POJOKSATU.id — Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi efektif, mengembangkan kreativitas, dan ruang kolaborasi peserta didik.

Capaian pembelajaran di kelas 7 Bahasa Indonesia fase D adalah memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis.

Selain itu, peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasikan informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra.

Baca Juga: Gus Dur dan Reformasi Presiden yang Berani Membubarkan Departemen Penerangan

Berikut merupakan matriks tujuan pembelajaran dan ringkasan materi karya informasi: teks deskripsi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 Kurikulum Merdeka bab 1 semester 1.

Bab 1: Jelajah Nusantara

Tujuan Pembelajaran

1. Mengakses Informasi dan Mengambil Simpulan dari Teks “Pantan Terong yang Instagramable".

Peserta didik dapat menemukan informasi eksplisit pada teks deskripsi dan menyimpulkannya melalui kegiatan menjawab pertanyaan dengan tepat.

2. Mengenali Gaya Penulisan pada Teks “Pantan Terong yang Instagramable” di Media Sosial Daring.

Peserta didik mengidentifikasi gaya penulisan teks deskripsi di media sosial dengan menuliskan kalimat ungkapan yang menyapa pembaca dengan baik.

3. Menjelajahi Arti Kata Menggunakan Kamus.

Peserta didik mengembangkan pemahamannya terhadap kata-kata yang jarang muncul dengan menemukan arti kata pada kamus secara mandiri dan tepat.

Baca Juga: Ini 5 Jurusan dengan Punya Peluang Besar di CPNS 2026, Tegaskan Kompetensi Sesuai Keahlian

4. Menyelisik Ragam Bahasa dalam Teks Deskripsi

Peserta didik berlatih mengenali gaya penyajian teks deskripsi yang efektif dan memikat pembaca sasaran melalui latihan menuliskan ulang kalimat perincian dan menemukenali kalimat majas personifikasi.

5. Mendeskripsikan Gambar Secara Lisan dan Membuat Vlog

Peserta didik memaparkan gagasannya dengan menyajikan deskripsinya terhadap gambar secara lisan menggunakan kalimat perincian yang memikat.

6. Menilai Pamflet Wisata

Peserta didik menilai efektivitas informasi dengan berlatih menganalisis deskripsi teks dan visual dalam pamflet dengan kritis.

7. Membandingkan Informasi Lisan

Peserta didik menganalisis ragam teks deskripsi lisan dengan membandingkan objek yang dijelaskan, ragam sapaan menurut mitra tutur, dan tujuan penutur dengan baik.

Baca Juga: Dari Gratisan Jadi Cuan! Cara UMKM Lokal Bertahan di Dunia Digital

8. Membandingkan Ciri- Ciri Objek

Peserta didik menganalisis ragam teks deskripsi lisan dengan membandingkan ciri-ciri kalimat yang menjelaskan objek yang berbeda dengan baik.

9. Mengenali Tanda Baca dalam Teks Deskripsi

Peserta didik menyajikan teks deskripsi dengan baik melalui latihan menyunting penggunaan huruf kapital, tanda titik, tanda koma, serta kata depan dalam kalimat dengan tepat.

10. Memaparkan Ciri Benda Kesukaan.

Peserta didik mampu menulis teks deskripsi sederhana dengan berlatih menjelaskan benda kesukaannya dengan baik, sesuai dengan konteks dan pembaca.

11. Menyimak dan Menilai Paparan Teman.

Peserta didik memahami paparan orang lain dengan gestur yang baik dan menghargai dengan berlatih menilai paparan lisan teman.

Baca Juga: TKA vs UN: Apa Bedanya dan Mengapa TKA Mulai Digunakan Tahun 2025? Simak di Sini

Pengertian Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu objek, baik tempat, benda, hewan, maupun manusia secara terperinci agar pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakan hal yang digambarkan.

Tujuan teks deskripsi adalah memberikan gambaran yang jelas dan mendetail tentang objek yang dijelaskan sehingga pembaca dapat membayangkannya dengan nyata.

Contohnya, “Pantan Terong di Aceh Tengah menawarkan pemandangan hijau menyejukkan dengan udara pegunungan yang segar.”

Kalimat itu menunjukkan bagaimana teks deskripsi mengajak pembaca “merasakan” suasana tempat yang dijelaskan.

Baca Juga: BRI Buka Lowongan Kerja 2025 untuk D3 dan S1, Penempatan di Jabodetabek dan Sekitarnya!

Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Teks deskripsi memiliki beberapa ciri utama, yaitu:

1. Menggambarkan suatu objek secara konkret dan jelas.

2. Menggunakan kata-kata sifat dan pancaindra (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, peraba).

3. Memiliki kalimat perincian untuk menjelaskan detail objek.

4. Mengandung ungkapan perasaan penulis terhadap objek yang dideskripsikan.

5. Menggunakan bahasa yang menarik dan memikat pembaca, sering kali memakai majas seperti personifikasi atau metafora.

Baca Juga: Cek Hasil TKA 2025, Dapat Nilai Nol tapi Tetap Bisa Ikut SNBP 2026? Ini Penjelasan Kemendikdasmen

Struktur Teks Deskripsi

Struktur dalam teks deskripsi terdiri atas:

1. Identifikasi atau Gambaran Umum

Berisi pengenalan objek yang akan dideskripsikan (nama, lokasi, bentuk, dan kesan umum).

Contohnya, “Pantan Terong merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Takengon, Aceh Tengah.”

2. Deskripsi Bagian

Menjelaskan bagian-bagian objek secara rinci, baik dari sisi bentuk, warna, suasana, atau keistimewaannya.

Contohnya, “Dari puncak bukit, terlihat Danau Lut Tawar yang luas membentang dikelilingi pepohonan hijau.”

3. Penutup atau Kesimpulan

Berisi kesan penulis terhadap objek atau ajakan kepada pembaca.

Contohnya, “Tempat ini cocok untuk melepas penat dan menikmati keindahan alam yang menenangkan.”

Baca Juga: Kebijakan Bupati Kudus! ASN Wajib Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih

Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

Beberapa kaidah kebahasaan yang biasa digunakan dalam teks deskripsi meliputi:

1. Kata sifat (adjektiva), seperti indah, sejuk, tinggi, harum, lembut.

2. Kata benda (nomina) yang untuk menyebut objek, seperti pantai, gunung, taman, bunga.

3. Kata kerja indra (verba), seperti melihat, mencium, mendengar, merasakan.

4. Majas personifikasi dan metafora yang digunakan untuk memperindah bahasa.

5. Kata depan (di, ke, dari, dengan) yang digunakan dengan ejaan yang benar.

6. Penggunaan huruf kapital, tanda titik, tanda koma, dan tanda seru yang tepat dalam kalimat.

Baca Juga: PT Amerta Indah Otsuka Buka Lowongan Kerja Strategis untuk Fresh Graduate dan Profesional

Cara Menulis Teks Deskripsi

Agar dapat menulis teks deskripsi yang menarik, berikut langkah-langkah dalam menulisnya.

1. Tentukan objek yang ingin dideskripsikan.

Misalnya: tempat wisata, benda kesayangan, hewan peliharaan, atau tokoh idola.

2. Kumpulkan data dan informasi tentang objek.

Catat bagian-bagian penting, ciri khas, dan kesan pribadi terhadap objek tersebut.

3. Buat kerangka teks.

Susun bagian identifikasi, deskripsi bagian, dan penutup secara runtut.

4. Gunakan bahasa yang menggugah pancaindra.

Gunakan kata sifat dan kalimat perincian agar pembaca dapat “merasakan” apa yang dideskripsikan.

Baca Juga: Daftar Magang Nasional Batch 2, Perlu IPK Tertentu? Ini Faktanya Menurut Kemnaker, Jangan Bingung!

5. Perhatikan ejaan dan tanda baca.

Gunakan huruf kapital, tanda titik, koma, dan kata depan sesuai kaidah.

6. Sunting kembali tulisan.

Pastikan teks sudah jelas, runtut, dan menggambarkan objek dengan baik.

Teks deskripsi tidak hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga mengasah kepekaan berbahasa dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengamati suatu objek.

Dengan menulis teks deskripsi, peserta didik belajar menyampaikan pengalaman secara konkret, menarik, dan komunikatif, baik dalam bentuk tulisan, lisan, maupun media digital seperti vlog dan pamflet wisata.

Pelajarilah dengan baik ringkasan materi tersebut supaya lebih memahami materi teks pidato.

Jangan ragu untuk bertanya pada guru jika ada hal yang belum dipahami. ***