POJOKSATU.id — Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal.
Kondisi ini sering menyebabkan tubuh terasa lemas, cepat lelah, hingga menurunkan kualitas hidup jika tidak segera diatasi.
Karena itu, deteksi anemia sejak dini menjadi sangat penting agar penanganannya dapat dilakukan lebih cepat.
Selama ini, pemeriksaan kadar hemoglobin biasanya dilakukan secara invasif dengan mengambil sampel darah melalui tusukan jarum.
Baca Juga: UMS Raih Peringkat Pertama SINTA PTS Jawa Tengah, Bukti Kinerja Riset Unggul, Ini Dampaknya
Metode tersebut memang cukup akurat, tetapi tidak sedikit orang yang merasa tidak nyaman bahkan takut saat darahnya diambil.
Melihat hal itu, Guru Besar IPB University, Prof Irzaman, bersama tim peneliti berinisiatif menciptakan alat pendeteksi kadar hemoglobin tanpa jarum sama sekali.
Alat itu diberi nama Tesena Non Invasif Hb Check, hasil kolaborasi antara IPB University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta PT Tesena Inovindo.
Baca Juga: Kritik Pedas Said Iqbal ke Kemnaker, Lulusan Sarjana Disuruh Magang, Ini Aneh
Menurut Prof Irzaman, alat ini dibuat untuk mengurangi trauma pasien yang sering muncul saat proses pengambilan darah.
“Banyak pasien yang takut karena proses pengambilan darah terasa menyakitkan. Dengan alat ini, pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat dan tanpa rasa sakit,” ujarnya di Kampus IPB Dramaga.
Cara kerja alat ini cukup sederhana.
Pengguna hanya perlu menyorotkan cahaya ke bagian tubuh tertentu.
Baca Juga: Kuantitas Publikasi Ilmiah Sepanjang 2024 Meningkat Tajam, Bagaimana Kualitas dan Dampaknya?
Cahaya itu kemudian diserap oleh darah, lalu sistem alat membaca karakteristiknya untuk menentukan kadar hemoglobin.
“Teknologi cahaya yang kami gunakan sudah terbukti cukup akurat dan hasilnya bisa langsung terlihat secara real time,” jelas Prof Irzaman.
Hasilnya bahkan bisa diketahui hanya dalam hitungan detik, berbeda dengan metode laboratorium yang memerlukan proses pengambilan darah dan waktu tunggu.
Baca Juga: Cellica Ajak Warga Cibuaya Karawang Dukung Program Pemerintah
Keunggulan lain dari alat ini terletak pada sistem pengolah datanya.
Setelah proses penyinaran, data hasil tangkapan cahaya diolah menggunakan teknologi machine learning dan transformasi cepat.
Kombinasi keduanya membuat hasil pengukuran lebih akurat dan presisi.
Baca Juga: Suami Tahu Istri Anti Puspitasari Selingkuh, Namun Dimaafkan, Ternyata Diulangi dan Berakhir Tragis
Prof Irzaman menjelaskan, Tesena Non Invasif Hb Check dapat dimanfaatkan di berbagai fasilitas kesehatan untuk mempercepat proses skrining anemia.
Ke depan, alat ini bahkan ditargetkan bisa digunakan secara mandiri oleh masyarakat di rumah.
“Bayangkan nanti orang bisa cek kadar hemoglobin di rumah sendiri tanpa harus ke lab atau ditusuk jarum. Cukup dengan alat ini, hasilnya langsung keluar,” tambahnya.
Selain untuk deteksi anemia, alat ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah menekan angka stunting di Indonesia.
Salah satu penyebab stunting adalah kekurangan gizi sejak masa kehamilan, yang bisa dideteksi lebih awal melalui kadar hemoglobin.
Prof Irzaman berharap inovasi ini bisa digunakan secara luas di puskesmas dan oleh tenaga kesehatan di berbagai daerah.
“Kalau bisa dimanfaatkan sejak awal, alat ini akan sangat membantu mendeteksi risiko anemia pada ibu hamil maupun calon ibu,” katanya.
Dengan teknologi yang mudah digunakan, cepat, dan hasilnya bisa diandalkan, inovasi ini menjadi langkah nyata IPB University dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui riset dan teknologi.
Baca Juga: Jangan Hanya Andalkan Teknologi! Ini 10 Kemampuan yang Tetap Dicari Perusahaan di Masa Depan
Kolaborasi antara IPB University, PT Tesena Inovindo, dan BRIN ini diharapkan membuka jalan bagi pengembangan alat kesehatan berbasis teknologi dalam negeri yang efisien dan ramah pengguna.
Prof Irzaman menegaskan, misi utama dari pengembangan alat ini adalah agar setiap orang dapat memantau kesehatannya tanpa rasa takut dan dengan cara yang lebih praktis. ***




