POJOKSATU.ID - Di ruang guru yang sederhana, suasana pagi tampak berbeda.
Bukan karena bel masuk yang terlambat, tapi karena kabar yang sudah lama dinanti: tambahan TPG 100 persen tahun 2025 resmi dipastikan cair untuk tiga kategori guru.

Bagi sebagian besar guru, ini bukan sekadar berita keuangan — melainkan pengakuan atas kerja keras yang sering tak terlihat.

Akhirnya Guru Agama Juga Diakui

Bagi Bu Rini, guru Pendidikan Agama Islam di sebuah SMP negeri di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berita itu membuatnya hampir meneteskan air mata.

“Tahun lalu saya cuma bisa senyum kecut waktu guru mapel lain dapat tambahan, sementara kami guru agama tidak masuk daftar. Sekarang alhamdulillah, kami juga diakui,” ujarnya sambil menunjukkan pesan dari grup WhatsApp guru di sekolahnya.

Baca Juga: RESMI! 3 Golongan Guru Terima Tambahan TPG 100 persen Tahun 2025, Ada Surat dari Kemenkeu dan Kemendagri

Kisah seperti Bu Rini bukan hal langka. Tahun 2024 lalu, banyak guru agama di sekolah umum tidak mendapat tambahan TPG karena perbedaan jalur pembayaran.

Gaji dan THR mereka dibayar daerah, sedangkan tunjangan profesinya dari Kementerian Agama.

Kebijakan baru tahun 2025 ini akhirnya menghapus sekat birokrasi yang selama ini menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan pendidik.

Semringah Sambut Surat Kemenkeu

Ketika Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri mengirimkan surat resmi pada Mei 2025, sebagian besar guru masih skeptis.

Baca Juga: Jadi Sekolah Garuda, SMA Cahaya Rancamaya Bogor Fokus Kuatkan IELTS, SAT, dan Proyek Kolaboratif, Seperti Apa Rincian Programnya?

Namun, setelah surat lanjutan dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (Kemenkeu) keluar pada 24 September 2025, suasana mulai berubah.

“Baru kali ini rasanya surat pemerintah begitu cepat menyebar di grup WA,” canda Pak Haris, guru SMA di Kalimantan Tengah.

Baginya, tambahan TPG 100 persen ini seperti 'nafas baru' di tengah banyaknya biaya hidup.

“Gaji guru ASN memang cukup, tapi dengan tanggungan keluarga, biaya pendidikan anak, belum lagi kebutuhan sekolah yang kadang kami talangi dulu — tambahan seperti ini benar-benar terasa,” ujarnya.

Menunggu Notifikasi 'TPG Cair'

Suasana menunggu pencairan TPG di kalangan guru sering kali seperti menunggu hasil ujian nasional.

Setiap pagi, notifikasi dari grup Info GTK dan Telegram guru menjadi bacaan wajib.

“Kalau ada yang kirim foto saldo masuk, langsung heboh,” cerita Ibu Siti, guru SD di Bogor sambil tertawa.

Baca Juga: STQH Nasional 2025 Hadirkan Cabang Baru, Ada Lomba Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH), Simak Daftar Kategori Penilaiannya

Menurutnya, tahun 2025 ini pola pencairan memang lebih tertib dibanding tahun lalu.

Info GTK sudah mulai menarik data tahap 3 sejak akhir September, dan beberapa daerah seperti Kalimantan Tengah serta Sulawesi Selatan sudah mulai menyalurkan TPG triwulan 3 sejak akhir September hingga awal Oktober 2025.

“Biasanya kalau sudah ada yang upload bukti transfer, daerah lain segera menyusul. Jadi harapan kami, November semua bisa cair,” katanya optimis.

Di Balik Angka, Ada Keringat dan Doa

Tambahan satu bulan tunjangan profesi mungkin terlihat kecil di atas kertas, tapi bagi guru, angka itu bernilai emosional.

Itu adalah bentuk nyata bahwa negara tidak menutup mata terhadap kerja keras mereka.

Pak Darman, guru matematika di Nusa Tenggara Timur, menuturkan bagaimana dirinya selama ini sering mengeluarkan uang pribadi untuk alat peraga.

“Kalau cuma mengandalkan BOS, sering telat. Jadi kadang saya beli duluan, nanti diganti. Tapi sering juga tidak diganti. Tambahan TPG ini rasanya seperti pengganti lelah,” katanya sambil tersenyum.

Cerita seperti ini menggambarkan bahwa di balik setiap rupiah tunjangan, ada dedikasi yang jarang terlihat publik.

Pemerintah Dengar Suara Guru

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan tambahan TPG 100 persen adalah pemerataan kesejahteraan guru ASN daerah.

Sementara Kemendagri menyoroti pentingnya sinkronisasi data antara Dapodik dan keuangan daerah agar tidak ada guru yang terlewat.

Kemenag pun ikut mendukung langkah ini.

Dalam koordinasi lintas kementerian, disepakati bahwa guru agama di sekolah umum kini diperlakukan sama dalam sistem penyaluran tunjangan.

Dengan begitu, tidak ada lagi perbedaan antara 'guru Kemenag' dan 'guru Dinas' dalam hal tambahan penghasilan.

Baca Juga: Dibuka hingga 31 Oktober, Beasiswa DMH Academy 2025 Dukung Bantuan Pendidikan Hingga Rp18 juta, Siswa SMP sampai Gap Year Bisa Ikut

Akhir Penantian Panjang

Jika ditarik ke belakang, perjuangan guru untuk mendapatkan hak tunjangan profesi bukan hal baru.

Sejak diberlakukannya sertifikasi guru pada 2006, banyak kendala administrasi muncul — dari verifikasi data, SKTP terlambat, hingga tumpang tindih anggaran.

Namun tahun 2025 ini bisa dibilang menjadi tonggak baru dalam kebijakan keuangan pendidikan.

Pemerintah kini lebih terbuka, terkoordinasi, dan responsif.

Koordinasi lintas kementerian mempercepat proses validasi data dan mengurangi potensi keterlambatan pencairan.

Banyak guru menyebut sistem tahun ini “lebih rapi, meski masih harus sabar.”

Dari Surat ke Rekening

Tambahan TPG 100 persen bukan dana yang turun langsung dari pusat ke rekening guru.

Dana ini terlebih dahulu masuk ke Kas Umum Daerah (KUD) melalui Dana Alokasi Umum (DAU), lalu disalurkan ke guru sesuai data SKTP yang valid.

Proses ini membuat waktu pencairan bisa berbeda antarprovinsi.

Namun menurut laporan DJPK, mayoritas daerah sudah siap melakukan transfer sebelum pertengahan November 2025.

 

Baca Juga: INFO Resmi dari Pusat! Tahapan Baru yang akan Diterapkan pada PPG Calon Guru Tahun 2025!

“Kalau tahun lalu sebagian baru cair Desember, tahun ini targetnya lebih cepat,” ujar seorang pejabat daerah di Sulsel.

Satu hal yang paling sering disuarakan guru bukanlah besarannya, tetapi ketepatan waktu pencairan.

“Bukan soal nominalnya, tapi kapan cairnya. Karena bagi kami, setiap keterlambatan berarti menunda kebutuhan keluarga,” tutur Pak Rudi, guru SMP di Bekasi.

Ia berharap kebijakan baru ini dibarengi dengan transparansi informasi publik.

Guru-guru kini mulai aktif memantau situs Info GTK dan portal DJPK untuk memastikan data mereka sudah masuk daftar penerima.

Baca Juga: CATAT! Daftar Data Penting yang Jadi Kunci Utama Cepatnya Pencairan TPG Triwulan 3 Tahun 2025!

Harapan Baru Guru Indonesia

Kabar tambahan TPG 100 persen tahun 2025 memberi semangat baru bagi ratusan ribu guru di seluruh Tanah Air.

Lebih dari sekadar tunjangan, ini adalah simbol bahwa negara hadir untuk menghargai tenaga pendidik.

Dalam obrolan santai di ruang guru, kalimat seperti 'Akhirnya perjuangan kita tidak sia-sia' kerap terdengar.

Harapan mereka sederhana: semoga tidak hanya tunjangan yang cair, tetapi juga perhatian dan kebijakan yang terus berpihak pada kesejahteraan guru.***