POJOKSATU.id - Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), baik CPNS maupun PPPK, selalu jadi momentum besar bagi para pencari kerja.
Namun tahun ini, publik mungkin saja harus menerima kenyataan bahwa seleksi CASN diputuskan tidak dilaksanakan.
Alasannya bukan sekadar teknis, proses pengangkatan CASN 2024 sempat mundur akibat banyak kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang meminta penundaan pengangkatan.
Kondisi itu membuat pemerintah memfokuskan penyelesaian pengangkatan terlebih dahulu sebelum membuka rekrutmen baru.
Lalu, apakah seleksi CASN tahun ini masih mungkin dibuka?
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang dalam proses koordinasi dengan seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah terkait kebutuhan ASN untuk tahun depan—dan keputusan finalnya belum ditetapkan.
Menurut Zudan, semua bergantung pada usulan kebutuhan formasi.
Jika provinsi, kabupaten, dan kota tidak mengajukan penambahan ASN, maka formasi yang dibuka akan jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa penetapan formasi harus realistis dan tidak boleh dibuat-buat.
"Nah, kita sedang menunggu permintaan itu. Tapi kalau belum butuh, ya tidak perlu meminta. Jadi harus betul-betul sesuai kebutuhan. Formasi itu jangan mengada-ada," ujar Zudan pada Rabu (19/11/2025) lalu.
Kebutuhan PPPK Tetap Terbuka
Meski rekrutmen CPNS belum pasti, peluang PPPK justru dinilai akan tetap ada.
Zudan menyebut banyak kasus kandidat berpengalaman atau lulusan luar negeri yang merasa tidak cocok masuk jalur CPNS karena harus mulai dari golongan bawah.
Untuk kategori tersebut, jalur PPPK dinilai lebih pas.
Baca Juga: Kenaikan Pangkat ASN 12 Kali Setahun, BKN Buka Alasan dan Dampak Besarnya
"Misalnya dia doktor, lulusan luar negeri dia dibutuhkan, itu hanya bisa untuk PPPK untuk menjadi dirjen. Jadi selalu ada peluang untuk P3K.
Terutama untuk posisi-posisi yang sangat dibutuhkan dengan kualifikasi tinggi. Itu selalu ada, selalu dibuka," ujarnya.
Jumlah ASN Melonjak dari 4,2 Juta Menjadi 5,6 Juta Hanya Dalam Satu Tahun
Dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, Selasa (25/11/2025), Zudan menunjukkan data lengkap mengenai total ASN 2025. Jumlah ASN kini mencapai 5,6 juta orang, terdiri dari:
-
PPPK: 1,98 juta
-
PNS: 3,59 juta
Zudan menegaskan bahwa jumlah tersebut bertambah pesat dari awal tahun.
“Jumlah ASN terbaru per tahun ini itu pun telah mengalami penambahan pesat, dari per awal Januari 2025 secara total yang sejumlah 4,2 juta orang, atau ada penambahan sekitar 1,4 juta ASN sepanjang tahun ini hingga November 2025,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa jumlah itu masih akan bertambah hingga 1 Desember nanti.
"Dan insya Allah di 1 Desember bertambah lagi karena proses penetapan SK (surat keputusan) PPPK penuh waktu dan paruh waktu terus berjalan," kata Zudan.
Kenapa Jumlah ASN Naik Drastis?
Peningkatan besar ini terjadi karena pemerintah sedang menyelesaikan penataan tenaga honorer yang harus tuntas pada 2025.
Dari kebijakan itu lahirlah dua skema baru:
-
PPPK Penuh Waktu
-
PPPK Paruh Waktu
Skema ini dibuat untuk mengakomodasi para peserta yang ikut tes 2024 dan memenuhi syarat sebagai ASN tanpa menumpuk formasi kosong.
Update Lengkap CPNS 2024 dan PPPK Tahap I–II
Zudan memaparkan perkembangan lengkap penerbitan SK dari seluruh formasi:
1. CPNS 2024
-
Total formasi: 248.721
-
Lulus: 184.740
-
SK terbit: 99,7%
2. PPPK Tahap I
-
Kebutuhan formasi: 1.009.238
-
Peserta lulus: 689.824
-
SK terbit: 97,86%
3. PPPK Tahap II (Penuh Waktu)
-
Total formasi: 1.009.238
-
Lulus: 185.535
-
SK terbit: 90,09%
4. PPPK Paruh Waktu
Untuk formasi yang belum terpenuhi, pemerintah membuka PPPK Paruh Waktu dengan total usulan formasi sekitar 1,24 juta.
Namun hingga saat ini, baru 23,88% yang sudah mendapatkan SK.
“Yang PPPK paruh waktu makanya banyak yang nanya kan kok kami belum dilantik, belum segera dikukuhkan? Karena SK di instansinya belum dibuat.
Data yang masuk ke BKN secara sistem baru 23,88% atau 251 ribu, seharusnya sudah di kisaran 1,1 juta," jelas Zudan.
Formasi CASN 2026 Mulai Dirancang
Meski jumlah ASN terus bertambah, pemerintah tetap menyiapkan kebutuhan formasi untuk tahun 2026 dan seterusnya.
Zudan meminta pimpinan instansi segera menetapkan formasi agar pada 2026 Menteri PANRB Rini Widyantini dapat menetapkannya secara resmi sesuai arah kebijakan Asta Cita.
"Jadi bapak ibu pimpinan menetapkan formasi agar 2026 ibu Menteri PANRB bersama teman-teman BKN agar memiliki pedoman sesuai Asta Cita.
Kami berikan kajian-kajian ke ibu menteri yang bisa ditindaklanjuti dalam bentuk formasi," kata Zudan. ***




