POJOKSATU.id - Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG), Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), resmi menetapkan 40 peserta Program Pelatihan Teknis Non Gelar bagi Pendidik Tahun 2025.

Program ini mengusung tema “Technical Professional Learning Program on School Counselling Service to Support 21st Century Student Development”, yang berfokus pada peningkatan kapasitas guru dan dosen dalam layanan bimbingan konseling untuk mendukung pengembangan siswa abad ke-21.

Penetapan peserta dilakukan melalui Surat Keputusan Direktur Pendidikan Profesi Guru, Ferry Maulana Putra yang ditetapkan di Jakarta pada 16 Oktober 2025.

Baca Juga: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PKS Apresiasi Program MBG dan Koperasi Merah Putih

Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa para peserta yang terpilih telah melewati tahapan seleksi administrasi dan wawancara yang dilaksanakan pada 5 hingga 7 Oktober 2025 di Jakarta.

Keputusan ini merujuk pada sejumlah regulasi penting, antara lain Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru beserta perubahannya, serta Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendikdasmen.

Pelaksanaan program ini juga mengacu pada Keputusan Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Nomor 10/B/HK.03.01/2025 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Program Pelatihan Teknis Non Gelar bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Baca Juga: Tak Boleh Ada Peristiwa Timothy Anugerah Saputra yang Lain, Kemendiktisaintek Imbau Seluruh Kampus Bentuk Satgas PPKPT

Ferry Maulana menegaskan, biaya pelaksanaan kegiatan ini dibebankan pada anggaran yang tersedia dalam DIPA Direktorat Pendidikan Profesi Guru, sesuai dengan kewenangan yang berlaku.

“Pelatihan ini diharapkan memperkuat peran guru dan dosen dalam memberikan layanan bimbingan konseling yang relevan dengan kebutuhan siswa di era digital dan dinamis,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis.

Peserta program ini terdiri atas dosen dan guru pamong dari berbagai provinsi di Indonesia yaitu enam dosen dan 34 guru pamong dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi dan Maluku Utara. Klik tautan ini untuk melihat daftar peserta yang lolos.

Baca Juga: Camat Walantaka Ungkap Asal Limbah Medis B3 yang Gegerkan Warga Serang

Program pelatihan teknis ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, khususnya dalam aspek layanan konseling sekolah, kesejahteraan siswa, dan penguatan karakter.

Melalui program ini, Kemendikdasmen mendorong para peserta untuk mengimplementasikan pendekatan bimbingan konseling yang adaptif, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat. ***