POJOKSATU.id - Pemerintah memberi angin segar bagi lulusan Sekolah Rakyat. Sebanyak 2.600 kuota beasiswa resmi disiapkan agar para siswa bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Skema ini dibentuk sesuai kemampuan dan bakat tiap siswa lewat kerja sama antara Kemensos dan Kemendikti Saintek.

Pengumuman ini disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul setelah berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 14 di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga: Rencanakan Liburan Anda! Daftar Cuti Bersama dan Potensi Long Weekend 2026

Dia menjelaskan bahwa kuota beasiswa tersebut dibagi ke empat jalur.

"Ada 1.000 kuota melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), 500 melalui afirmasi pendidikan, 500 melalui Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), dan 600 di Politeknik Kesehatan (Poltekes)," ungkap Gus Ipul.

Tak hanya itu, PT Pos juga menambahkan 80–100 slot khusus bagi siswa yang ingin kuliah di universitas logistik dan distribusi internasional.

Wah, makin banyak jalur yang bisa dipilih ya.

Semua program ini, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari pengembangan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Kita ingin lulusan Sekolah Rakyat punya akses yang layak ke jenjang tinggi sesuai potensi mereka," tegasnya.

Baca Juga: Kilah Kepala BMKG Terbitkan Peringatan Bencana di Sumbar Sumut Aceh, Kepala Daerah Beri Respon Cepat

Masuk ke jalur nonkuliah, pemerintah juga menyiapkan pendampingan bagi siswa yang ingin bekerja atau berwirausaha setelah lulus.

Soalnya, saat ini ada sekira 16 ribu siswa Sekolah Rakyat yang tersebar di 166 titik di seluruh Indonesia.

"Kita siapkan dua jalur: yang mau melanjutkan ke PT dan yang mau bekerja atau berwirausaha akan kita kawal semua," katanya.

Fasilitas Boarding School Dioptimalkan

Sekolah Rakyat yang memakai konsep boarding school juga dinilai berjalan baik.

Para siswa mendapat fasilitas lengkap, mulai dari makan tiga kali sehari, snack dua kali, hingga sarana belajar yang memadai.

Baca Juga: Siswa Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Prabowo Bentuk Satgas Khusus, Bangun 300 Ribu Akses Jembatan ke Sekolah di Desa

Beberapa titik sekolah baru berjalan 2–4 bulan, namun proses belajar dinilai stabil.

"Alhamdulillah secara umum bisa belajar dengan baik. Yang baru beroperasi 2 bulan bisa belajar dari yang sudah 4 bulan untuk mengatasi kekurangan," paparnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan bakal terus membenahi sarana prasarana yang masih kurang agar pengelolaan sekolah semakin profesional sesuai kurikulum.

Sekjen Kemendikti Saintek, Togar M Simatupang, juga memastikan kesiapan pihaknya dalam memfasilitasi lulusan Sekolah Rakyat yang ingin kuliah.

Baca Juga: Pemkab Bogor Siapkan Penanaman Massal Bambu di Seluruh Hutan Kota

Mereka telah bekerja sama dengan sejumlah universitas untuk menyiapkan jalur afirmasi dan minat bakat.

"Kami menyambut baik gagasan hilirisasi dari Bapak Menteri. Ini mewujudkan impian

Presiden agar anak-anak kita bisa mencapai jenjang perguruan tinggi. Kita akan memperluas kerja sama ke semua PT dan lembaga terkait," ujarnya. ***