POJOKSATU.id - Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) 100 persen tahun anggaran 2025 kembali menjadi sorotan para pendidik di seluruh Indonesia.

Setiap kali memasuki akhir tahun anggaran, kabar mengenai tambahan TPG, THR sertifikasi, dan Gaji 13 TPG selalu memenuhi berbagai forum guru.

Namun persoalan yang tidak pernah hilang adalah mengapa pencairannya tidak serentak dan mengapa ada daerah yang sudah cair, sementara daerah lain masih menunggu.

Pada pertengahan November 2025, sejumlah kabupaten/kota mulai melaporkan bahwa tambahan TPG 100 persen telah masuk ke rekening guru.

Baca Juga: Dirjen Nunuk: Semua Guru Harus Masuk Dapodik untuk Cegah Honorer dari PHK

Sementara di daerah lain, prosesnya masih berjalan di badan keuangan daerah masing-masing.

Pencairan tambahan TPG 100 persen tidak dilakukan bersamaan di seluruh Indonesia karena mekanismenya sangat bergantung pada kondisi fiskal daerah.

Selain itu, anggaran tambahan TPG bukan berasal dari APBN semata, melainkan dipadukan dengan kemampuan kas daerah.

Beberapa faktor pembeda antar-daerah meliputi:

-kesiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),

Baca Juga: UMP 2026 Batal Diumumkan! Pemerintah Siapkan Rumus Baru Setelah Putusan MK

-proses verifikasi administrasi internal,

-kondisi kas daerah menjelang tutup buku, dan

-percepatan atau keterlambatan pengesahan dokumen penganggaran.

Daerah yang memiliki APBD stabil cenderung menyalurkan lebih cepat, sementara daerah yang mengalami defisit atau keterlambatan penetapan anggaran memerlukan waktu lebih lama untuk mencairkan TPG tambahan.

Berdasarkan laporan lapangan yang beredar hingga 18 November 2025, berikut wilayah yang telah mengonfirmasi pencairan:

Baca Juga: Pentingnya Memahami Peran Petugas Touring untuk Perjalanan Kelompok yang Lebih Aman

-Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah – Tambahan TPG 100% jenjang SMA diumumkan cair pada 18 November.

-Gowa, Sulawesi Selatan – TPG 100% dinyatakan resmi masuk rekening guru.

-Pesawaran, Lampung – TPG tambahan dilaporkan cair penuh.

-Rembang, Jawa Tengah – Konfirmasi pencairan ditunjukkan guru melalui komunitas lokal.

-Jember, Jawa Timur – Tambahan TPG 100% telah tersalurkan.

-Batubara, Sumatera Utara – Menyatakan pencairan berjalan pada periode yang sama.

Baca Juga: Pertamina Temukan 724 Juta BOE Migas Baru di Rokan Riau, Potensi Nasional Disebut Meningkat Drastis

-Humbang Hasundutan, Sumatera Utara – TPG 100% untuk SMK cair dua hari sebelumnya; bahkan THR dan Gaji 13 beberapa tahun sebelumnya ikut diselesaikan.

-Lebak, Banten – THR Serdik setara gaji pokok telah cair; bukti slip gaji beredar di komunitas guru.

-Subang, Jawa Barat – Menyampaikan sinyal kuat bahwa THRTPG dan Gaji 13 TPG sudah diproses.

-Selayar & Pinrang, Sulawesi Selatan – Keduanya mengonfirmasi pencairan tambahan TPG 100%.

-Parigi Moutong, Sulawesi Tengah – THR tambahan TPG 100% dilaporkan cair khusus tahun 2025.

Baca Juga: 50 Soal UAS PAI-BP Kelas 10 Semester 1 Lengkap Jawaban dan Pembahasannya, Insya Allah Bikin Kamu Mudah

-Polewali Mandar, Sulawesi Barat – Tambahan TPG dan Gaji 13 cair sejak minggu kedua Juni untuk jenjang SD dan SMP.

-Jambi (jenjang SMK) – TPG 100% dan THR sudah cair, meski Gaji 13 masih dalam proses.

Kondisi ini menunjukkan bahwa gelombang pencairan berlangsung bertahap dan terus bertambah dari hari ke hari.

Tidak semua daerah merasakan hal yang sama.

Beberapa guru dari Maluku Utara, khususnya jenjang SMA, melaporkan bahwa mereka belum pernah menerima tambahan TPG 100% maupun TPG13. Ini dipengaruhi oleh:

Baca Juga: 29 Daerah Mulai Cairkan TPG Triwulan 4 Tahun 2025, Dana Masuk Sejak Awal November

-belum adanya ruang fiskal yang memadai,

-prioritas anggaran daerah yang berbeda,

-belum adanya alokasi khusus tambahan TPG di APBD.

Situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Guru PNS di daerah ini banyak yang tidak menerima TPP bulanan, namun hingga kini belum ada tanda bahwa tambahan TPG 100% siap diproses.

Bahkan beberapa pemerhati pendidikan memperkirakan bahwa Pati mungkin baru bisa mencairkan tambahan TPG 100% pada tahun anggaran 2026.

***