POJOKSATU.id - Ada kabar menarik sekaligus menegangkan bagi para guru madrasah di seluruh Indonesia.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI resmi mengumumkan bahwa kuota peserta PPG Dalam Jabatan (Daljab) Madrasah 2025 akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tapi jangan senang dulu, karena bersamaan dengan kabar baik itu, tingkat persaingannya pun disebut bakal jauh lebih ketat.

Baca Juga: Dari 7 Maskapai, Hanya Garuda dan Saudia yang Lolos Seleksi Haji 2026

Kabar ini mencuat setelah terbitnya Surat Edaran Nomor B-6222/Dt.I.II/KS/11/2025 tentang Seleksi Administrasi PPG Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Batch IV.

Dalam surat tersebut, Kemenag menegaskan bahwa peningkatan kuota tahun ini sejalan dengan komitmen pemerintah mempercepat sertifikasi pendidik dan meningkatkan profesionalitas guru madrasah di seluruh Indonesia.

Namun, di balik penambahan kuota tersebut, Kemenag juga mencatat adanya lonjakan besar pada jumlah pendaftar aktif di sistem SIMPATIKA, yang membuat peluang kelulusan menjadi lebih kompetitif dari sebelumnya.

 

Kuota Lebih Besar, tapi Tak Semua Bisa Ikut

Menurut sumber di lingkungan Ditjen Pendis, jumlah kuota PPG Daljab 2025 meningkat sekitar 20 persen dibanding Batch III.

Baca Juga: Wisata Alam Terindah di Indonesia! Ini Dia 10 Surga Dunia yang Bikin Kamu Bangga Jadi Anak Negeri

Peningkatan ini didorong oleh anggaran tambahan dari program penguatan guru madrasah dan efisiensi sistem pelatihan daring.

Meski demikian, jumlah guru yang memenuhi syarat juga meningkat drastis.

Ribuan guru yang gagal pada seleksi administrasi sebelumnya kini kembali mencoba peruntungan. Kemenag menyebutkan, hanya guru yang benar-benar memenuhi kelengkapan administrasi dan linearitas program studi yang akan lolos tahap verifikasi.

Dengan kata lain, meskipun kuota bertambah, sistem seleksi tetap ketat dan berbasis merit.

Ketatnya Persaingan di Tahap Administrasi

Tahapan seleksi administrasi tahun ini menjadi kunci utama.

Berdasarkan jadwal resmi, pendaftaran dilakukan 6–11 November 2025 melalui laman https://simpatika.kemenag.go.id disusul verifikasi berkas hingga 13 November.

Salah satu alasan banyaknya peserta yang gagal pada batch sebelumnya adalah kesalahan unggah dokumen dan tidak sinkronnya data linearitas antara ijazah dengan mata pelajaran yang diampu.

Baca Juga: Setelah Ramai Soal Tunjangan DPR, Nafa Urbach Menghilang dari Dunia Maya

Ditjen Pendis menegaskan bahwa semua data akan diverifikasi otomatis melalui sistem, sehingga peserta yang tidak sesuai akan langsung tereliminasi tanpa peninjauan manual.

Guru yang lolos administrasi akan diumumkan pada 17 November 2025, dan wajib mengisi form kesediaan mengikuti PPG paling lambat 19 November 2025.

 

Strategi agar Lolos PPG Daljab 2025

Bagi guru yang serius ingin lolos, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sejak awal.

Baca Juga: Habis Diskors 6 Bulan Oleh DPR dan Tak Dapat Gaji, Ahmad Sahroni Tetap Kaya Raya! Intip Deretan Harta yang Dimiliki Sahroni.

Pertama, pastikan ijazah dan mata pelajaran yang diampu sudah linear, sesuai daftar yang tercantum dalam lampiran surat edaran Ditjen Pendis.

Kedua, unggah dokumen dalam format dan ukuran yang sesuai agar tidak ditolak sistem.

Selain itu, pastikan akun SIMPATIKA aktif dan data kepegawaian sudah diverifikasi oleh operator madrasah.

Banyak peserta gagal hanya karena data status kepegawaian belum disetujui oleh admin kabupaten atau Kanwil Kemenag.

Menurut pengamat pendidikan Islam, peningkatan kuota ini memang membuka peluang besar bagi guru yang disiplin menyiapkan berkas dan memahami sistem digital administrasi.

 

Program PPG Daljab Jadi Momentum Transformasi Guru

Kemenag menilai PPG Daljab bukan sekadar program sertifikasi, melainkan gerbang profesionalisasi guru madrasah di era digital.

Melalui PPG, guru tidak hanya memperoleh tunjangan profesi, tetapi juga pembaruan kompetensi sesuai perkembangan kurikulum merdeka dan teknologi pendidikan.

Baca Juga: Menuju BSU Digital, Pemerintah Rancang Sistem Bantuan Tanpa Rekening di 2026

Dengan bertambahnya kuota tahun ini, Kemenag berharap makin banyak guru madrasah yang mendapatkan kesempatan menjadi pendidik profesional bersertifikat.

Namun, Ditjen Pendis juga mengingatkan agar peserta tetap waspada terhadap hoaks atau tautan palsu yang mengatasnamakan pendaftaran PPG.

Kabar baiknya, sistem pendaftaran di SIMPATIKA kini lebih cepat dan transparan.

Tapi jangan menunda! Persaingan makin ketat dan waktu pendaftaran hanya sampai 11 November 2025.

Siapkan berkasmu, pastikan data valid, dan jangan lewatkan kesempatan menjadi bagian dari guru madrasah profesional 2025.***