POJOKSATU.ID — Menjelang tahun 2026, masyarakat mulai menanyakan apakah pemerintah akan kembali membuka rekrutmen besar-besaran untuk CPNS atau lebih memprioritaskan PPPK.
Namun Ketua BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun keputusan resmi terkait komposisi formasi CASN 2026.
Semua isu yang beredar di media sosial mulai dari klaim 2026 akan lebih banyak CPNS hingga 2026 hanya ada PPPK, dinilai tidak benar dan tidak bersumber dari pemerintah.
Baca Juga: MenPAN-RB Tegas! CASN 2024 Jadi Batas Akhir Afirmasi untuk Tenaga Honorer, Begini Penjelasannya
Informasi ini disampaikan Prof. Zudan dalam wawancara yang dikutip AyoBandung, sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang membuat banyak pelamar ASN cemas dan bingung.
Kenapa Formasi CPNS dan PPPK 2026 Belum Bisa Ditentukan?
Prof. Zudan menjelaskan bahwa penetapan formasi CASN 2026 masih memiliki sejumlah proses penting yang harus selesai terlebih dahulu.
Setidaknya ada empat faktor utama yang sedang dikerjakan pemerintah:
Baca Juga: Pencairan Gaji Pensiunan Dimulai 1 Desember, Golongan Ini Tetap Dapat Nominal Paling Kecil
1. Evaluasi kebutuhan ASN nasional
Setiap instansi memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada kementerian atau daerah yang memerlukan banyak CPNS karena kebutuhan regenerasi, sementara lainnya lebih membutuhkan PPPK fungsional.
2. Pemetaan ulang tenaga non-ASN
Pemerintah tengah menyelesaikan penataan besar-besaran honorer, termasuk PPPK Paruh Waktu dan PPPK 2024–2025.
3. Proyeksi anggaran 2026
Penetapan CPNS atau PPPK sangat bergantung pada kapasitas fiskal. Pemerintah harus memastikan pembiayaan gaji, tunjangan, hingga dana pensiun.
4. Hasil penataan honorer 2025–2026
Selama proses penataan belum tuntas, formasi baru untuk 2026 belum bisa dihitung dengan tepat.
Karena itu, keputusan final soal formasi CPNS atau PPPK baru dapat diumumkan setelah semua proses tersebut selesai.
Fokus Pemerintah, Selesaikan Honorer Terlebih Dahulu
AyoBandung melaporkan bahwa pemerintah masih memprioritaskan penataan tenaga non-ASN yang ditargetkan rampung hingga tahun 2026.
Ini mencakup:
1. Pengangkatan PPPK 2024–2025
2. Proses PPPK Paruh Waktu yang sudah diusulkan
Baca Juga: Ketua DPRD Beri Tujuh Mandat untuk ILUNI SMKN 1 Karawang
3. Pendataan tenaga honorer yang masih aktif
4. Pembersihan data non-ASN di tiap instansi
Selama proses ini berlangsung, pemerintah tidak dapat mengalokasikan formasi baru secara gegabah.
Masyarakat Menanti CPNS 2026, Tapi Pemerintah Minta Sabar
BKN memahami bahwa banyak masyarakat terutama fresh graduate sangat menantikan kepastian pembukaan CPNS 2026.
Namun Prof. Zudan menyampaikan bahwa penetapan formasi CASN tidak boleh didasarkan pada tekanan publik, melainkan harus sesuai kebutuhan negara.
Pembahasan formasi CASN 2026 baru dapat dimulai setelah:
Baca Juga: Hamparan Kayu Gelondongan Muncul Usai Banjir Sumatra, Warga Curiga Ada Penebangan Liar
1. Data ASN nasional selesai diperbaharui
2. Seluruh PPPK 2024–2025 ditempatkan
3. Kebutuhan instansi disesuaikan dengan anggaran
Baca Juga: Daftar Nomor Darurat Banjir di Sumatera dan Aceh, Warga Diminta Simpan dan Sebarkan
4. Rencana nasional pembangunan 2026 selesai disahkan
Dalam kondisi ini, pemerintah meminta masyarakat untuk sabar menunggu pengumuman resmi.
BKN Tegas, Semua Klaim Formasi 2026 Masih Hoaks
Kanal media lain, mencatat banyak isu liar bermunculan di media sosial.
Ada klaim bahwa CPNS 2026 akan dibuka besar-besaran.
Baca Juga: Social Battery Habis Makin Sering Terjadi: Kenali Sebab dan Solusi Aman Memperbaikinya
Ada pula kabar bahwa 2026 tidak ada CPNS sama sekali, hanya PPPK.
Prof. Zudan meluruskan, semua informasi tersebut tidak benar, Pemerintah belum menetapkan apakah formasi 2026 akan didominasi CPNS, PPPK, atau keduanya seimbang.
Pernyataan Ketua BKN ini sekaligus menjadi peringatan agar masyarakat hanya merujuk pada kanal resmi pemerintah sebelum mempercayai informasi di media sosial.
Hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan komposisi formasi CASN 2026, baik CPNS maupun PPPK.
Penentuan formasi masih menunggu sejumlah langkah penting, termasuk evaluasi kebutuhan ASN nasional, penataan honorer 2025–2026, dan pembahasan anggaran.
Baca Juga: Kemenhut Bilang Kayu Cuma Sisa Tebangan Lapuk, Publik Bertanya Lapuk Kok Jumlahnya Bejibun?
Seluruh rumor tentang formasi CPNS lebih banyak atau formasi PPPK lebih besar dipastikan tidak benar.
Ketua BKN meminta masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah setelah seluruh data dan proses penataan selesai.***




