

Meskipun jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026 belum diumumkan, proyeksi formasi dan strategi ini memberikan gambaran awal bagi calon pelamar.

 

Strategi Hybrid, Lulusan SMA hingga Sarjana

Menurut Klik Pendidikan, rencana rekrutmen Kemenkeu dilakukan secara hybrid agar dapat menjangkau semua jenjang pendidikan. Hal ini berarti:

1. Lulusan sekolah kedinasan seperti STAN tetap menjadi prioritas utama untuk formasi tertentu.

2. Lulusan sarjana umum (S1) juga memiliki peluang mengikuti seleksi, khususnya untuk jabatan fungsional dan analis kebijakan.

Baca Juga: KPK Kepung Yaqut Lagi! Skandal Kuota Haji 2024 Makin Panas, Dugaan Kerugian Tembus Rp 1 Triliun

3. Lulusan SMA, khususnya yang siap ditempatkan di unit lapangan, juga disiapkan formasi terbatas.

Untuk lulusan SMA, Kemenkeu menyiapkan 300 formasi khusus, terutama untuk penempatan di unit DJBC yang bertugas di lapangan.

Langkah ini menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap tenaga kerja dari berbagai latar belakang pendidikan.

Proyeksi Formasi Tahunan

Berdasarkan data beberapa media, proyeksi perekrutan tahunan dijelaskan sebagai berikut:

- Tiap tahun periode 2026–2029 dibuka sekitar 4.350 formasi.

- Total kumulatif hingga 2029 diperkirakan mencapai 19.500 pegawai baru.

Baca Juga: Swafoto SSCASN Tidak Bisa? Ungkap Penyebab Utama Webcam.js Error dan Tips Solusi Cepat Mengatasinya

Angka ini menunjukkan rekrutmen Kemenkeu termasuk besar dibandingkan instansi lain, sehingga menjadi peluang signifikan bagi lulusan SMA, diploma, hingga sarjana.

 

Dasar Legalitas dan Kebijakan

Rekrutmen ini didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan No. 70 Tahun 2025 (PMK 70/2025), sebagai bagian dari strategi SDM Kemenkeu periode 2025–2029.

Dokumen ini menjadi pijakan legal bagi pembukaan formasi hybrid, termasuk mekanisme seleksi, kriteria pendidikan, dan jumlah alokasi formasi tiap unit.

Baca Juga: Kemendagri Geram! Bupati Aceh Selatan Malah Umrah Saat Warganya Terendam Banjir

Meskipun demikian, hingga saat ini jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026 oleh Kemenkeu belum dirilis secara publik.

Semua informasi yang tersedia bersifat proyeksi, dan pelamar disarankan memantau situs resmi Kemenkeu serta SSCASN untuk informasi terbaru.

 

Fokus Rekrutmen untuk Unit Strategis

Rekrutmen besar ini dirancang untuk menutup kekurangan pegawai di unit strategis, termasuk:

Baca Juga: Waspada! Ini 4 Kategori Pelamar yang Berpotensi Ditolak di CPNS 2026, Cek Syaratnya Sekarang

1. Direktorat Jenderal Pajak (DJP): mengisi posisi analis kebijakan dan administrasi pajak.

2. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC): formasi lapangan untuk lulusan SMA dan staf fungsional.

Langkah ini memastikan operasional kementerian tetap optimal sekaligus mendukung target penerimaan pajak dan pengawasan ekspor-impor.

Kemenkeu mempersiapkan rekrutmen 19.500 pegawai baru selama 2025–2029 dengan strategi hybrid.

Baca Juga: Kemendagri Geram! Bupati Aceh Selatan Malah Umrah Saat Warganya Terendam Banjir

Formasi terbuka bagi lulusan SMA, sarjana umum, hingga sekolah kedinasan STAN, terutama untuk unit DJP dan DJBC.

Meskipun jadwal resmi belum diumumkan, calon pelamar disarankan memantau pengumuman resmi dan mempersiapkan dokumen sejak dini agar siap mengikuti seleksi CPNS 2026.***