POJOKSATU.id - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengalokasikan dana Rp2,85 Miliar untuk beasiswa bagi 138 dosen dan tenaga kependidikan (tendik).
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas layanan di lingkungan kampus.
Berdasarkan data tim SDM, fokus utama bantuan ini adalah untuk 91 pegawai yang menempuh Program Doktor (S3).
Baca Juga: Peluang Emas! BSI Rekrut Calon Pemimpin Muda Lewat Program ODP 2025, Ini Cara Daftarnya
Penerima lainnya mencakup 19 orang untuk jenjang sarjana (S1), 18 orang untuk magister (S2), dan 10 orang untuk program kejar paket.
Rektor UIN Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar, menyatakan peningkatan SDM adalah fokus utama demi mewujudkan reformasi birokrasi dan layanan unggul.
Kebijakan ini juga selaras dengan komitmen Kementerian Agama (Kemenag).
Baca Juga: Bansos Digital 2025, Cara Baru Pemerintah Salurkan Bantuan Tanpa Ribet dan Lebih Transparan
"Kata kunci yang kami temukan dalam konteks ini adalah SDM, kualitas SDM yang harus kita tingkatkan, misalnya dosen masih ada yang belum S3," katanya di Ciputat, Senin 3 November 2025.
Rektor Asep menekankan mandat transformasi UIN Jakarta menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) bergantung pada kesiapan SDM.
"Saya harus sampaikan disini bahwa UIN dikasih mandat tegas oleh Kementerian untuk bertransformasi menjadi PTNBH, dan itu harus dilakukan di tahun ini dan tahun depan," tegasnya.
Baca Juga: Lima Tips dan Trik Desain Interior Kekinian, Ciptakan Tampilan Lebih Modern, Dijamin Nyaman!
Ia meyakini pengelolaan PTNBH hanya akan berjalan maksimal jika didukung oleh SDM yang andal.
Asep berjanji akan terus meningkatkan anggaran beasiswa ini di tahun mendatang.
"Sekarang baru Rp2,85 miliar, besok kita tingkatkan menjadi Rp4 miliar. SDM itu kunci, karena salah satu bagian yang kita canangkan adalah reformasi birokrasi, dan itu adanya di SDM," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa program ini juga dirancang untuk mendukung poin keempat dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Poin tersebut berfokus pada penguatan pembangunan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan.
Baca Juga: Update November, Daerah yang Sudah Selesaikan Penyaluran TPG Triwulan 3 dan Siap Masuk Gelombang 4!
Sebagai unit di bawah Kemenag, UIN Jakarta ditegaskannya memiliki kewajiban untuk berkontribusi pada visi Presiden tersebut.
"Kita melihat bahwa Pak Prabowo dan Kemenag sangat concern dalam meningkatkan SDM itu, dalam hal ini dosen-dosen dan tendik. Ini komitmen kita untuk bagaimana UIN ini SDM-nya andal, bisa melayani dengan baik dan excellent," ujar Rektor Asep.
Ia berharap para penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu untuk segera kembali melayani.
Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor II Imam Subchi, memaparkan sejarah anggaran beasiswa yang fluktuatif.
Anggaran tahun 2022 tercatat Rp577 juta, namun sempat turun drastis di 2023 menjadi Rp415 juta.
"Tahun 2024 naik menjadi Rp585 juta, tahun 2025 naik menjadi Rp2,85 miliar. Kenaikan beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen pimpinan, khususnya Rektor UIN Jakarta dalam rangka memperkuat SDM di lingkungan UIN Jakarta," ungkap Imam.
Imam menyebut kenaikan anggaran ini dimungkinkan oleh peningkatan pendapatan UIN Jakarta setelah sentralisasi keuangan.
"Semenjak ada instruksi Rektor tentang masalah keuangan disentralkan, terjadi lonjakan pendapatan. Saya lihat dari data 2021, 2022, 2023, ini stagnan di Rp600 miliar. Di 2024 melonjak menjadi Rp946 miliar," ujarnya.
Ia berharap kebijakan strategis ini dapat dilanjutkan oleh kepemimpinan UIN Jakarta di masa depan.
"Mudah-mudahan rektorat yang akan datang, siapa pun pimpinannya bisa melanjutkan. Dan doktor-doktor yang ada di UIN Jakarta ini jadi doktor yang berkualitas tinggi dan paralel juga sesuai bidang ilmu masing-masing," ungkapnya.***




