POJOKSATU.ID- Dalam dunia usaha, peran generasi muda semakin menonjol. Kehadiran mereka membawa warna baru dalam pengelolaan bisnis yang sebelumnya banyak dikuasai oleh generasi pendahulu.

Anak muda hadir dengan gagasan segar, pendekatan berbeda, serta keberanian untuk mengambil risiko yang kadang dihindari oleh pebisnis konvensional.

Fenomena ini menjadi salah satu bukti bahwa ruang ekonomi di Indonesia terbuka luas bagi siapa pun yang mampu membaca peluang.

Kewirausahaan di usia muda sering dipandang sebagai langkah berani. Tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi, mulai dari keterbatasan pengalaman hingga keraguan pasar terhadap kemampuan mereka.

Baca Juga: Realme Buka Lowongan Management Trainee E-Commerce untuk Lulusan Baru, Gaji hingga Rp 8,5 Juta

Namun, justru di sanalah letak peluang berkembang. Banyak pengusaha muda yang memanfaatkan teknologi, jejaring sosial, serta kemampuan adaptasi mereka untuk menembus berbagai sektor industri.

Selain itu, dukungan ekosistem bisnis juga ikut berperan dalam membuka jalan bagi para wirausahawan muda.

Lingkungan yang kondusif, akses pendanaan, serta regulasi yang mendukung menjadi faktor penting dalam memacu lahirnya generasi pengusaha baru.

Hal ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga mendorong terciptanya lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Di sisi lain, kehadiran pengusaha muda sering kali menghadirkan standar baru dalam dunia manajemen. Pendekatan yang lebih inklusif, berbasis nilai, dan memperhatikan keberlanjutan membuat bisnis yang mereka jalankan relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga: 3,5 Juta Siswa SMA Siap Ikuti TKA 2025, Pahami Cakupan Ujian Bahasa Indonesia, Model Soal Persis Begini!

Model kepemimpinan semacam ini perlahan mendapat tempat, terutama di sektor-sektor strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Salah satu nama yang muncul dari kalangan pengusaha muda Indonesia adalah George Santos. Pemuda kelahiran 29 May 1995 di Tanjungpinang Kepulauan Riau ini membangun reputasi sebagai pemimpin bisnis yang mampu menapaki berbagai sektor industri.

Melalui perusahaannya, Solid Holding, ia berhasil mengembangkan usaha yang mencakup pertambangan, pelayaran, investasi, hingga hilirisasi alumina.

George memulai perjalanannya dengan mendirikan Solid Holding dari awal. Langkah ini kemudian melahirkan berbagai anak perusahaan yang beroperasi di sektor-sektor vital.

Dengan kepemimpinan yang konsisten, perusahaannya tumbuh menjadi salah satu grup usaha yang aktif di pasar domestik maupun internasional.

Baca Juga: Ijazah Hilang? Begini Cara Mengurus Duplikat Resmi di Sekolah atau Kampus

“Bagi saya, bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan dampak jangka panjang,” ujarnya.

Di balik pencapaiannya, George menekankan pentingnya nilai sebagai fondasi perusahaan. Ia memperkenalkan lima prinsip utama yang menjadi dasar operasional Solid: Safety, Open-mindedness, Loyalty, Integrity, dan Discipline.

Kelima nilai ini, menurutnya, bukan sekadar jargon, melainkan panduan nyata yang diterapkan dalam setiap lini usaha.

“Prinsip-prinsip ini saya pegang erat, baik dalam bisnis maupun kehidupan pribadi,” kata George.

Dengan pendekatan tersebut, George Santos menjadi contoh bagaimana pengusaha muda dapat memainkan peran besar dalam perekonomian nasional.

Di usia yang relatif muda, ia menunjukkan bahwa visi, keberanian, dan integritas bisa menjadi kunci untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Sosoknya sekaligus memperlihatkan bahwa generasi baru pengusaha Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing, baik di tingkat lokal maupun global.***