POJOKSATU.ID - Momen yang ditunggu tiba juga, bintang muda Sekou Kone akan kembali menjejakkan kaki di Indonesia.

Pemain berusia 19 tahun asal Mali ini akan memperkuat timnas negaranya.

Dalam dua laga uji coba melawan Timnas Indonesia U22 pada 15 dan 18 November 2025 di Stadion Pakansari, Bogor.

Kone bukan hanya sekadar “nama baru” ia pernah tampil memukau saat membela Mali U17.

Baca Juga: Kok Bisa Sih Nikita Mirzani Live Jualan dari Dalam Rutan, Apakah Warga Biasa Juga Bisa?

Di ajang Piala Dunia U17 2023 yang digelar di Indonesia, saat Mali finis di posisi ketiga.

Kini, ia kembali ke Indonesia dalam skuat yang berisikan banyak pemain berbasis Eropa, dan siap menguji kemampuan Garuda Muda.

Sekou Kone memang pernah mencuri perhatian publik Indonesia ketika Piala Dunia U17 berlangsung di Solo dan Surabaya.

Kala itu, Mali mengalahkan Argentina U17 3-0 dalam perebutan tempat ketiga, dengan Kone sebagai salah satu pilar utama.

Baca Juga: 40 Latihan Soal IPA Kelas 7 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan, Metode Ilmiah hingga Pemuaian

Fast forward, sekarang pemain yang tercatat di skuad Manchester United U21 ini akan kembali ke Tanah Air.

Tetapi sebagai lawan yang akan diuji oleh tim muda Indonesia.

Momentum ini langsung menarik antisipasi besar bukan sekadar uji coba biasa.

Tetapi duel antara talenta global dan generasi muda lokal.

Dengan rekam jejak yang menjanjikan, Sekou Kone kini menjadi sorotan utama jelang laga Indonesia U22 melawan Mali U22.

Pemain berusia 19 tahun itu bukan sosok sembarangan, ia merupakan anggota junior Manchester United yang direkrut langsung dari klub Guidars FC, Mali.

Dengan tinggi 1,76 meter dan posisi sebagai gelandang bertahan sekaligus box-to-box.

Kone dikenal memiliki kemampuan mengatur tempo permainan sekaligus daya jelajah tinggi di lini tengah.

Baca Juga: KemenPANRB Umumkan Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu, Kalimantan Selatan Jadi Provinsi dengan Estimasi Tertinggi

Banyak pengamat sepak bola Eropa bahkan menilai gaya bermainnya mengingatkan pada para gelandang legendaris Afrika yang dikenal kuat, cerdas, dan penuh tenaga.

Bagi timnas Indonesia U22, kehadiran Kone dan rekan-rekannya dari skuad muda Mali menjadi ujian besar sekaligus pengalaman berharga.

Tim Garuda Muda sedang berada dalam fase pembangunan menuju SEA Games 2025.

Dan pertandingan uji coba melawan tim kuat seperti Mali memberi kesempatan.

Baca Juga: Wajah Baru Literasi Anak Muda: dari Buku ke TikTok Edukasi

Untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka menghadapi gaya permainan modern khas Eropa Afrika.

Atmosfer di Stadion Pakansari diprediksi akan berbeda dari pertandingan uji coba biasa.

Nama besar Manchester United yang melekat pada Kone diyakini akan menarik perhatian publik, mulai dari penggemar Setan Merah, komunitas sepak bola muda.

Hingga masyarakat umum yang ingin menyaksikan aksi pemain internasional berpotensi besar.

Antusiasme ini akan menjadikan laga tersebut lebih dari sekadar pertandingan persahabatan.

Melainkan juga ajang pembuktian kualitas dan semangat generasi muda sepak bola Indonesia.

Selain itu, kehadiran skuad Mali yang sebagian besar berisi alumni Piala Dunia U17 dan pemain berbasis di klub klub Eropa menambah gengsi pertandingan ini.

Bagi publik Indonesia, laga tersebut bukan hanya pertarungan sportif di lapangan hijau.

Melainkan juga kesempatan langka melihat langsung bakat global bertarung di stadion nasional.

Baca Juga: Grand Opening K Mall: Babak Baru Gaya Hidup Urban di Menara Jakarta

Dua pertandingan uji coba yang dijadwalkan berlangsung pada 15 dan 18 November 2025 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

Diharapkan menjadi momentum penting bagi timnas muda Indonesia.

Fokus utama mereka adalah menjaga konsistensi permainan, memperkuat koordinasi antarlini.

Dan membuktikan bahwa bermain di kandang sendiri bisa menjadi keunggulan nyata menghadapi lawan berkelas dunia.***