POJOKSATU.ID - Pemerintah kembali memperpanjang program bantuan pangan beras 10 kilogram selama dua bulan bagi keluarga berpendapatan rendah di seluruh Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup menjelang akhir tahun 2025.

Melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog, penyaluran beras gratis tahap terbaru ini akan dilakukan pada November dan Desember 2025.

Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan 10 kilogram beras per bulan secara cuma-cuma.

Baca Juga: Curah Hujan Ekstrem Picu Longsor, BMKG Ingatkan Perubahan Pola Cuaca

 

Pemerintah menetapkan bahwa penerima bantuan pangan ini berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan sudah diverifikasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Jumlah penerima diperkirakan mencapai lebih dari 22 juta keluarga di seluruh Indonesia.

Bantuan disalurkan secara bertahap melalui Perum Bulog, dibantu aparat pemerintah daerah, TNI, dan kantor pos di berbagai wilayah.

Baca Juga: Heboh! Pria di Kelurahan Bangkong Tolak Stiker Keluarga Miskin, Padahal Penerima Bansos dari Pemerintah

Menurut Kepala Bapanas, tujuan utama program ini bukan hanya membantu masyarakat miskin, tetapi juga menjaga agar harga beras di pasaran tetap stabil di tengah fluktuasi harga global.

 

Cara Cek dan Klaim Bantuan Pangan Beras 10 Kg

Untuk memastikan apakah Anda termasuk penerima, cukup membuka situs resmi [cekbansos.kemensos.go.id](https://cekbansos.kemensos.go.id).

Atau menggunakan aplikasi Cek Bansos di ponsel.

Langkah-langkahnya sederhana:

1. Masukkan nama lengkap sesuai KTP.

2. Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa.

3. Klik Cari Data.

Baca Juga: Eks Dirut ASDP Bantah Korupsi Rp1,2 Triliun, Saya Tak Ambil Sepeser Pun

Jika terdaftar, akan muncul jenis bantuan yang diterima, termasuk bantuan pangan beras 10 kg.

Warga penerima akan mendapat undangan resmi atau pemberitahuan melalui aparat desa atau kelurahan mengenai waktu dan lokasi pembagian.

Pengambilan bantuan dilakukan di titik distribusi resmi seperti balai desa, kantor kelurahan, atau gudang Bulog setempat.

 

Kebijakan ini disambut baik masyarakat.

Baca Juga: Sosok FN Pelaku Bom SMAN 72 Diungkap Sepupu, Ternyata Keluarga Broken Home dari Banyumas

Di sejumlah daerah, bantuan beras ini membantu menekan pengeluaran rumah tangga dan menjaga stok pangan keluarga tetap aman.

Bagi petani, program ini juga dianggap berdampak positif karena beras yang digunakan berasal dari hasil serapan produksi dalam negeri.

Ekonom menilai kebijakan ini memiliki efek ganda, menolong masyarakat berpenghasilan rendah dan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Dengan nilai inflasi yang sempat naik di pertengahan tahun, kebijakan bantuan pangan menjadi instrumen stabilisasi yang efektif.

Baca Juga: Curah Hujan Ekstrem Picu Longsor, BMKG Ingatkan Perubahan Pola Cuaca

 

Meskipun program berjalan lancar di sebagian besar wilayah, beberapa daerah masih menghadapi kendala distribusi karena cuaca dan kondisi jalan.

Pemerintah daerah diminta aktif berkoordinasi agar penyaluran beras 10 kg selama dua bulan bisa selesai sebelum tutup tahun.

Bapanas menegaskan bahwa penyaluran dilakukan tanpa potongan biaya.

Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas dan meminta uang administrasi.

Semua penerima berhak mendapatkan bantuan gratis sepenuhnya.

 

Perpanjangan program bantuan pangan beras 10 kg selama dua bulan menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat.

Baca Juga: Tak Punya Pengalaman Kerja? Begini Strategi Lolos Magang Nasional Batch 2 Kemnaker

Selain menjaga stabilitas ekonomi, program ini juga diharapkan memperkuat rasa gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan harga pangan.***