POJOKSATU.id - Di tengah ramainya pilihan wisata akhir tahun, ada satu tempat di Yogyakarta yang sering luput dari daftar populer, tetapi justru menawarkan keheningan, cerita, dan pengalaman berbeda.
Namanya Museum Tani Jawa, berlokasi di Desa Wisata Candran, Dusun Candran, Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul.
Dari pusat Yogyakarta, perjalanan ke sana membawa Anda melewati jalan desa yang tenang, sawah hijau, dan udara pedesaan yang sejuk — suasana cocok untuk meluruhkan penat sebelum tahun baru tiba.
Memasuki gerbang museum, yang sesungguhnya adalah sebuah rumah tradisional joglo, anda langsung disambut rak-rak kayu yang rapi, penuh dengan alat-alat pertanian tradisional.
Seperti luku, bajak, garu, sabit, lesung, periuk tanah liat, dan banyak benda lain yang dulu akrab dengan petani Jawa.
Setiap alat punya cerita, dulu mengolah tanah untuk menanam, menumbuk padi, memasak hasil panen. Koleksi tersebut mencerminkan akar pertanian yang dulu menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat desa.
Baca Juga: Pertamina EP Zona 7 dan Lanal Cirebon Kirim 100 Paket Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra
Anda tidak sekadar “menonton” benda tua — tetapi seperti membaca fragmen sejarah kehidupan petani.
Suara kayu jadul, aroma ruang joglo, bahkan tekstur alat yang dipajang membawa Anda menyelami bagaimana susah-senang dan kebersamaan petani dalam mengolah tanah.
Ada kesederhanaan dan kehangatan dalam setiap sudut museum.
Museum ini biasanya buka di pagi hingga siang hari — sekitar pukul 08.00–09.00 sampai sekitar 14.30–15.00.
Karena dikelola komunitas desa wisata, jadwal bisa sedikit berbeda pada musim liburan atau akhir pekan, jadi ada baiknya cek dahulu dengan pengelola lokal agar kunjungan Anda tidak kecewa.
Untuk biaya masuk: museum menerapkan tarif sangat bersahabat — sering kali berupa tiket dengan harga simbolis, atau bahkan berbasis dana sukarela dari pengunjung.
Bagi yang tertarik merasakan pengalaman lebih, tersedia paket wisata desa: mulai dari ikut menanam atau panen, menginap di homestay warga, hingga pengalaman harian bersama petani.
Baca Juga: Seminggu Pascabencana, Banyak Korban Longsor Tapteng Belum Bisa Dievakuasi, Petugas Hanya 80 Orang
Paket ini cocok untuk keluarga atau rombongan yang ingin menyelami suasana desa lebih dalam.
Harganya relatif terjangkau, meski bisa berbeda tergantung musim atau kebijakan pengelola.
Akses menuju lokasi juga cukup terjangkau. Dari pusat Yogyakarta, Anda bisa menempuh perjalanan ke arah Imogiri, lalu mengikuti rute menuju Desa Kebonagung / Candran.
Sepanjang jalan, pemandangan hijau dan udara desa menjadi bonus sejak sebelum sampai.
Bila Anda menggunakan transportasi umum, tersedia angkutan menuju Imogiri, lalu bisa dilanjutkan dengan ojek lokal atau layanan antar-jemput yang kadang disediakan oleh desa wisata — terutama bagi rombongan.
Banyak paket tur lokal yang mencakup transportasi langsung dari kota, jadi Anda tinggal tunjuk, duduk, dan menikmati perjalanan.
Fasilitas di museum dan desa wisata sederhana namun memadai: ruang pamer di bangunan joglo, area demonstrasi pertanian tradisional, area edukasi dan bermain untuk anak, homestay warga bagi yang ingin bermalam, toilet, serta area parkir.
Baca Juga: Karawang Bersholawat, Ribuan Warga Hadiri Doa Bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf
Tak hanya itu — tersedia pemandu lokal yang ramah dan siap bercerita tentang sejarah di balik masing-masing alat yang dipajang.
Dialog hangat ini membuat kunjungan terasa hidup, bukan sekadar melihat artefak.
Bila berencana ke sana saat musim liburan, ada baiknya pesan terlebih dulu homestay atau paket wisata agar ketersediaan lebih terjamin.
Meski tidak ada acara khusus saat Tahun Baru, tetapi Desa Wisata Candran dan komunitas sekitar kadang memanfaatkan momen liburan panjang untuk mengadakan kegiatan sederhana, seperti pameran hasil panen, pertunjukan seni lokal, atau paket pengalaman desa yang lebih intensif — menanam, memanen, atau ikut kegiatan warga.
Pergantian tahun di sini biasanya terasa intim dan penuh makna, jauh dari gemerlap pesta kota.
Bila Anda menginginkan tahun baru yang tenang, edukatif, dan dekat dengan tradisi, Museum Tani Jawa bisa menjadi pilihan alternatif yang menyentuh.
Bagi Anda yang ingin merasakan suasana pedesaan, belajar tentang kultur pertanian Jawa, dan melewatkan akhir tahun dengan ketenangan dan refleksi, Museum Tani Jawa Indonesia di Desa Wisata Candran menunggu.***




