POJOKSATU.ID — Sejumlah peserta Magang Nasional Batch 2 mengaku terkejut setelah dinyatakan lolos dan langsung diminta bekerja keesokan harinya tanpa melalui proses onboarding atau pembekalan terlebih dahulu.

Situasi ini memicu pertanyaan besar dari peserta, mengapa proses transisi dari kelulusan ke penugasan berlangsung begitu cepat?

Sejak awal, program Magang Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan dirancang untuk berjalan dinamis dengan tenggat waktu yang ketat.

Perusahaan mitra diberi jadwal resmi dimulainya magang yang berdekatan dengan pengumuman kelulusan peserta.

Baca Juga: Jamin Takaran Pas dan Bebas Oplosan, Pemkot Depok dan Pertamina Sisir SPBU

Karena itulah, beberapa perusahaan memilih untuk langsung memanggil peserta tanpa sesi orientasi formal.

Dalam kalender resmi Magang Nasional, jarak antara pengumuman peserta lolos dan dimulainya penugasan relatif singkat.

Tujuannya, agar seluruh peserta batch 2 dapat mulai melaksanakan kegiatan magang sesuai target pemerintah.

Singkatnya jeda waktu inilah yang membuat beberapa perusahaan langsung menginstruksikan peserta untuk bekerja tanpa onboarding penuh.

Baca Juga: Magang Nasional Kemnaker, Kenapa Jam Kerja Diubah ke 40 Jam Seminggu, Bukan 5 Hari Kerja?

Dalam beberapa kasus, yang dilakukan hanyalah verifikasi cepat dan penyampaian tugas awal.

Berdasarkan keterangan sejumlah perusahaan mitra, banyak posisi magang yang tidak membutuhkan pelatihan teknis mendalam.

Peserta hanya diminta mengikuti alur kerja yang sudah standar.

Misalnya administrasi, input data, pelayanan dasar, atau asistensi operasional.

Dengan demikian, sebagian HRD menganggap onboarding formal tidak mutlak diperlukan, cukup pengarahan singkat oleh mentor.

Namun bagi peserta baru yang belum pernah bekerja, pendekatan ini bisa terasa membingungkan.

Tanpa mengenal struktur organisasi, SOP internal, atau budaya kerja, banyak peserta merasa langsung “diturunkan ke lapangan” tanpa persiapan.

Baca Juga: Cek Riwayat TPG Anda! Begini Cara Mengukur Risiko Keterlambatan Pencairan Tahun Ini

Batch 2 memiliki jumlah peserta lolos yang cukup besar.

Perusahaan-perusahaan mitra yang menerima banyak peserta dalam satu waktu sering kesulitan menyusun onboarding serentak.

Beberapa perusahaan akhirnya memilih cara paling cepat memulai pekerjaan dulu, pengarahan menyusul.

Model ini dianggap lebih efisien karena onboarding dapat dilakukan sambil berjalan melalui mentor.

Baca Juga: Magang Nasional Batch 2, Pengumuman 21 November, Lalu Apa Persiapan Penting untuk Peserta ke Depannya?

Dalam konsep magang versi Kemnaker, peserta bukan karyawan tetap.

Proses adaptasi dan pembelajaran justru diharapkan terjadi selama kegiatan magang, bukan hanya di hari pertama.

Peran mentor menjadi kunci utama.

Mereka bertugas mendampingi peserta, mengenalkan tugas, dan memastikan peserta memahami alur kerja.

Artinya, onboarding dibuat bertahap, bukan satu kali di awal.

Namun, apabila mentor tidak aktif atau tidak sempat memberi pendampingan penuh, peserta bisa merasa bekerja tanpa arahan yang jelas.

Tidak semua perusahaan memiliki sistem onboarding yang baik.

Perusahaan besar biasanya memiliki SOP onboarding rapi, tetapi perusahaan skala menengah seringkali melakukan orientasi secara informal.

Akibatnya, pengalaman tiap peserta bisa sangat berbeda.

Baca Juga: Apresiasi Keringat Atlet Pelajar, Pemkot Depok Kucurkan Bonus Puluhan Juta Rupiah

Ada yang mendapat bimbingan intensif, ada pula yang langsung ditempatkan di unit kerja.

Jika kamu termasuk peserta yang diminta langsung bekerja tanpa orientasi, berikut langkah yang disarankan:

komunikasikan kebutuhan informasi kepada mentor

minta penjelasan SOP kerja secara rinci

pastikan paham alur pelaporan aktivitas magang

lakukan klarifikasi jika tugas tidak sesuai penempatan

Program ini dirancang agar peserta tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar. Karena itu komunikasi sangat penting.***