POJOKSATU.id - Banyak guru bersertifikasi kembali dibuat frustrasi setelah mengecek laman Info GTK, meski situs sudah tampak berjalan normal, status validasi mereka tetap menunjukkan Kode 02.
Padahal sebelumnya mereka berharap, ketika sistem kembali online, perubahan akan segera muncul. Kenyataannya? Tidak.
Sistem Info GTK adalah laman resmi yang digunakan untuk memantau status data guru dalam kaitan dengan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Baca Juga: Sekou Kone Kembali ke Indonesia, Dulu Bikin Kagum di Piala Dunia U-17 Kini Tantang Garuda Muda
Jika data valid, status akan berubah ke kode yang menunjukkan bahwa guru berhak menerima tunjangan.
Salah satu status yang sering muncul dan membingungkan guru adalah Kode 02, yang berarti bahwa data belum memenuhi syarat.
Apa Itu Kode 02?
Berdasarkan informasi resmi dan media edukasi:
Kode 02 di Info GTK menunjukkan bahwa beban mengajar guru belum memenuhi syarat untuk pencairan TPG.
Baca Juga: Sekou Kone Kembali ke Indonesia, Dulu Bikin Kagum di Piala Dunia U-17 Kini Tantang Garuda Muda
Lebih spesifik, salah satu penyebab utama adalah jam tatap muka guru yang masih di bawah minimal (misalnya kurang dari 24 jam per minggu) atau data tugas tambahan seperti wali kelas tidak terbaca.
Kenapa Meski Situs “Normal”, Status Tak Berubah?
Beberapa guru melaporkan bahwa meski sistem Info GTK dan penetrasi data sudah berjalan, status mereka tetap Kode 02.
Berikut penyebab umumnya:
1. Sinkronisasi data dari Dapodik ke Info GTK belum selesai atau ada kendala teknis.
2. Data di Dapodik ternyata masih mengandung kesalahan: misalnya NIK tidak valid, tugas tambahan wali kelas belum diinput, atau penghitungan jam mengajar belum sesuai.
3. Proses penarikan dan validasi data berlangsung secara bertahap oleh Kementerian Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) dan pusat.
4. Sehingga meski laman tampak aktif, data belum masuk batch yang diproses.
Dampak Bagi Guru
Guru yang masih memiliki status Kode 02 menghadapi risiko:
Pencairan TPG terpaksa tertunda hingga data valid.
Baca Juga: Sekou Kone Kembali ke Indonesia, Dulu Bikin Kagum di Piala Dunia U-17 Kini Tantang Garuda Muda
Kepastian finansial menjadi kurang karena seharusnya tunjangan tersebut merupakan bagian dari pendapatan yang diandalkan.
Rasa frustrasi dan kebingungan meningkat karena mereka merasa “semuanya sudah benar” tapi status belum berubah juga.
Langkah Praktis Mengatasi Kode 02
Untuk guru dan operator sekolah, berikut langkah yang bisa dilakukan:
1. Pastikan NIK di Dapodik sesuai dengan data di Dukcapil. Jika ada perbedaan, segera lakukan verval PTK.
Baca Juga: Viral Cek Mahar Rp 3 Miliar Mbah Tarman Hilang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
2. Pastikan tugas tambahan (misalnya wali kelas) sudah diinput ke Dapodik dan rombel siswa telah lengkap diisikan.
3. Pastikan jam tatap muka sudah memenuhi ketentuan (24 jam per minggu atau setara) dan telah diinput secara benar di Dapodik.
4. Koordinasi dengan operator sekolah dan Dinas Pendidikan, minta verifikasi bahwa data telah terkirim dan masuk batch penarikan data pusat.
5. Cek secara rutin laman Info GTK setelah sinkronisasi dan penarikan data untuk melihat perubahan kode.
Jika setelah beberapa waktu (misalnya 1–2 minggu) belum berubah, segera laporkan ke operator.
Mengapa Banyak yang Tetap Kode 02?
Meski langkah di atas sudah dilakukan, tetap banyak kasus Kode 02.
Alasan utama:
1. Waktu penarikan data yang telah ditetapkan namun batch-nya belum memproses guru tersebut.
2. Ketidaksiapan data operator sekolah atau beban tugas ganda yang belum tercatat.
3. Sistem otomatis Info GTK yang belum membaca perubahan karena jeda sinkronisasi atau kesalahan input ringan yang luput dari pemeriksaan.
Apa yang Bisa Diharapkan Guru?
Guru dapat berharap bahwa dalam beberapa waktu ke depan:
1. Batch penarikan data berikutnya akan memproses status yang masih Kode 02.
2. Jika data sudah benar dan sesuai syarat, status akan berubah ke kode yang menunjukkan valid (seperti Kode 16) dan kemudian pencairan TPG bisa dilakukan.
Namun, tetap penting.
Jangan hanya menunggu, aktif berkoordinasi dengan operator sekolah dan Dinas agar perbaikan segera dilakukan.***




