POJOKSATU.id - Retinol dan AHA menjadi dua bahan aktif yang paling sering dibahas ketika masuk ke dunia perawatan kulit.
Keduanya sama-sama punya klaim membuat kulit lebih cerah, halus, dan bebas jerawat.
Namun, karakter kedua bahan ini sangat berbeda sehingga pemilihan produk untuk pemula perlu pertimbangan khusus.
Dalam memahami retinol vs AHA, penting untuk mengetahui cara kerja, risiko, hingga rekomendasi produk yang aman digunakan.
Baca Juga: Social Anxiety di Era Serba Online: Mengapa Makin Banyak Orang yang Mengalaminya? Ini Penyebabnya
Mengenal Retinol
Retinol merupakan turunan vitamin A yang bekerja pada lapisan kulit bagian dalam.
Bahan ini mampu merangsang pergantian sel kulit dengan lebih cepat.
Selain itu, retinol juga meningkatkan produksi kolagen sehingga kulit terlihat lebih kenyal dan muda.
Beberapa dermatolog Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) memberikan penjelasan mengenai penggunaan retinol.
Mereka menyebutkan bahwa retinol efektif untuk membantu mengatasi tanda-tanda penuaan dini.
Senyawa ini juga bermanfaat untuk menyamarkan flek.
Baca Juga: Pemerintah Jelaskan Mekanisme Bertahap Kenaikan Gaji ASN 2025, Begini Alurnya
Selain itu, retinol dapat membantu merawat kulit berjerawat.
Namun, pemula perlu berhati-hati karena retinol cenderung menimbulkan iritasi pada kulit yang belum terbiasa.
Retinol dapat memicu reaksi seperti kemerahan, rasa perih, kulit mengelupas, hingga purging.
Kondisi ini dapat muncul ketika pergantian sel berlangsung lebih cepat dari biasanya.
Maka dari itu, penggunaan retinol bagi pemula sebaiknya dimulai dari konsentrasi rendah dan dipakai secara bertahap.
Mengenal AHA
AHA atau Alpha Hydroxy Acid adalah kelompok asam yang bekerja mengangkat sel kulit mati pada permukaan.
Jenis AHA yang paling umum digunakan antara lain glycolic acid dan lactic acid.
Baca Juga: SKTP Oktober Sudah Keluar, Tapi TPG Belum Dibayar: Ini 4 Faktor Penghambatnya
Menurut penjelasan BPOM RI dalam sejumlah edukasi kosmetik, AHA termasuk bahan aktif yang aman digunakan.
Keamanan tersebut berlaku selama kadarnya masih sesuai dengan batas yang diatur dalam regulasi.
Penggunaan yang tidak berlebihan juga menjadi syarat penting agar AHA tetap bekerja dengan aman pada kulit.
AHA membantu meratakan tekstur kulit, mencerahkan, serta membuat kulit terlihat lebih glowing.
Pada pemula, AHA cenderung lebih mudah diterima kulit dibandingkan retinol karena bekerja pada permukaan kulit.
Meski begitu, penggunaan yang terlalu sering tetap bisa menyebabkan iritasi dan over exfoliating.
Perbedaan Cara Kerja Retinol dan AHA
Perbedaan paling mendasar antara retinol dan AHA adalah letak kerjanya.
Retinol bekerja dari dalam kulit, sementara AHA bekerja pada permukaan.
Perbedaan ini memengaruhi kecepatan hasil, tingkat iritasi, dan kemampuan kulit untuk menyesuaikan diri.
Retinol membutuhkan waktu adaptasi karena sifatnya lebih kuat.
Hasil biasanya terlihat dalam 4 sampai 12 minggu.
Sebaliknya, AHA menunjukkan perubahan lebih cepat karena kulit tampak lebih halus setelah sel kulit mati terangkat.
Hasilnya dapat terlihat dalam 2 sampai 4 minggu.
Selain itu, retinol tidak mengelupas kulit secara langsung, tetapi mendorong pergantian sel.
AHA justru mengangkat lapisan kulit mati dengan metode eksfoliasi kimia.
Perbedaan pendekatan inilah yang membuat reaksi kulit terhadap keduanya tidak sama.
Mana yang Lebih Aman untuk Pemula?
Dalam banyak panduan skincare dermatolog Indonesia, AHA umumnya lebih cocok untuk langkah awal perawatan kulit.
AHA membantu memperbaiki tekstur dan kecerahan tanpa memicu iritasi berat selama dipakai pada konsentrasi rendah.
Sementara itu, retinol ideal digunakan setelah kulit lebih kuat.
Pemula yang langsung memakai retinol setiap malam berpotensi mengalami iritasi, meski produk yang digunakan berkadar rendah.
Dengan mempertimbangkan risiko, AHA sering direkomendasikan sebagai pintu masuk sebelum menggunakan retinol.
Setelah kulit terbiasa dengan exfoliating agent ringan, barulah retinol dapat diperkenalkan secara bertahap.
Cara Aman Memulai Retinol
Pemakaian retinol perlu dilakukan secara perlahan.
Pemula dianjurkan memakai retinol dengan konsentrasi 0.085 persen hingga 0.3 persen.
Frekuensi awal cukup dua kali seminggu.
Metode sandwich (moisturizer – retinol – moisturizer) dapat membantu mengurangi iritasi.
Baca Juga: Ringkasan Materi Lengkap Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 SMP Bab 2 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Selain itu, retinol tidak boleh dipadukan dengan AHA, BHA, benzoyl peroxide, dan vitamin C asam dalam satu malam.
Kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko sensitivitas kulit.
Retinol juga wajib dipadukan dengan sunscreen setiap pagi untuk mencegah iritasi akibat sinar UV.
Cara Aman Memulai AHA
Penggunaan AHA untuk pemula dianjurkan pada konsentrasi 5 persen atau lebih rendah.
AHA dapat diaplikasikan dua kali seminggu untuk melihat respons kulit.
Pada malam penggunaan AHA, hindari memakai bahan aktif lain yang berpotensi membuat kulit sensitif.
Tanda over exfoliating harus diperhatikan.
Baca Juga: Heboh! Beredar Kabar Sekolah Kedinasan Tambah 1 Instansi Baru di 2026, Benarkah Ada Kampus Baru?
Kulit yang terasa perih, memerah, dan mudah terbakar sinar matahari bisa menjadi sinyal bahwa kulit membutuhkan jeda.
Pada kondisi tersebut, pemakaian AHA perlu dihentikan sementara.
Apakah Retinol dan AHA Boleh Dipakai Bersamaan?
Penggunaan retinol dan AHA dalam satu malam tidak dianjurkan untuk pemula.
Kombinasi keduanya dapat menimbulkan iritasi berat karena kulit akan mengalami eksfoliasi berlapis.
Jika ingin memakai keduanya, penjadwalan dapat dilakukan bergantian.
AHA bisa digunakan beberapa kali dalam seminggu, sedangkan retinol dipakai pada malam lain.
Pendekatan lain yang sering dianjurkan dermatolog adalah menggunakan AHA terlebih dahulu selama beberapa minggu.
Setelah kulit terbiasa, retinol dapat digunakan sebagai bahan aktif utama untuk mencegah penuaan dini.
Baca Juga: Lulus UKPPPG Belum Cukup! Begini Proses dan Waktu Terbitnya NRG untuk Guru
Rekomendasi Produk Retinol dan AHA untuk Pemula
Produk yang digunakan pemula sebaiknya memiliki konsentrasi rendah dan formulasi lembut.
Selain itu, memilih produk yang sudah memiliki izin BPOM memberikan keamanan tambahan.
Rekomendasi Retinol untuk Pemula
1. The Originote Retinol Serum
Produk ini memberikan efek lembut dan cocok untuk kulit sensitif.
Formulasinya ringan dan tidak mudah menimbulkan rasa panas.
2. Skintific Retinol Renewal Moisturizer
Retinol dalam bentuk moisturizer cenderung lebih aman bagi pemula.
Efek iritasi lebih rendah, tetapi tetap memberikan manfaat retinol.
3. Somethinc Level 0 Retinol
Konsentrasi sangat rendah, sehingga ideal untuk tahap transisi menuju penggunaan retinol rutin.
Rekomendasi AHA untuk Pemula
1. Avoskin Miraculous Refining Serum
Serum ini mengandung AHA rendah yang efektif mengangkat sel kulit mati tanpa menimbulkan iritasi signifikan.
2. The Ordinary Lactic Acid 5 percent + HA
Lactic acid dikenal lebih lembut dibanding glycolic acid.
Formulanya aman untuk kulit sensitif dan pemula.
3. Skintific 5 percent AHA BHA PHA Exfoliating Toner
Toner ini mengombinasikan exfoliating agent ringan dengan hydrating agent, sehingga tidak membuat kulit terlalu kering.
Retinol dan AHA memiliki manfaat berbeda.
Baca Juga: Kejar Target PAD Depok, Supian Suri Minta Perangkat Daerah Genjot Kinerja Jelang Akhir Tahun
AHA cocok sebagai langkah awal untuk memperbaiki tekstur kulit dan membantu mencerahkan.
Retinol bekerja lebih dalam dan efektif mengurangi tanda penuaan, tetapi perlu adaptasi lebih lama.
Untuk pemula, penggunaan AHA dapat menjadi tahap awal sebelum beralih ke retinol.
Keduanya dapat memberikan hasil optimal jika dipakai sesuai aturan, digunakan secara bertahap, dan dipadukan dengan sunscreen setiap hari. ***




