POJOKSATU.id - Di tengah persiapan menuju sistem pencairan Tunjangan Profesi Guru TPG yang lebih cepat pada tahun 2026 muncul satu peringatan penting dari admin Info GTK yang langsung menyita perhatian para operator sekolah.
Peringatan tersebut sederhana namun krusial yaitu jangan hapus rombel di tengah atau akhir semester.
Instruksi ini disampaikan berulang kali karena berdampak langsung pada validasi data guru beban kerja hingga terbitnya SKTP yang menjadi syarat utama pencairan TPG.
Baca Juga: APBN 2026 Anggaran Pendidikan Naik 20 Persen, Tapi Kesejahteraan Guru Masih Tertinggal
Larangan ini bukan tanpa alasan.
Tahun-tahun sebelumnya banyak guru gagal SKTP atau pencairannya tertunda hanya karena perubahan rombel dilakukan sembarangan di tengah semester.
Dampaknya tidak main-main beban kerja guru hilang penugasan menjadi tidak valid dan sistem membaca perubahan data sebagai ketidaksesuaian yang berakibat pada tidak terbitnya SKTP.
Baca Juga: Wajib Tahu! 4 Jenis TOEFL Resmi untuk Syarat CPNS 2026, Mana yang Paling Tepat?
Dengan validasi 2026 yang dimajukan ke awal Februari kesalahan semacam ini tidak akan mendapatkan ruang toleransi.
Menghapus Rombel Mengacaukan Struktur Penugasan Guru
Rombongan belajar rombel merupakan dasar pembagian beban kerja guru.
Baca Juga: Koalisi Permanen atau Demokrasi Mandek? Pernyataan Bahlil untuk Prabowo 2029 Tuai Sorotan Tajam
Ketika rombel dihapus di tengah semester seluruh struktur pembagian jam mengajar otomatis berubah.
Sistem Info GTK akan membaca seolah-olah guru tidak lagi memiliki jam mengajar atau jamnya berubah drastis.
Akibatnya beban kerja yang sebelumnya sesuai standar bisa tiba-tiba dianggap tidak memenuhi syarat.
Untuk guru yang sudah memiliki SKTP perubahan mendadak ini sangat berbahaya karena bisa membuat SKTP tidak lagi valid.
Inilah alasan mengapa admin Info GTK menegaskan bahwa rombel hanya boleh diatur atau diperbaiki di awal semester bukan saat proses pembelajaran sedang berjalan.
Dampak Pada Penerbitan SKTP Bisa Tidak Valid atau Ditunda
Hapus rombel di tengah semester juga berdampak langsung pada SKTP.
Baca Juga: Purbaya Bongkar Fakta, Indonesia Kekurangan Orang Pintar Sebut Gen Z Gamau Ambil Resiko, Kok Bisa?
SKTP hanya terbit jika beban kerja guru konsisten dan tercatat stabil selama satu semester.
Ketika rombel tiba-tiba hilang atau berubah sistem akan mendeteksi adanya ketidaksesuaian penugasan.
Guru yang sebelumnya sudah siap menerima SKTP bisa kehilangan kesempatannya hanya karena satu kesalahan kecil di data rombel.
Baca Juga: Fokus pada Reformasi TPG 2026, Namun Masalah Pencairan dan Validasi 2025 Belum Terselesaikan!
Dengan validasi 2026 dimajukan menjadi awal Februari lebih cepat dari pola lama operator dan sekolah tidak punya banyak waktu untuk memperbaiki data.
Sekali rombel dihapus sembarangan proses perbaikan bisa melewati batas validasi dan berdampak pada tertundanya tunjangan guru.
Menghapus Rombel Mengacaukan Dapodik dan Riwayat Data Semester
Sistem Dapodik menyimpan riwayat pembelajaran per semester.
Baca Juga: Purbaya Bongkar Fakta, Indonesia Kekurangan Orang Pintar Sebut Gen Z Gamau Ambil Resiko, Kok Bisa?
Jika rombel dihapus seluruh data siswa jadwal dan pembelajaran yang terkait dengan rombel tersebut ikut terganggu.
Ini menyebabkan error berantai yang membuat operator harus mengulang input dari awal.
Untuk sekolah yang memiliki banyak rombel kerusakan datanya bisa sangat luas.
Kesalahan ini bukan hanya menghambat guru tetapi juga operator sekolah yang akhirnya harus bekerja lembur memperbaiki data untuk mengejar tenggat waktu sinkronisasi.
Admin Info GTK mengingatkan semakin cepat validasi dilakukan semakin fatal risiko jika data rombel tidak stabil.
Mengapa 2026 Harus Ekstra Hati-Hati?
Karena 2026 menjadi tahun transisi menuju TPG bulanan.
Baca Juga: Fokus pada Reformasi TPG 2026, Namun Masalah Pencairan dan Validasi 2025 Belum Terselesaikan!
Sistem bulanan menuntut data guru benar-benar rapi stabil dan valid sejak awal semester.
Sedikit saja rombel berubah di tengah semester penugasan guru bisa dianggap tidak sah untuk bulan berjalan.
Itulah sebabnya admin Info GTK dan admin di balik layar menegaskan bahwa seluruh proses penataan rombel pembagian beban kerja dan penempatan guru harus dilakukan sebelum akhir Januari 2026.
Dengan kata lain aturan ini bukan sekadar imbauan tetapi fondasi agar sistem TPG bulanan tidak kacau sejak bulan pertama.
Pada akhirnya larangan menghapus rombel di tengah semester bukan persoalan administratif semata tetapi menyangkut hak guru kelancaran pencairan tunjangan dan kesiapan sistem nasional menghadapi reformasi besar di tahun 2026.
Guru operator dan kepala sekolah perlu memahami konsekuensi serius dari perubahan rombel agar tidak terjadi kebakaran data yang merugikan semua pihak.***




