POJOKSATU.id – Wacana pengajaran Bahasa Portugis di sekolah tengah dikaji serius oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyebut pembahasan ini sudah melibatkan Komisi X DPR RI.

Menurutnya, hal itu penting agar arah kebijakan bisa selaras sebelum diterapkan secara nasional.

"Untuk Bahasa Portugis sedang dibahas dan dikaji dan kita juga mendengarkan pendapat dari Komisi X DPR RI," ujar Fajar.

Ia menambahkan, pembahasan ini bahkan sudah menjadi agenda internal di kementerian.

"Intinya, kita sudah punya kurikulum mengenai hal ini dan sekarang sedang dikaji apakah akan menjadi mata pelajaran pilihan atau wajib karena tentu ada konsekuensinya," katanya.

Baca Juga: SELURUH NAKES, Ini Jadwal, Materi dan Link Pelatihan Pengelola Imunisasi di Puskesmas Angkatan 1, Total 5 SKP dan 36 JPL

Potensi Strategis Bahasa Portugis

Fajar menilai, Bahasa Portugis memiliki nilai strategis jika diajarkan di sekolah.

Bahasa ini digunakan luas di Portugal, Brasil, Mozambik, hingga Timor Leste, dan punya posisi penting dalam komunikasi internasional serta perdagangan global.

Selain membuka peluang interaksi lintas negara, penguasaan Bahasa Portugis juga dapat memperkuat hubungan sejarah dan budaya antara Indonesia dan negara-negara tersebut.

“Beberapa daerah kita punya hubungan historis dengan Portugis. NTT misalnya, terutama di wilayah Indonesia Timur yang secara kultur memang dekat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Fajar menegaskan, sudah banyak serapan Bahasa Portugis yang hidup dalam Bahasa Indonesia, mulai dari kata “meja”, “sepatu”, hingga “sabun”.

"Bahkan banyak sekali serapan Bahasa Portugis yang masuk ke dalam Bahasa Indonesia," ucapnya.

Baca Juga: Belajar Bahasa Portugis Lebih Mudah, Mirip dengan Bahasa Indonesia, Ini Alasannya!

Gambaran Struktur Kurikulum

Sebagai simulasi, struktur kurikulum Bahasa Portugis bisa disusun mengacu pada model bahasa asing lain seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Arab yang sudah lebih dulu menjadi mata pelajaran.

Secara umum, mungkin saja pendekatannya tetap mengusung prinsip Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka.

1. Tujuan Pembelajaran

Sebagai gambaran, beberapa tujuan utama pembelajaran meliputi kemampuan komunikatif, pemahaman linguistik, literasi budaya, dan kolaborasi proyek.

Dari tujuan pembelajaran itu, peserta didik diharapkan mampu berkomunikasi dasar, memahami tata bahasa, hingga mengenal budaya dunia Lusofon (Portugis).

2. Struktur Berdasarkan Jenjang

Perkiraan berikutnya sebagai pelengkap wacana pembelajaran Bahasa Portugis, dapat juga dilihat materi pembelajaran dan jumlah jam pelajaran yang direkomendasikan sebagai berikut.

  • SMP: Mata pelajaran pilihan 2 jam pelajaran per minggu, fokus pada percakapan dasar dan budaya.

  • SMA: 3–4 jam pelajaran per minggu, mencakup keterampilan berbicara, menulis, memahami teks, serta proyek budaya.

  • Perguruan Tinggi: Dapat dikembangkan menjadi program studi tersendiri seperti Bahasa Jerman atau Prancis, dengan fokus linguistik, sastra, dan penerjemahan.

Baca Juga: Mau Diajarkan di Sekolah, Ini Jejak Panjang Bahasa Portugis di Dunia dan Indonesia, Dari Lisbon ke Lamno

3. Materi dan Penilaian

Secara umum pembelajaran bahasa asing sebagai mata pelajaran, memiliki materi dan penilaian tersendiri.

Materi mencakup pelafalan, tata bahasa dasar (verbo ser/estar), tenses, serta budaya Portugal dan Brasil.

Sedangkan penilaiannya dapat terdiri dari kuis, dialog, proyek budaya, hingga portofolio karya siswa.

Langkah Implementasi

Sebagai rekomendasi lanjutan, pengajaran Bahasa Portugis dimulai sebagai mata pelajaran pilihan di SMA/SMK, disertai pelatihan guru dan kerja sama dengan kedutaan Portugal, Brasil, dan Timor Leste.

Penyediaan buku ajar pun dapat direncanakan mengikuti standar CEFR (Common European Framework of Reference for Languages) level A1–B1.

Baca Juga: Pembelajaran Bahasa Portugis Diusulkan Uji Coba di Sekolah Wilayah Timur, Kata Ketua Komisi X DPR RI Agar Adaptif dan Relevan

CEFR adalah standar internasional untuk mengukur kemampuan bahasa seseorang.

Standar ini banyak dipakai dalam buku ajar bahasa asing—termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Arab, dan Portugis—untuk menentukan tingkatan materi dan capaian pembelajaran.

Jika sebuah buku ajar mencantumkan level A1–B1, artinya buku itu dirancang mengikuti kemampuan bahasa sesuai level CEFR dari pemula hingga menengah awal.

Meski Bahasa Portugis mungkin belum sepopuler Inggris atau Prancis di Indonesia, tapi gagasan ini bisa membuka cakrawala baru bagi pelajar kita. ***