POJOKSATU.id - Bagi sebagian guru, laman Info GTK mungkin terlihat sederhana hanya menampilkan data diri, beban mengajar, dan status validasi tunjangan profesi guru (TPG).
Namun, di balik tampilan itu tersimpan sistem yang menentukan apakah tunjangan bisa cair atau justru tertunda.
Satu kode kecil di layar Info GTK bisa berarti peringatan serius yang berdampak langsung pada pencairan TPG.
Tak sedikit guru yang baru menyadari pentingnya laman ini ketika dana TPG mereka tak kunjung masuk ke rekening.
Padahal, Info GTK merupakan sistem validasi resmi yang terhubung langsung dengan Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dan database kepegawaian seperti BKN.
Semua data mulai dari status ASN, jam mengajar, hingga kesesuaian sertifikat pendidik akan diverifikasi otomatis melalui sistem ini.
Jika ada data yang tidak sinkron atau belum memenuhi syarat, Info GTK akan menampilkan kode peringatan tertentu.
Nah, dari berbagai laporan dan pengalaman di lapangan, ada empat kode Info GTK yang paling sering menyebabkan tunjangan profesi guru tertunda atau tidak cair sama sekali.
1. Kode 01 – Beban Mengajar Tidak Linear
Masalah pertama yang paling sering muncul adalah ketidaksesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan bidang sertifikasi guru.
Misalnya, guru bersertifikat PPKn tetapi mengajar IPS atau guru Bahasa Inggris yang mengampu mapel lain.
Dampaknya sistem membaca bahwa beban mengajar tidak linear dengan sertifikat pendidik, sehingga status validasi menjadi TMS (Tidak Memenuhi Syarat).
Solusinya adalah segera koordinasikan dengan operator sekolah untuk memperbaiki data mata pelajaran di Dapodik.
Pastikan sesuai dengan bidang sertifikasi yang tercantum dalam sertifikat pendidik.
Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem, Sunscreen Jadi Tameng Utama Kulitmu
2. Kode 02 – Jam Mengajar Belum Mencukupi
Guru wajib mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu agar berhak menerima TPG.
Kode ini muncul jika jam mengajar masih di bawah batas minimal, baik karena kekurangan jam di sekolah induk maupun karena belum terhitung kegiatan tambahan.
Dampaknya guru dinilai belum memenuhi beban kerja, sehingga TPG tertunda otomatis.
Solusinya adalah guru bisa menambah jam melalui kegiatan ekstrakurikuler, pembimbingan, atau tugas tambahan seperti wali kelas dan kepala laboratorium asal kegiatan tersebut tercatat resmi di Dapodik.
3. Kode 03 – Status Kepegawaian Tidak Sinkron
Kode ini sering muncul akibat perbedaan data antara Dapodik dengan database BKN (Badan Kepegawaian Negara).
Misalnya, status guru di Dapodik sudah ASN PPPK, tetapi di BKN masih tercatat honorer.
Dampaknya sistem tidak bisa memverifikasi status kepegawaian secara otomatis, sehingga TPG tertahan di tahap validasi.
Solusinya adalah guru perlu segera menghubungi dinas pendidikan atau bagian kepegawaian daerah untuk memperbarui SK pengangkatan dan memastikan data sudah seragam di dua sistem tersebut.
4. Kode 04 – Data Sertifikasi Belum Valid
Masalah lain yang sering membuat pusing adalah data sertifikasi yang belum valid.
Biasanya terjadi karena nomor sertifikat pendidik tidak sesuai dengan database di Kemendikbudristek atau belum terinput sempurna di Dapodik.
Dampaknya sistem tidak bisa mengaitkan sertifikat dengan identitas guru, sehingga validasi TPG gagal.
Solusinya adalah periksa kembali nomor sertifikat pendidik dan pastikan sudah benar, lalu minta operator sekolah memperbaruinya di sistem Dapodik dan Info GTK.
Pemerintah terus berupaya mempercepat pencairan TPG dengan sistem berbasis data yang akurat.
Namun, kelancaran pencairan juga bergantung pada ketelitian guru dalam memastikan datanya benar.
Ingat, Info GTK adalah pintu utama pencairan TPG.
Dengan memahami arti setiap kode, guru bisa mencegah penundaan, mempercepat proses validasi, dan memastikan hak tunjangan profesi cair tepat waktu.
***



