POJOKSATU.ID — Meski Kementerian Sosial (Kemensos) sudah mengumumkan pencairan bansos melalui KKS BNI untuk KPM peralihan (dari Pos ke bank Himbara).

Kenyataannya di beberapa wilayah terjadi penundaan.

Banyak KPM baru belum melihat saldo masuk meski waktu pencairan sudah dijadwalkan.

Berikut beberapa faktor penyebab yang paling banyak dilaporkan dan analisis mengapa keterlambatan ini bisa terjadi.

Baca Juga: BNI Mulai Cairkan Bantuan, Apa Bedanya antara KPM Eks-Pos dan Pemegang KKS Lama?

1. Verifikasi Data di SIKS-NG Belum Selesai

Salah satu penyebab utama adalah proses cek rekening di sistem SIKS-NG.

Banyak KPM melaporkan status mereka masih “proses cek rekening” di sistem tersebut, yang berarti verifikasi data rekening dan NIK masih berproses.

Verifikasi ini penting agar dana bansos dapat disalurkan ke rekening yang aktif dan valid.

Jika data tidak cocok (misalnya data Dukcapil berbeda dengan data bank), hal itu bisa menunda pencairan.

Baca Juga: Istri Sah AKBP Basuki Kena Getah Imbas Kelakuan Suami yang Selingkuh dengan Dwinanda Linchia Levi

2. Sengketa Sinkronisasi Data Antara Kemensos dan Bank

Penyaluran bansos melalui KKS melibatkan integrasi sistem antara Kemensos dan pihak Bank BNI.

Menurut analisis Klik Bantuan, ada proses sinkronisasi data antar sistem yang belum sepenuhnya stabil. 

Karena KPM peralihan baru saja mendapatkan kartu KKS.

Bank perlu memastikan bahwa rekening tersebut benar-benar aktif dan sesuai dengan data penerima di sistem Kemensos sebelum melakukan top-up bantuan.

Ketidaksesuaian data bisa menyebabkan sebagian KPM gagal cek rekening pada awalnya.

3. Alokasi Pencairan Bertahap

Tidak semua wilayah BNI mencairkan bantuan secara serentak.

Penyaluran BPNT Tahap 4 via KKS BNI baru dimulai pada 13 November 2025 untuk sebagian wilayah, tetapi beberapa daerah belum terjangkau pencairan meskipun sudah diumumkan. 

Hal ini menunjukkan bahwa distribusi masih dilakukan secara batch berdasarkan prioritas verifikasi dan kesiapan infrastruktur perbankan di tiap daerah.

Baca Juga: KKS Merah Putih Belum Aktif? Ini Cara Mengurus Agar Bansos Bisa Cair Setelah Pengumuman Peralihan

4. Analisis Rekening oleh Lembaga Keamanan

Salah satu penyebab tertundanya top-up rekening adalah analisis rekening oleh PPATK.

Kemensos menyebut analisis ini sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa bansos tepat sasaran.

Beberapa rekening penerima masih dalam proses analisis untuk keamanan dan kepatuhan. 

Proses ini bisa memakan waktu, terutama jika jumlah rekening yang diverifikasi banyak dan melibatkan audit dari lembaga luar.

Baca Juga: Kontraktor Proyek Rp2 Miliar SMKN Batujaya Karawang Terancam Pidana Akibat Langgar K3

5. Batas Waktu Cut-Off yang Menekan

Ada juga faktor batas waktu “cut-off” pencairan yang menjadi tekanan bagi KPM baru.

Untuk BPNT Tahap 4 lewat KKS BNI, misalnya, disebutkan batas akhir pencairan adalah 15 Desember 2025. 

KPM yang belum menerima dana di wilayah mereka disarankan untuk rutin mengecek saldo.

Dan segera menghubungi pendamping sosial jika saldo belum muncul agar tidak melewati periode pencairan terakhir.

 

6. Penebalan Bansos yang Menambah Beban Proses

Sebagian KPM peralihan juga mendapatkan penebalan bantuan senilai Rp 400.000.

Meskipun ini positif, penebalan ini menambah beban administrasi karena menjadi bagian dari “rapelan” yang harus diverifikasi, dihitung, dan disalurkan secara simultan bersama tahap reguler.

Proses akumulasi ini bisa memperlambat top-up dana ke rekening jika verifikasi belum rampung.***