POJOKSATU.ID - Di Kabupaten Bogor terdapat satu kecamatan yang cukup unik, yaitu Cigombong.
Terletak diapit oleh dua gunung besar, Gunung Pangrango dan Gunung Salak, kawasan ini menawarkan udara yang sangat sejuk dan panorama yang menyejukkan jiwa.
Meski suasananya asri dan menyerupai kehidupan desa, akses ke Cigombong tetap sangat modern.
Baca Juga: Raperda Penyertaan Modal Jadi Angin Segar BUMD Kota Bekasi
Jalur tol dan kereta api menghubungkannya dengan mudah ke Bogor dan Sukabumi.
Jumlah penduduk Cigombong sekitar 95.000 jiwa, dengan mayoritas bekerja di sektor UMKM pertanian dan perburuan.
Namun, semangat komunitas mereka jauh lebih besar, tercermin dari kebersamaan, gotong royong, dan pembelajaran yang terus-menerus menjadi bagian dari identitas warga.
Baca Juga: Rujukan BPJS Kesehatan Akan Diubah! Pasien Gawat Darurat Bisa Langsung ke RS Tipe A
Salah satu program unggulan yang berkembang di sana adalah gerakan pangan murah, upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, sehingga warga merasa “diurus”.
Namun warga masih berharap agar program pemeriksaan kesehatan gratis juga dapat hadir, sehingga kesejahteraan fisik bisa seiring dengan ekonomi.
Dari sisi wisata, Cigombong punya potensi besar karena ada Danau Lido.
Baca Juga: Sejarah Baru PPPK! Bagaimana Kebijakan di Era Nadiem Makarim Selamatkan Guru Honore
Danau Lido adalah danau buatan di Kecamatan Cigombong, yang menawarkan aktivitas seperti rakit, memancing, atau sekadar menikmati panorama pegunungan di sekitarnya.
Dengan alam yang subur, budaya lokal yang masih hidup, seperti pawai taaruf, tradisi dondang, dan anak-muda yang kreatif memadukan budaya lokal dengan ide digital.
Semangat mereka bisa digambarkan dengan satu kata, yaitu moncorong, yang dalam bahasa lokal berarti unggul.
Bukan hanya unggul dalam prestasi, tapi unggul dalam sikap hidup yang ramah, tangguh, dan terus tumbuh bersama alam.***

