POJOKSATU.id - Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi efektif, mengembangkan kreativitas, dan ruang kolaborasi peserta didik.
Capaian pembelajaran di kelas 7 Bahasa Indonesia fase D adalah memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis.
Selain itu, peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasikan informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra.
Berikut merupakan matriks tujuan pembelajaran dan ringkasan materi karya informasi: teks berita dan teks eksplanasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 Kurikulum Merdeka bab 4 semester 2.
Bab IV: Aksi Nyata Para Pelindung Bumi
Tujuan Pembelajaran
1. Teks berita “Gerakan Pasukan Muda Pelindung Bumi”
Peserta didik menerapkan strategi memahami teks berita eksplanasi dengan mengonfirmasi prediksi yang telah dibuatnya dengan tepat.
2. Mencari arti kata menggunakan ensiklopedia, kamus, tesaurus
Peserta didik berlatih menerapkan strategi kosakata dengan menemukan arti kata pada kamus atau ensiklopedia dengan mandiri.
3. Membandingkan berita cetak “Saatnya Melirik Hutan Kalteng yang Rapuh” dan digital “Saatnya untuk Aksi Nyata Perubahan Iklim”
Peserta didik mengenali ragam berita dalam jenis media yang berbeda dengan membandingkan fitur berita cetak dan daring dengan kritis.
4. Menganalisis berita audiovisual
Peserta didik mengenali fitur dalam teks berita audiovisual dengan menyimpulkan informasi dan menemukenali fitur di dalamnya dengan baik.
5. Judul berita Teras berita Isi berita
Peserta didik menyimpulkan perbandingannya terhadap berita pada ragam media dengan membandingkan teks pada judul, teras, dan isi berita cetak, daring, dan audiovisual dengan jeli.
6. Kalimat tunggal dan majemuk Konjungsi Pronomina Teks berita eksplanasi “Munculnya Awan Seperti Gelombang Tsunami di Aceh, Ini Penjelasan BMKG.
Peserta didik memperdalam pengetahuan tentang unsur kebahasaan dalam teks berita eksplanasi dengan menandai jenis kalimat dalam teks berita tersebut dengan teliti.
7. Menganalisis sumber berita “Waspada Bendungan Bili-Bili Siang Ini Melewati Angka Normal” dan “Bili-Bili Berstatus Waspada, Bupati Gowa Ingatkan Potensi Banjir.”
Peserta didik mengembangkan keterampilan memilah informasi dengan kritis dengan menganalisis kevalidan dengan sumber berita degan kritis.
8. Menulis berita eksplanasi dan menyajikan teks berita lisan atau audiovisual
Peserta didik berlatih menyampaikan informasi secara sistematis, terstruktur, dan efektif melalui kegiatan menulis teks berita sederhana dengan baik dan akurat.
Peserta didik berlatih memaparkan gagasannya secara lisan atau audiovisual dengan menyajikan teks berita yang disusunnya melalui aplikasi dan situs perekam suara dengan menarik.
Pengertian Teks Berita
Teks berita adalah tulisan yang berisi laporan tentang peristiwa nyata yang terjadi di sekitar kehidupan manusia.
Informasi yang disampaikan di dalamnya harus bersifat faktual dan aktual.
Artinya, berita ditulis berdasarkan kenyataan yang benar-benar terjadi, bukan pendapat pribadi penulis.
Berita dapat ditemukan di berbagai media, baik media cetak seperti koran dan majalah, maupun media digital seperti situs web dan media sosial.
Tujuan utama teks berita adalah untuk memberikan informasi yang benar dan terbaru kepada pembaca agar mereka mengetahui perkembangan peristiwa yang sedang terjadi.
Dalam penyusunannya, teks berita umumnya mengikuti unsur 5W + 1H, yaitu apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Unsur tersebut membuat berita menjadi lengkap, jelas, dan mudah dipahami.
Tujuan Teks Berita
Teks berita disusun bukan hanya untuk memberikan kabar, tetapi juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap suatu peristiwa.
Melalui teks berita, pembaca dapat mengetahui informasi baru, menumbuhkan kepedulian sosial, dan belajar berpikir kritis terhadap situasi di sekitar.
Selain itu, berita juga berfungsi sebagai sarana pendidikan agar pembaca mampu menilai dan memilah informasi yang mereka terima setiap hari.
Ragam dan Jenis Berita
Dilihat dari cara penyampaiannya, berita terbagi menjadi beberapa jenis. Dua di antaranya yang paling umum adalah berita cetak dan berita daring (online).
Berita cetak adalah berita yang disajikan melalui media fisik, seperti koran, buletin sekolah, atau majalah.
Jenis berita ini biasanya memiliki bentuk kolom dan paragraf yang teratur, serta diterbitkan dalam edisi harian atau mingguan.
Pembaca tidak dapat langsung memberikan tanggapan karena medianya bersifat satu arah.
Sementara itu, berita daring merupakan berita yang disebarkan melalui media digital seperti situs web atau portal berita.
Jenis berita ini dapat diakses kapan pun dan di mana pun, bahkan sering dilengkapi dengan gambar, video, atau tautan tambahan.
Berita daring bersifat interaktif karena pembaca dapat langsung berkomentar atau membagikannya ke media sosial.
Selain dua jenis tersebut, terdapat pula berita audiovisual yang disampaikan melalui suara dan gambar.
Berita jenis ini sering ditemukan di televisi, YouTube, atau platform digital lain yang menggabungkan unsur teks, suara, dan visual untuk menarik perhatian penonton.
Pengertian Teks Eksplanasi
Berbeda dari teks berita yang menyampaikan informasi, teks eksplanasi berfungsi untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa.
Teks eksplanasi biasanya membahas fenomena alam, sosial, atau budaya, seperti proses terjadinya hujan, banjir, gempa bumi, hingga perubahan iklim.
Baca Juga: Contoh Soal PAI dan Budi Pekerti Kelas 7 Semester 1 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan
Tujuan utama teks eksplanasi adalah memberikan penjelasan yang logis dan ilmiah mengenai sebab dan akibat dari suatu peristiwa.
Melalui penjelasan tersebut, pembaca dapat memahami bagaimana dan mengapa peristiwa itu dapat terjadi.
Dengan demikian, teks eksplanasi membantu pembaca memahami hubungan antar peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan Teks Berita dan Teks Eksplanasi
Teks berita dan teks eksplanasi memang sama-sama memberikan informasi kepada pembaca, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar.
Teks berita fokus pada laporan kejadian nyata yang baru terjadi, sedangkan teks eksplanasi menjelaskan proses terjadinya peristiwa dengan sudut pandang ilmiah.
Struktur keduanya juga berbeda.
Teks berita biasanya terdiri atas judul, teras berita, dan isi berita.
Sementara teks eksplanasi memiliki bagian pernyataan umum, deret penjelas, dan penutup.
Gaya bahasa teks berita lebih informatif dan sederhana, sedangkan teks eksplanasi menggunakan bahasa yang lebih ilmiah dengan banyak kata kerja dan konjungsi sebab-akibat.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Kaidah kebahasaan dalam teks eksplanasi berfungsi untuk membuat penjelasan menjadi logis dan mudah dipahami.
Salah satu ciri utamanya adalah penggunaan kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
Kalimat tunggal memiliki satu predikat, seperti “Air menguap karena panas.”
Sementara kalimat majemuk memiliki lebih dari satu predikat, contohnya “Air menguap karena panas dan membentuk awan di langit.”
Selain itu, teks eksplanasi juga banyak menggunakan konjungsi atau kata hubung, seperti karena, sehingga, kemudian, oleh sebab itu, dan selain itu.
Kata-kata tersebut berfungsi untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat atau menunjukkan urutan terjadinya peristiwa.
Pronomina atau kata ganti juga sering digunakan agar kalimat tidak berulang, misalnya ini, itu, mereka, dan tersebut.
Di dalam teks eksplanasi, sering muncul kata kerja aktif dan pasif, seperti menyebabkan, menghasilkan, dipengaruhi, dan terbentuk.
Ciri penting lainnya adalah penggunaan kosakata ilmiah atau teknis yang sesuai dengan topik yang dibahas.
Baca Juga: Capek Nyenengin Semua Orang? Saatnya Belajar Cinta Diri Sendiri Dulu
Misalnya, pada teks eksplanasi tentang cuaca akan muncul kata evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.
Semua unsur kebahasaan ini membantu pembaca memahami isi teks secara sistematis dan ilmiah.
Cara Menulis Teks Berita Eksplanasi
Menulis teks berita eksplanasi memerlukan ketelitian dan kemampuan menyusun informasi secara logis.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan topik yang menarik, seperti peristiwa alam, sosial, atau kegiatan di sekolah.
Setelah itu, kumpulkan informasi dari berbagai sumber yang terpercaya, misalnya dari buku pelajaran, situs resmi lembaga pemerintah, atau hasil wawancara.
Langkah berikutnya adalah menyusun teks berdasarkan struktur berita yang terdiri atas judul, teras berita, dan isi berita.
Baca Juga: Sudah Dipercaya Malah Mengkhianati, Mantan Karyawan Curi Sekarung Daging Beku di Koja
Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, serta hindari istilah yang terlalu rumit.
Untuk memperkuat isi berita, sertakan data, kutipan narasumber, atau gambar pendukung yang relevan.
Dalam penulisannya, penting juga memperhatikan ketepatan fakta dan kejelasan kalimat agar berita tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Menyajikan Teks Berita secara Lisan dan Audiovisual
Selain menulis, siswa juga dapat menyajikan teks berita secara lisan atau melalui bentuk audiovisual.
Saat menyampaikan berita secara lisan, gunakan intonasi yang jelas, tempo bicara yang tepat, dan ekspresi wajah yang sesuai dengan isi berita.
Jika disajikan dalam bentuk video, kombinasikan suara dengan gambar, teks judul, atau potongan video terkait agar lebih menarik.
Beberapa aplikasi seperti CapCut atau Canva Video Editor dapat membantu proses penyusunan berita audiovisual dengan mudah.
Baca Juga: Maria Gabriella, Siswi SMA di Tangerang yang Hilang Sepekan, Ditemukan Selamat di Jakarta
Dengan latihan yang rutin, peserta didik tidak hanya mampu menulis teks berita dengan baik, tetapi juga bisa menjadi penyampai informasi yang percaya diri dan terampil.
Melalui pembelajaran teks berita dan teks eksplanasi, siswa dapat memahami bagaimana sebuah informasi disusun, disampaikan, dan dianalisis secara kritis.
Kemampuan ini tidak hanya penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
Keterampilan memahami dan menulis teks juga menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Dengan kemampuan tersebut, mereka dapat memilah informasi dan berkomunikasi secara efektif di tengah arus informasi yang semakin cepat.
Pelajarilah dengan baik ringkasan materi tersebut supaya lebih memahami materi teks pidato.
Jangan ragu untuk bertanya pada guru jika ada hal yang belum dipahami. ***




