POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin mengumumkan program Dialog on Innovative Higher Education Strategies (DIES) International Deans’ Course (IDC) Southeast Asia 2026.

Program DIES IDC ini ditujukan bagi para dekan, wakil dekan, dan kepala departemen baru di perguruan tinggi Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.

Program DIES diselenggarakan oleh Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD), Hochschulrektorenkonferenz (HRK) atau German Rector’s Conference, The Centre for Higher Education (CHE), serta University of Applied Sciences Osnabrück di Jerman.

Baca Juga: Kondisi F Pelaku Ledakan Bom SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat di Ruangan Khusus

Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ).

Pelatihan Manajemen Pendidikan Tinggi Berkelas Dunia

DIES International Deans’ Course merupakan pelatihan intensif yang dirancang untuk memperkuat kapasitas manajerial pimpinan fakultas di perguruan tinggi.

Peserta akan dibekali dengan keterampilan strategis dalam manajemen fakultas, pengelolaan keuangan, penjaminan mutu, serta kepemimpinan di tengah perubahan dinamika pendidikan tinggi global.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pelatihan soft skills serta kesempatan berdiskusi langsung dengan pimpinan universitas di Jerman mengenai reformasi pendidikan tinggi dan inovasi manajemen kampus.

Baca Juga: Panitia Pastikan Nadran Laut Ciparagejaya 2025 Aman dan Bersih

Program ini terbagi menjadi tiga tahap (Part I, II, dan III) yang saling terintegrasi:

Part I: Seminar intensif selama sepuluh hari di Osnabrück dan Berlin, Jerman, pada 15–26 Juni 2026.

Pada tahap ini, peserta akan diperkenalkan pada konsep dan alat manajemen pendidikan tinggi modern melalui pendekatan praktis dan studi kasus. Peserta juga diwajibkan menyusun Project Action Plan (PAP) sebagai proyek reformasi individual di institusinya.

Part II: Seminar daring (online) selama lima hingga sepuluh hari pada Agustus–Oktober 2026 (jadwal akan dikonfirmasi).

Tahap ini berfokus pada pendampingan dan pembahasan kemajuan implementasi Project Action Plan di lingkungan kerja masing-masing peserta.

Part III: Seminar tatap muka di Malaysia pada 23–27 November 2026.

Peserta akan mempresentasikan hasil proyek, mengevaluasi capaian, dan berbagi pembelajaran antaruniversitas di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Gotong Royong Tekan Stunting di Cipayung, Warga dan Aparatur Kompak Sedekah Telur Lewat JuS TeruS

Kolaborasi Akademik Internasional

Program ini juga melibatkan tiga pakar pendidikan tinggi Asia Tenggara dari Multimedia University Malaysia, Philippine Normal University, dan Petra Christian University (PCU) Indonesia.

Mereka akan bertindak sebagai mentor dan penghubung antara peserta dengan tim pelatih di Jerman, memastikan implementasi proyek berjalan optimal.

Universitas Osnabrück bertindak sebagai koordinator akademik dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan program MBA bidang manajemen pendidikan tinggi.

Sementara itu, CHE sebagai lembaga nirlaba Jerman menjadi think tank utama dalam kebijakan pendidikan tinggi, dan HRK berperan sebagai asosiasi universitas yang mewakili kepentingan akademik Jerman di tingkat internasional.

Baca Juga: Adu Nyali di Kampung Bahari, Polisi dan BNN Dapat Perlawanan Saat Gerebek Markas Sabu

Persyaratan Peserta dan Cakupan Pembiayaan

Program ini terbuka bagi 30 peserta terpilih dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Filipina.

Kriteria peserta meliputi:

- Dekan, wakil dekan, atau kepala departemen yang baru menjabat (maksimal 2 tahun).

- Wakil rektor atau wakil presiden di universitas khusus atau terdesentralisasi juga dapat mendaftar.

- Usia ideal 40–50 tahun (dengan toleransi ±2 tahun).

- Menguasai bahasa Inggris secara aktif, dibuktikan dengan sertifikat TOEFL atau Cambridge Certificate.

DAAD akan menanggung biaya perjalanan internasional, akomodasi, transportasi lokal di negara tuan rumah, serta asuransi kesehatan selama kegiatan di Jerman.

Baca Juga: BKN Gelar Sidang ASN! Peringatkan Soal Tukin, Tak Disiplin Potong 25 Persen!

Namun, universitas asal peserta diwajibkan memberikan kontribusi biaya sebesar 600 euro (sekira 5% dari total biaya program).

Selain itu, peserta atau institusi asal juga menanggung biaya visa, transportasi lokal di negara asal, serta per diem tambahan bila diperlukan.

Prosedur dan Batas Waktu Pendaftaran

Calon peserta wajib mendaftar secara daring melalui laman resmi: https://www.hs-osnabrueck.de/en/international-deans-course/application

Berkas yang harus dilampirkan meliputi:

-Salinan paspor atau KTP,

-Curriculum Vitae,

-Surat motivasi termasuk rancangan Project Action Plan (PAP),

-Struktur organisasi universitas,

-Surat rekomendasi dan dukungan pendanaan dari pimpinan universitas,

-(Opsional) Surat rekomendasi tambahan dari alumni DAAD.

Baca Juga: Kemendikdasmen Imbau Sekolah Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025 Serentak 10 November

Seluruh dokumen harus dikirim paling lambat 30 November 2025. Proses seleksi akan dilakukan oleh tim ahli internasional di bidang manajemen pendidikan tinggi, dan hasilnya akan diumumkan pada Februari 2026.

Keterangan lengkap mengenai program ini dapat diakses di situs resmi www.international-deans-course.org atau melalui email ke idc@hs-osnabrueck.de.

Kemendiktisaintek mengimbau pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan fakultas yang berminat mengikuti DIES International Deans’ Course 2026 untuk segera mendaftar. ***