POJOKSATU.ID – Kabar baik bagi para lulusan baru (fresh graduate) yang sedang mencari pengalaman kerja.
Program Magang Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka Batch 3 dengan kuota 25.000 peserta.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi.
Magang Nasional adalah program pemagangan terstruktur yang difasilitasi oleh Kemnaker.
Baca Juga: BERITA BESAR! Revisi UU ASN DPR Buka Pintu, PPPK Berpeluang Jadi PNS Permanen di 2026?
Tujuannya adalah memperkuat kompetensi lulusan perguruan tinggi, menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, dan memajukan daya saing tenaga kerja muda.
Peserta program magang akan menerima insentif dari negara, setara dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) selama masa magang enam bulan.
Selain uang saku, peserta juga akan mendapat pendampingan mentor dari perusahaan, jaminan sosial ketenagakerjaan, dan sertifikat setelah menyelesaikan program.
Sebelumnya, Kemnaker membuka Batch I dengan kuota awal 20.000 peserta.
Baca Juga: Miris! Jeep Wisata Masuk Zona Bahaya Semeru, Relawan Murka
Karena antusiasme tinggi dari peserta dan perusahaan, dan karena target 100.000 lowongan magang sepanjang tahun 2025, Kemnaker berencana menambah batch tambahan.
Anwar Sanusi menyatakan bahwa Batch 3 dibuka karena masih ada sisa kuota.
Sebanyak 25 ribu slot magang disiapkan agar program ini bisa menjangkau lebih banyak lulusan dan perusahaan yang berpartisipasi.
Program ini terbuka untuk fresh graduate dari perguruan tinggi (S1, D1–D4) yang lulus dalam rentang waktu tertentu (sesuai syarat resmi Kemnaker).
Baca Juga: Beasiswa Chinese Government Scholarship (CGS) 2026 Buka Peluang Kuliah Gratis di Tiongkok
Kemnaker sebelumnya menyebut bahwa program ini menargetkan lulusan yang lulus dalam maksimum satu tahun terakhir.
Selain itu, perusahaan dan instansi pemerintah bisa mendaftar sebagai penyelenggara pemagangan.
Dalam batch-batch sebelumnya, ribuan perusahaan telah bergabung melalui platform Maganghub.
Manfaat untuk Peserta
1. Uang saku setara UMK. Peserta mendapatkan kompensasi dari negara, sesuai upah minimum kabupaten/kota.
2. Pengalaman kerja nyata. Magang di perusahaan mitra memberi pemagang kesempatan belajar langsung di industri.
Baca Juga: Pentingnya Sewa Kantor Skala Besar untuk Efisiensi dan Fleksibilitas Bisnis
3. Pendampingan mentor. Setiap peserta akan membangun keterampilan dengan bimbingan profesional.
4. Jaminan sosial ketenagakerjaan. Ada perlindungan seperti JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian).
5. Sertifikat. Setelah menyelesaikan magang, peserta akan mendapat sertifikat yang bisa memperkuat CV mereka.
Pendaftaran batch ini dilakukan melalui Maganghub, yang merupakan platform resmi Kemnaker.
Baca Juga: Mengerikan! Aksi Main Hakim Sendiri di Tanah Abang, IRT Diarak Tanpa Proses Hukum
Seleksi dilakukan berdasarkan lowongan yang disediakan perusahaan dan kecocokan profil peserta.
Karena kuota terbatas, penting bagi calon peserta untuk mempersiapkan berkas pendaftaran dengan baik dan mencermati syarat pendaftaran.
Walaupun program ini sangat menjanjikan, tantangan tetap ada.
Persaingan antar pendaftar bisa sangat tinggi, terutama jika kuota batch terbatas.
Baca Juga: Di Balik Keuntungan PPPK Paruh Waktu, Ini Tantangan dan Kunci Sukses Bagi Honorer yang Diangkat
Selain itu, distribusi peserta ragam wilayah dan sektor usaha menjadi penting agar manfaat program merata ke seluruh Indonesia.
Namun, bagi banyak fresh graduate, Batch 3 ini bisa menjadi jembatan penting untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata, membangun jaringan profesional, dan meningkatkan daya saing di pasaran kerja.***




