POJOKSATU.id — Buat kamu yang lagi mencari peluang untuk terlibat di dunia pemberdayaan masyarakat, JEMARI Sakato membuka kesempatan menarik untuk bergabung dalam program yang sedang mereka jalankan.
Lembaga nonprofit berbasis Sumatera Barat ini berkolaborasi dengan Arbeiter Samariter Bund (ASB) South and South-East Asia melalui dukungan pendanaan dari BMZ Jerman dalam melaksanakan Program GREAT Mentawai.
Program ini memiliki fokus kerja di empat desa intervensi, yaitu Desa Sidomakmur dan Desa Sipora Jaya di Kecamatan Sipora Utara, serta Desa Matobe dan Desa Sioban di Kecamatan Sipora Selatan.
Melalui program tersebut, JEMARI Sakato berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah agar lebih siap menghadapi risiko bencana serta dampak perubahan iklim dengan pendekatan yang inklusif dan sensitif terhadap gender.
Baca Juga: Edukasi Santri Tentang Literasi AI, XLSMART Gelar Pesantren Digital di Sumatera
Memasuki tahun kedua, GREAT Mentawai mulai bergerak dengan strategi kolaboratif yang lebih kuat.
Upaya ini bertujuan menghubungkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, komunitas adat, pelaku UMKM, hingga kelompok perempuan dan penyandang disabilitas.
Seluruh proses ini diarahkan untuk memperkokoh resiliensi ekonomi dan ketahanan pangan di Kepulauan Mentawai.
Sebagai bagian dari penguatan kerja kolaboratif tersebut, JEMARI Sakato membuka kesempatan bagi individu yang memiliki semangat dan kompetensi untuk mengisi peran sebagai Partnership & Facilitation Consultant.
Posisi ini menuntut kemampuan menjembatani berbagai pihak dan mendorong terbangunnya kerja sama yang strategis.
Baca Juga: Jaka Lalana Hadir Desember 2025, Daerah Sepanjang Jalur Kereta Siapkan Daya Tarik Wisata
Beberapa kualifikasi yang diharapkan meliputi pengalaman di isu Public Private People Partnership atau keterlibatan dalam engagement multipihak.
Selain itu, dibutuhkan juga kemampuan memfasilitasi dialog atau diskusi kebijakan dan pemahaman tentang Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim yang inklusif.
Pengalaman dalam isu ketahanan pangan, livelihood, ataupun pembangunan ekonomi juga menjadi nilai lebih, ditambah kemampuan komunikasi kelompok yang baik.
Kandidat yang pernah menyusun dokumen strategi atau roadmap kolaboratif akan memiliki keunggulan tambahan.
Dari sisi administrasi, pelamar diminta menyiapkan Curriculum Vitae (CV) terbaru serta proposal mini rencana kegiatan atau Inception Note.
Baca Juga: Pemimpin Tak Akur, Warga Langsung Gugat! Perjanjian Pribadi Fawait dan Djoko Jadi Bukti
Informasi lengkap mengenai Kerangka Acuan Kerja disediakan melalui tautan internal yang disampaikan oleh pihak penyelenggara sesuai ketentuan.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui formulir resmi yang telah disiapkan.
Berkas lamaran wajib menggunakan format nama: PFC_2025_Nama Pelamar. Seluruh dokumen harus dikirim paling lambat Minggu, 30 November 2025 pukul 23.59 WIB.
Pelamar yang berdomisili di Sumatera Barat akan diprioritaskan dalam proses seleksi.***




