POJOKSATU.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah bersiap menghadapi gelombang besar kehilangan pegawai akibat pensiun dan rotasi jabatan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, sepanjang tahun 2025 hingga 2029, kementeriannya akan kehilangan sekitar 7.748 pegawai.

Kondisi ini membuat Kemenkeu harus bergerak cepat agar tidak terjadi kekosongan SDM di sektor keuangan negara.

Baca Juga: Ledakan di SMAN 72, Membuat Trauma pada Siswa dan Reaksi Lingkungan Setelah Insiden

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah menyiapkan rekrutmen besar-besaran sebanyak 19.500 ASN baru selama lima tahun ke depan.


Antisipasi Pensiun Massal ASN Kemenkeu

Langkah rekrutmen ini diambil sebagai strategi menjaga keberlanjutan pelayanan publik dan kinerja lembaga keuangan negara.

Dalam pernyataannya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa tanpa penambahan pegawai baru, Kemenkeu berpotensi kekurangan tenaga di sejumlah unit vital.

Seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb).

Baca Juga: KDM dan KAI Bahas Modernisasi Jalur Kereta Jakarta–Bandung, Target Waktu Tempuh 1,5 Jam

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghitung proyeksi kebutuhan SDM hingga tahun 2029.

Diperkirakan sebanyak 7.748 pegawai akan keluar karena pensiun atau mutasi, dan akan digantikan oleh 19.500 ASN baru secara bertahap.

Pernyataan ini dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga: Belum Masuk Rekening? Begini Cara Cek Tahapan Pencairan TPG TW 3 dan 4 di Info GTK!

Menurutnya, kebutuhan pegawai baru bukan hanya soal jumlah, melainkan juga kualitas.

Kemenkeu membutuhkan ASN dengan kemampuan digital, literasi data, serta pemahaman ekonomi modern agar bisa beradaptasi dengan arah transformasi birokrasi dan keuangan negara.

Skema Rekrutmen ASN Hingga 2029

Kementerian Keuangan akan membuka formasi ASN baru setiap tahun mulai 2025. Rinciannya:

1. Tahun 2025: sekitar 2.100 ASN baru akan direkrut.

2. Tahun 2026–2029: tiap tahun akan dibuka rata-rata 4.350 formasi ASN baru.

Skema rekrutmen ini dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan internal dan kemampuan anggaran negara.

Baca Juga: Fenomena Quiet Quitting, Tanda Generasi Muda Tak Mau Lagi Hidup untuk Bekerja

Fokus utama perekrutan diarahkan pada jabatan fungsional seperti analis keuangan, pemeriksa pajak, auditor, perencana anggaran, dan pengelola data digital fiskal.

Kemenkeu juga akan memperluas sistem digital talent pool.

Di mana calon ASN yang memiliki kompetensi ekonomi digital, data governance, serta kebijakan fiskal dapat langsung diseleksi lewat sistem berbasis merit.

Baca Juga: Honda Daya Jayadi Racing Team Siap Gaspol di Kejurda Road Race IMI Jabar Seri 2 Bukit Peusar


Tantangan Reformasi SDM Keuangan Negara

Purbaya mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam rekrutmen ini adalah memastikan setiap ASN baru mampu mengikuti reformasi birokrasi digital yang tengah dijalankan pemerintah.

Kemenkeu saat ini tengah memodernisasi proses kerja dengan sistem digitalisasi.

Termasuk sistem perpajakan Coretax, pengelolaan APBN berbasis data, dan monitoring fiskal real-time.

Baca Juga: Banten Tampil Perkasa di Popnas 2025: Sabet 33 Medali, Renang Jadi Andalan

Untuk itu, ASN ke depan tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap teknologi.

Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa rekrutmen ASN Kemenkeu ke depan bertujuan menciptakan birokrat dengan pola pikir inovatif dan ketangguhan menghadapi perubahan.

Ia menekankan bahwa proses ini bukan sekadar mengisi formasi kosong, melainkan transformasi generasi birokrat keuangan negara. Pernyataan ini disampaikannya pada Jumat (7/11/2025).

Kemenkeu Gandeng BP Tapera dan BKN

Selain membuka lowongan baru, Kemenkeu juga menggandeng sejumlah lembaga seperti Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan BP Tapera.

Baca Juga: Pejabat BKN Ungkap Pesan Penting saat Pelantikan PPPK Paruh Waktu, Ini Maknanya

Tentunya untuk memastikan kesejahteraan ASN baru melalui pembiayaan perumahan serta sistem penempatan yang lebih transparan.

Langkah ini dilakukan agar pegawai baru memiliki keseimbangan antara karier dan kesejahteraan pribadi.

Sekaligus menjaga moral kerja di tengah beban tugas yang berat di sektor keuangan negara.

Di sisi lain, pembenahan SDM ini juga akan memperkuat kemampuan fiskal nasional, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menentu.

Baca Juga: GoTo dan Grab, Duet Superapp? Ini Dampak Besarnya bagi Konsumen dan UMKM Indonesia


Harapan Pemerintah untuk ASN Baru

Kehadiran 19.500 ASN baru diharapkan bisa membawa semangat baru bagi birokrasi Kemenkeu.

Pemerintah ingin menciptakan generasi pegawai yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga berintegritas tinggi dan adaptif terhadap perubahan.

“ASN keuangan negara adalah garda depan stabilitas fiskal. Kami ingin mereka berorientasi pelayanan dan memiliki komitmen kuat pada transparansi,” tambah Purbaya.

Baca Juga: ASN Gen Z, Antara Formalitas dan Fleksibilitas

Rekrutmen besar ini menjadi momentum penting bagi lulusan muda di bidang ekonomi, akuntansi, hukum, dan teknologi informasi.

Untuk ikut berkontribusi langsung dalam membangun sistem keuangan negara yang sehat, efisien, dan modern.

Dengan rencana rekrutmen 19.500 ASN hingga 2029, pemerintah berharap reformasi birokrasi keuangan negara dapat berjalan lebih cepat, lebih kuat, dan lebih berdampak pada kesejahteraan publik.***