POJOKSATU.id - Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi efektif, mengembangkan kreativitas, dan ruang kolaborasi peserta didik.
Capaian pembelajaran di kelas 7 Bahasa Indonesia fase D adalah memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis.
Selain itu, peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasikan informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra.
Berikut merupakan matriks tujuan pembelajaran dan ringkasan materi karya informasi: teks tanggapan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 Kurikulum Merdeka bab 5 semester 2.
Baca Juga: Kerugian Scam Online Tembus Rp 7 Triliun, Korban Hanya Bisa Pasrah Uang Kembali Cuma 5,4 Persen
Bab V: Membuka Gerbang Dunia
Tujuan Pembelajaran
1. Mengamati gambar untuk memprediksi cerita
Peserta didik mengembangkan strategi memahami cerita dengan memprediksi gambar sampul cerita dengan baik.
2. Memahami suasana cerita dan emosi tokoh dalam buku bergambar
Peserta didik mampu melakukan inferensi terhadap bacaan dengan berlatih menyimpulkan suasana cerita dan emosi tokoh dengan baik.
3. Menganalisis sajian visual dalam buku bergambar
Peserta didik menginterpretasi emosi tokoh dengan bantuan gambar melalui kegiatan menjawab pertanyaan pada bacaan Itam dan U dengan analitis.
4. Membandingkan bagian-bagian buku fiksi dan nonfiksi
Peserta didik mengenali perbedaan dan persamaan bagian-bagian pada buku fiksi dan nonfiksi dengan membandingkannya bagian tersebut dengan teliti.
Baca Juga: Kebijakan Baru TKA Jenjang SMP dan SMA: Apa yang Perlu Siswa dan Orang Tua Ketahui?
5. Merangkum berdasarkan gagasan pokok
Peserta didik menuliskan tanggapannya terhadap bacaan dengan menuliskan rangkuman bacaan berdasarkan gagasan pokok dari setiap sub bab dengan baik.
6. Membuat peta pikiran untuk merangkum
Peserta didik menuliskan tanggapannya terhadap bacaan dengan mengelompokkan ide yang muncul dalam proses membaca dalam format peta pikiran dengan baik.
7. Mencermati tanggapan terhadap buku
Peserta didik menganalisis tanggapan dengan menemukenali elemen tanggapan dan menilai tanggapan tersebut secara kritis.
8. Menyajikan tanggapan secara lisan dengan efektif dan santun
Peserta didik berlatih menyajikan tanggapan terhadap teks nonfiksi secara lisan dengan memaparkan tanggapannya terhadap teks “B.J. Habibie, Perpaduan Kecerdasan dan Tekad” dengan efektif dan santun.
Baca Juga: Numerasi Finansial: Bekal Bijak Mengatur Uang Sejak Muda
9. Mencermati ragam teks tanggapan
Peserta didik mengenali ragam kalimat dalam teks tanggapan melalui latihan mengategorikan kalimat dengan tepat.
10. Menganalisis struktur teks tanggapan
Peserta didik menemukenali struktur teks tanggapan dengan mengategorikan tiap paragraf dalam struktur tersebut dengan tepat.
11. Menulis teks tanggapan dan membuat tanggapan lisan
Peserta didik berlatih menyajikan tanggapannya terhadap sebuah buku dengan menulis sebuah tanggapan yang baik dan efektif.
Peserta didik berlatih menyajikan tanggapannya terhadap sebuah buku dengan menyajikannya secara lisan/audiovisual dalam media yang dipilihnya secara baik dan efektif.
Baca Juga: Kota Bogor Tindak Tegas Penunggak Pajak, 10 Lokasi Dipasangi Plang Tunggakan
Pengertian Teks Tanggapan
Teks tanggapan merupakan tulisan yang memuat penilaian, komentar, atau respons terhadap suatu bacaan, peristiwa, karya, atau objek yang diamati.
Dalam teks ini, penulis menyampaikan pendapat berdasarkan pemahaman dan hasil analisis terhadap suatu hal yang ditanggapi.
Tanggapan tersebut dapat berupa pujian, kritik, atau saran yang disampaikan secara objektif dan santun.
Pemahaman terhadap teks tanggapan membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Kemampuan ini terlihat ketika mereka memprediksi cerita melalui gambar.
Baca Juga: Terdakwa Kirun Kini Justice Collabolator Korupsi Jalan PUPR Sumut, Minggu Lalu Cuma Dituntut 3 Tahun
Peserta didik juga belajar memahami suasana bacaan, menganalisis visual, serta menyusun rangkuman berdasarkan gagasan pokok.
Melalui teks tanggapan, peserta didik belajar menyampaikan pendapat terhadap teks fiksi maupun nonfiksi.
Ragam Teks Tanggapan
Teks tanggapan dapat disajikan dalam beberapa bentuk.
Salah satunya adalah tanggapan terhadap teks atau bacaan, yaitu ketika peserta didik memberikan komentar terhadap isi cerita, suasana, emosi tokoh, atau penyajian informasi.
Tanggapan ini membantu pembaca memahami apakah sebuah teks disampaikan secara efektif.
Jenis lainnya adalah tanggapan terhadap gambar atau visual.
Pada bab ini, peserta didik berlatih menafsirkan gambar dalam buku bergambar, seperti pada cerita Itam dan U, untuk menangkap emosi tokoh, alur gambar, dan pesan visual.
Baca Juga: 14 WNA China di Kelapa Gading Ketahuan Jadi Tukang Bangunan Padahal Bermodal Visa Kunjungan
Ada juga tanggapan terhadap perbandingan, misalnya ketika siswa membandingkan struktur buku fiksi dan nonfiksi.
Melalui ragam tanggapan ini, peserta didik semakin terlatih dalam mengelompokkan ide, mengenali ciri kalimat tanggapan, serta menginterpretasikan informasi secara lebih mendalam.
Struktur Teks Tanggapan
Teks tanggapan memiliki tiga bagian utama.
Bagian pertama adalah pernyataan umum, yaitu paragraf pembuka yang berisi gambaran umum mengenai objek yang ditanggapi.
Pada bagian ini, penulis menjelaskan apa yang menjadi fokus tanggapannya.
Bagian kedua adalah isi tanggapan, yang memuat komentar, penilaian, atau pendapat terhadap objek tersebut.
Di dalamnya termasuk alasan, bukti, atau contoh yang mendukung pendapat.
Dalam pembelajaran, bagian ini melatih peserta didik untuk berpikir kritis, menilai elemen-elemen penting dalam buku, serta mengategorikan paragraf sesuai struktur teks.
Baca Juga: Cigombong, Kecamatan di Bogor yang Diapit Gunung Pagrango dan Gunung Salak
Bagian terakhir adalah penegasan ulang, yaitu kesimpulan yang menegaskan kembali pendapat penulis secara ringkas.
Melalui struktur ini, peserta didik memahami bagaimana menyampaikan tanggapan yang runtut, logis, dan efektif baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.
Menulis Teks Tanggapan dan Menyampaikan Tanggapan Lisan
Dalam menulis teks tanggapan, peserta didik memulai dengan memahami objek yang akan ditanggapi.
Proses ini melibatkan kegiatan membaca dengan cermat, mengidentifikasi gagasan pokok pada setiap sub bab, kemudian menyusun ringkasan.
Kemampuan ini dikembangkan melalui aktivitas merangkum bacaan dan menyusun peta pikiran yang mengelompokkan ide utama.
Setelah memahami isi bacaan, peserta didik mulai menyusun pernyataan umum, dilanjutkan dengan pendapat dan alasan yang mendukung.
Baca Juga: Tips Lolos Wawancara PPG! Cek Strategi Bicara, Sikap Profesional, dan Kunci Penilaiannya
Saat memberikan tanggapan, penting bagi peserta didik untuk menilai suatu bacaan secara objektif, menggunakan kalimat yang efektif, dan menyampaikan kritik secara santun.
Selain tulisan, peserta didik juga berlatih menyampaikan tanggapan secara lisan.
Pada tahap ini, siswa memaparkan pendapat terhadap teks nonfiksi, seperti “B.J. Habibie, Perpaduan Kecerdasan dan Tekad”, dengan bahasa yang jelas, runtut, dan menghargai pendengar.
Penyampaian lisan dapat dilakukan melalui berbagai media, termasuk presentasi atau rekaman audiovisual.
Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian berbicara, tetapi juga mengasah kemampuan berargumentasi dengan cara yang efektif dan sopan.
Pemahaman mengenai teks tanggapan menjadi dasar yang penting bagi peserta didik kelas VII.
Baca Juga: Peluang dan Tantangan bagi Calon Pendaftar KIP Kuliah 2026
Hal ini membantu mereka mengembangkan keterampilan membaca, menilai, dan menyampaikan pendapat secara kritis.
Materi yang mencakup pengertian, ragam, struktur, hingga cara menulis dan menyajikannya secara lisan, membantu peserta didik membangun sudut pandang yang lebih analitis terhadap berbagai jenis bacaan.
Kegiatan seperti memprediksi isi cerita, menafsirkan emosi tokoh, membandingkan buku fiksi dan nonfiksi, serta menyusun rangkuman dan peta pikiran menjadi bagian proses yang mendukung kemampuan bernalar secara utuh.
Dengan latihan yang konsisten, peserta didik tidak hanya mampu menghasilkan teks tanggapan yang runtut dan efektif.
Mereka juga dapat mempresentasikan pendapat secara santun dan meyakinkan.
Baca Juga: Peluang dan Tantangan bagi Calon Pendaftar KIP Kuliah 2026
Materi ini diharapkan dapat membuka wawasan mereka untuk lebih aktif, kritis, dan reflektif ketika berinteraksi dengan berbagai bentuk informasi.
Pelajarilah dengan baik ringkasan materi Bahasa Indonesia tersebut supaya lebih memahami materi teks pidato.
Jangan ragu untuk bertanya pada guru jika ada hal yang belum dipahami. ***




